Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
“Waspada Masalah Pencernaan Pasca Lebaran”
Kesehatan - 4 Hari Lalu Oleh Diaz
9 Kali DibacaHalo Fam ????
Setelah momen Lebaran yang penuh tawa, rendang, opor, kue kering, dan jadwal makan yang agak “ngalir aja”, ada satu hal yang sering diam-diam datang menyapa yaitu masalah pencernaan pasca Lebaran. Banyak dari kita merasa perut begah, kembung, susah BAB, bahkan asam lambung naik, tapi sering dianggap sepele karena “ah, nanti juga normal lagi”. Padahal kalau dibiarkan, gangguan pencernaan ini bisa berlanjut dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selama Ramadan, tubuh kita terbiasa dengan pola makan yang lebih teratur dan waktu istirahat sistem pencernaan yang cukup panjang. Begitu Lebaran tiba, ritmenya berubah drastis. Makan besar bertubi-tubi, camilan manis nyaris tanpa jeda, minuman bersoda, sampai santan dan gorengan yang jadi bintang utama. Sistem pencernaan yang sebelumnya kalem tiba-tiba dipaksa kerja lembur. Tidak heran kalau lambung dan usus “protes” dalam bentuk perut terasa penuh, mual, atau nyeri ulu hati.
Salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah perut kembung dan rasa begah. Ini biasanya terjadi karena konsumsi makanan tinggi lemak dan gula yang sulit dicerna, apalagi jika dimakan dalam porsi besar. Gas dalam saluran cerna menumpuk, ditambah kebiasaan makan cepat karena ingin mencicipi semua hidangan. Selain itu, sembelit juga kerap muncul karena kurangnya asupan serat dari sayur dan buah selama Lebaran. Kue kering memang menggoda, tapi sayangnya hampir tidak menyumbang serat yang dibutuhkan usus.
Masalah lain yang juga sering dialami Fam adalah naiknya asam lambung. Pola makan tidak teratur, konsumsi makanan pedas dan berlemak, serta minum kopi atau teh manis berlebihan bisa memicu gejala seperti dada terasa panas, mulut pahit, dan mual. Kondisi ini bisa makin terasa kalau setelah makan langsung duduk atau tiduran. Jika sering terjadi, bukan tidak mungkin berkembang menjadi gangguan lambung yang lebih serius.
Lalu, apa yang bisa dilakukan agar pencernaan kembali bersahabat setelah Lebaran? Langkah pertama yang paling penting adalah mengembalikan pola makan secara perlahan. Tidak perlu ekstrem, tapi mulailah dengan porsi lebih kecil dan jadwal makan yang teratur. Perbanyak sayur, buah, dan makanan tinggi serat untuk membantu kerja usus. Minum air putih yang cukup juga penting untuk mencegah sembelit dan membantu proses pencernaan berjalan lancar.
Selain itu, coba kurangi makanan bersantan, gorengan, dan makanan terlalu manis dalam beberapa hari setelah Lebaran. Bukan berarti harus stop total, tapi beri jeda agar tubuh bisa menyesuaikan diri. Aktivitas fisik ringan seperti jalan santai atau stretching juga bisa membantu merangsang pergerakan usus dan mengurangi rasa begah. Kebiasaan sederhana ini sering kali diremehkan, padahal dampaknya besar.
Kalau keluhan pencernaan tidak kunjung membaik, muncul nyeri hebat, muntah terus-menerus, atau BAB berdarah, jangan ragu untuk konsultasi ke tenaga kesehatan.
Intinya, Lebaran memang momen untuk menikmati kebersamaan dan hidangan khas yang hanya muncul setahun sekali. Tapi setelah euforianya lewat, tubuh tetap perlu diajak kompromi. Dengan pola makan yang lebih seimbang, cukup minum, dan sedikit bergerak, sistem pencernaan bisa kembali normal tanpa drama berkepanjangan. Jangan tunggu sampai perut benar-benar “teriak” baru peduli, ya, Fam. Yuk, lebih peka dan waspada terhadap masalah pencernaan pasca Lebaran agar aktivitas kembali nyaman dan tubuh tetap fit.
Bagikan Artikel Ini