Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

“Bolehkah Scaling Gigi Saat Puasa? Ini Penjelasannya”

Kesehatan - 3 Hari Lalu Oleh Diaz

38 Kali Dibaca

Fam, Family, pernah kepikiran tidak, lagi puasa tapi tiba-tiba ingat gigi terasa penuh karang dan jadwal scaling sudah nunggu? Lalu muncul pertanyaan klasik yang sering bikin ragu: bolehkah scaling gigi saat puasa? Tenang, kamu tidak sendirian. Pertanyaan ini sering banget muncul setiap bulan Ramadan, terutama dari Family yang peduli kesehatan tapi juga ingin ibadahnya tetap sah dan tenang.

Jawaban singkatnya, scaling gigi saat puasa boleh dilakukan, selama memenuhi beberapa ketentuan. Dalam dunia medis, scaling adalah prosedur pembersihan karang gigi menggunakan alat khusus untuk menghilangkan plak dan tartar yang menumpuk di sela gigi dan garis gusi. Prosedur ini tidak bertujuan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh, melainkan membersihkan area mulut dari kotoran yang justru bisa memicu masalah kesehatan.

Secara fiqih, mayoritas ulama berpendapat bahwa tindakan medis di mulut seperti scaling tidak membatalkan puasa, selama air, darah, atau sisa karang gigi tidak sengaja tertelan. Artinya, kuncinya ada pada kehati-hatian dan komunikasi antara pasien dan dokter gigi. Biasanya dokter gigi sudah sangat paham bagaimana melakukan scaling dengan suction atau alat penyedot agar cairan tidak masuk ke tenggorokan.

Justru kalau ditarik lebih jauh, menjaga kebersihan gigi dan mulut saat puasa itu penting banget, Fam. Selama berpuasa, produksi air liur cenderung berkurang karena tidak ada asupan makanan dan minuman dalam waktu lama. Kondisi ini bisa membuat bakteri di mulut lebih cepat berkembang, menyebabkan bau mulut, gusi bengkak, bahkan infeksi jika dibiarkan. Scaling membantu membersihkan sumber masalah tersebut, sehingga puasa tetap nyaman tanpa gangguan rasa tidak enak di mulut.

Mungkin ada Family yang khawatir soal darah saat scaling. Faktanya, keluarnya darah sedikit dari gusi saat scaling itu hal yang cukup umum, terutama jika karang gigi sudah menumpuk lama. Selama darah tersebut tidak ditelan secara sengaja, puasa tetap sah. Bahkan banyak dokter gigi menyarankan scaling dilakukan secara rutin, termasuk di bulan puasa, karena justru membantu menjaga kesehatan mulut secara keseluruhan.

Waktu pelaksanaan juga bisa disesuaikan supaya lebih nyaman. Banyak orang memilih scaling setelah sahur atau menjelang berbuka puasa. Alasannya sederhana, kalaupun mulut terasa agak tidak nyaman setelah tindakan, waktu berbuka sudah dekat. Namun secara medis, scaling tetap aman dilakukan kapan saja selama kondisi tubuh kamu fit dan tidak sedang sakit.

Kalau kamu masih ragu, tidak ada salahnya konsultasi dulu dengan dokter gigi sebelum tindakan. Sampaikan kalau kamu sedang puasa, supaya dokter bisa menyesuaikan teknik dan memastikan prosesnya aman. Dokter biasanya akan lebih sering menggunakan suction dan memberi jeda jika pasien merasa ingin menelan.

Selain itu, menjaga kebersihan gigi selama puasa tidak berhenti di scaling saja. Family tetap dianjurkan menyikat gigi minimal dua kali sehari, yaitu setelah sahur dan sebelum tidur. Menggunakan benang gigi dan obat kumur non-alkohol juga bisa jadi tambahan untuk menjaga mulut tetap segar sepanjang hari. Menurut American Dental Association, kebersihan mulut yang baik berperan besar dalam mencegah penyakit gusi dan gigi berlubang, termasuk selama Ramadan. Informasi lengkapnya bisa kamu baca di situs resmi mereka: https://www.ada.org.

Dari sisi kesehatan, scaling bukan sekadar urusan estetika atau senyum Lebaran saja. Karang gigi yang dibiarkan menumpuk bisa memicu peradangan gusi, infeksi, bahkan berpengaruh ke kesehatan tubuh secara umum. Beberapa penelitian juga menunjukkan hubungan antara penyakit gusi dengan penyakit sistemik seperti diabetes dan penyakit jantung. Penjelasan medis terkait ini bisa kamu cek di https://www.mayoclinic.org, yang sering membahas keterkaitan kesehatan mulut dan tubuh secara menyeluruh.

Jadi, Family, tidak perlu menunda perawatan gigi hanya karena sedang berpuasa. Dengan niat yang baik, kehati-hatian, dan dilakukan oleh tenaga medis profesional, scaling gigi saat puasa aman dan tidak membatalkan ibadah. Justru ini bisa jadi bentuk ikhtiar menjaga kesehatan diri agar ibadah Ramadan dan momen Lebaran nanti bisa dijalani dengan lebih nyaman dan percaya diri.

Sebagai penutup, kembali ke pertanyaan awal yang sering bikin bimbang: bolehkah scaling gigi saat puasa? Jawabannya, boleh dan aman, asal dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak menelan apa pun secara sengaja. Jadi, kalau jadwal scaling sudah menanti, tidak perlu ragu lagi ya, Fam, Family. Puasa jalan, gigi pun tetap sehat.


Bagikan Artikel Ini