Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
“Kebiasaan Sepele Saat Lebaran yang Bisa Merusak Gigi”
Kesehatan - 3 Hari Lalu Oleh Diaz
43 Kali DibacaFam, Lebaran itu momen yang ditunggu-tunggu. Setelah sebulan puasa, akhirnya bisa kumpul keluarga, saling maaf-maafan, dan tentu saja menikmati aneka hidangan khas yang menggoda. Opor, rendang, ketupat, kue kering, sampai minuman manis berjejer di meja. Tapi di balik hangatnya suasana, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yaitu kebiasaan sepele saat Lebaran yang bisa merusak gigi. Tanpa disadari, rutinitas kecil yang terasa wajar justru bisa jadi awal masalah gigi dan mulut setelah hari raya.
Saat Lebaran, pola makan biasanya berubah drastis. Frekuensi ngemil meningkat, jam makan jadi tidak teratur, dan pilihan makanan cenderung tinggi gula serta karbohidrat. Kue kering seperti nastar, kastengel, putri salju, dan cokelat Lebaran memang sulit ditolak. Masalahnya, makanan manis dan lengket ini mudah menempel di sela gigi. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa dibersihkan, sisa makanan akan menjadi plak dan memicu gigi berlubang. Banyak orang menunda menyikat gigi karena sibuk bertamu atau merasa “nanti saja sekalian malam”, padahal jeda beberapa jam saja sudah cukup bagi bakteri untuk bekerja.
Selain kue manis, minuman manis juga punya peran besar. Sirup, soda, teh manis, dan minuman kemasan sering jadi sajian wajib saat Lebaran. Rasanya segar, apalagi diminum siang hari. Namun konsumsi minuman manis berulang kali membuat gigi terus-menerus terpapar gula dan asam. Ini bisa melemahkan enamel gigi secara perlahan. Tanpa disadari, gigi jadi lebih sensitif dan rentan berlubang setelah Lebaran usai.
Kebiasaan sepele lainnya adalah malas minum air putih. Karena pilihan minuman manis melimpah, air putih justru sering terabaikan. Padahal air putih membantu membersihkan sisa makanan di mulut dan menjaga produksi air liur tetap optimal. Air liur berperan penting dalam melindungi gigi dari asam dan bakteri. Saat tubuh kurang cairan, mulut terasa lebih kering dan risiko bau mulut serta kerusakan gigi pun meningkat.
Family juga perlu waspada dengan kebiasaan sering “icip-icip”. Bukan makan besar, tapi sedikit-sedikit dan sering. Misalnya satu kue sekarang, satu permen beberapa menit kemudian, lalu segelas sirup. Pola ini justru lebih berbahaya bagi gigi dibanding makan manis dalam satu waktu. Setiap kali kita mengonsumsi gula, bakteri di mulut menghasilkan asam yang menyerang enamel gigi. Semakin sering ngemil, semakin sering pula gigi diserang asam.
Tak kalah penting, banyak orang menganggap Lebaran bukan waktu yang tepat untuk perawatan gigi. Kontrol ke dokter gigi ditunda karena merasa masih libur, sibuk, atau takut mengganggu puasa sebelumnya. Akibatnya, masalah kecil seperti karang gigi atau gigi sensitif dibiarkan hingga makin parah. Padahal justru setelah Lebaran adalah waktu yang tepat untuk memastikan kondisi gigi tetap sehat.
Kebiasaan lain yang sering terjadi adalah langsung tidur setelah makan malam besar saat kumpul keluarga. Kondisi mulut yang belum bersih, ditambah produksi air liur yang menurun saat tidur, menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri. Ini bisa memicu bau mulut di pagi hari dan mempercepat pembentukan plak. Menyikat gigi sebelum tidur tetap wajib, sepadat apa pun agenda silaturahmi.
Supaya kebiasaan sepele saat Lebaran yang bisa merusak gigi ini tidak berujung masalah, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Sikat gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, terutama sebelum tidur. Perbanyak minum air putih di sela-sela menikmati hidangan Lebaran. Jika memungkinkan, berkumur dengan air setelah makan manis. Batasi ngemil terlalu sering, dan usahakan konsumsi makanan manis dalam satu waktu tertentu saja.
Family juga bisa menjadikan momen setelah Lebaran sebagai waktu evaluasi kesehatan gigi. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi membantu mendeteksi masalah sejak dini sebelum menjadi lebih serius. Untuk informasi tambahan seputar kesehatan gigi dan pencegahan gigi berlubang, Fam bisa membaca referensi tepercaya seperti dari Kementerian Kesehatan RI https://www.kemkes.go.id atau panduan kesehatan gigi dari World Health Organization di https://www.who.int.
Pada akhirnya, Lebaran seharusnya meninggalkan kenangan manis, bukan masalah gigi yang menyebalkan. Dengan lebih sadar terhadap kebiasaan sepele saat Lebaran yang bisa merusak gigi, Family tetap bisa menikmati semua hidangan khas hari raya tanpa rasa khawatir. Senyum pun tetap sehat, nyaman, dan percaya diri saat silaturahmi berlanjut setelah Lebaran.
Bagikan Artikel Ini