Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Vitamin D Bukan Cuma dari Matahari, Tapi Juga dari Pemeriksaan

Kesehatan - 31 Dec 2025 Oleh Diaz

51 Kali Dibaca

Halo Fam, pernah nggak sih merasa gampang capek, mood naik turun, atau badan rasanya “nggak enak” tapi nggak tahu sebabnya apa? Banyak orang langsung mikir, “Ah, kurang olahraga” atau “kurang tidur.” Padahal, bisa jadi ada satu hal yang sering diremehkan tapi perannya gede banget buat tubuh kita, yaitu Vitamin D bukan cuma dari matahari, tapi juga dari pemeriksaan. Yup, kalimat ini penting banget buat diingat sejak awal, karena selama ini kita kebanyakan cuma mengandalkan sinar matahari tanpa benar-benar tahu kondisi Vitamin D di dalam tubuh kita.

Fam, Vitamin D itu ibarat saklar kecil yang ngaruh ke banyak sistem tubuh. Mulai dari kesehatan tulang, daya tahan tubuh, sampai kesehatan mental. Selama ini, kita diajarin kalau sumber utama Vitamin D ya dari matahari pagi. Nggak salah, tapi juga nggak sepenuhnya cukup. Masalahnya, nggak semua orang bisa dapet paparan matahari yang ideal. Ada yang kerjanya di dalam ruangan, ada yang pakai sunscreen terus, ada juga yang tinggal di area dengan paparan matahari terbatas. Akhirnya, walaupun sering lihat matahari, belum tentu kadar Vitamin D-nya aman.

Di sinilah pentingnya memahami bahwa Vitamin D bukan cuma dari matahari, tapi juga dari pemeriksaan. Pemeriksaan kadar Vitamin D lewat tes darah bisa kasih gambaran nyata kondisi tubuh kita. Bukan nebak-nebak, bukan feeling, tapi data yang jelas. Dengan tahu angkanya, kita bisa ambil langkah yang lebih tepat. Apakah cukup dengan jemur matahari? Perlu suplemen? Atau justru kadarnya sudah berlebih dan harus dikontrol?

Fam, kekurangan Vitamin D itu sering datang diam-diam. Gejalanya bisa samar dan sering dianggap hal biasa. Badan gampang pegal, tulang sering nyeri, gampang sakit, sampai mood yang gampang drop. Pada jangka panjang, kekurangan Vitamin D bisa meningkatkan risiko osteoporosis, gangguan imun, bahkan beberapa penyakit kronis. Makanya, pemeriksaan jadi penting, terutama buat kamu yang jarang kena matahari, lansia, ibu hamil, atau orang dengan kondisi medis tertentu.

Selain matahari, Vitamin D juga bisa didapat dari makanan seperti ikan berlemak, telur, susu fortifikasi, dan jamur. Tapi jujur aja, dari makanan saja sering kali belum cukup untuk memenuhi kebutuhan harian. Setiap orang juga punya kemampuan penyerapan yang beda-beda. Itu sebabnya, lagi-lagi, pemeriksaan jadi kunci. Dengan cek kadar Vitamin D, kamu bisa tahu apakah asupan dari makanan dan gaya hidupmu sudah mencukupi atau belum.

Kedua sumber ini ngebahas secara ilmiah bagaimana Vitamin D berperan dalam menjaga sistem imun dan kesehatan tulang. Jadi bukan sekadar tren kesehatan, tapi memang ada dasar ilmunya.

Fam, melakukan pemeriksaan Vitamin D sekarang juga makin mudah. Banyak layanan laboratorium yang menyediakan cek darah, bahkan ada yang bisa dilakukan dari rumah. Hasilnya pun biasanya cepat dan bisa langsung dikonsultasikan ke tenaga kesehatan. Dari situ, kamu bisa dapat rekomendasi yang sesuai dengan kondisi tubuhmu, bukan saran umum yang belum tentu cocok.

Yang perlu diingat, Vitamin D itu bukan soal banyak-banyakan. Kekurangan nggak baik, kelebihan juga bisa berdampak buruk. Makanya, pemeriksaan itu penting sebagai kompas. Daripada asal minum suplemen karena ikut-ikutan, lebih baik tahu dulu kondisi tubuh sendiri.

Jadi, Family, mulai sekarang coba ubah sudut pandang. Jangan cuma mengandalkan matahari dan asumsi. Jadikan pemeriksaan sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Dengan begitu, kamu benar-benar merawat tubuh berdasarkan kebutuhan nyata, bukan perkiraan. Ingat ya, Vitamin D bukan cuma dari matahari, tapi juga dari pemeriksaan, dan langkah kecil ini bisa punya dampak besar buat kesehatan jangka panjangmu.


Bagikan Artikel Ini