Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

“Tips Menjaga Kesehatan Tubuh untuk Ibadah Optimal Selama Ramadan”

Kesehatan - 4 Hari Lalu Oleh Diaz

10 Kali Dibaca

Hai Fam, selamat datang di bulan yang penuh makna. Ramadan selalu datang membawa suasana yang berbeda. Ritme hidup berubah, jam makan bergeser, waktu tidur menyesuaikan, tapi di saat yang sama ibadah justru meningkat. Supaya semua bisa dijalani dengan maksimal, tips menjaga kesehatan tubuh untuk ibadah optimal selama Ramadan jadi hal penting yang sering kali dianggap sepele. Padahal, tubuh yang sehat adalah “kendaraan” utama agar ibadah tetap khusyuk dari awal sampai akhir bulan.

Selama puasa, tubuh mengalami perubahan pola metabolisme. Tidak makan dan minum selama belasan jam bisa memicu lemas, pusing, atau sulit fokus jika tidak disiasati dengan baik. Kuncinya bukan makan sebanyak-banyaknya saat sahur atau balas dendam saat berbuka, tapi mengatur asupan secara cerdas. Saat sahur, pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal karena dicerna lebih lambat dan membantu energi bertahan lebih lama. Tambahkan protein dari telur, ikan, ayam, tahu, atau tempe agar tubuh tidak cepat lapar. Lemak sehat dari alpukat atau kacang-kacangan juga bisa jadi penopang energi yang baik.

Fam juga perlu memperhatikan cairan. Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama badan terasa drop saat puasa. Terapkan pola minum 2-4-2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Hindari terlalu banyak minuman manis atau berkafein karena justru bisa bikin cepat haus. Air putih tetap jadi pilihan terbaik untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Selain asupan, kualitas tidur sering jadi korban selama Ramadan. Tarawih, tadarus, dan sahur memang ibadah yang bernilai besar, tapi jangan sampai mengorbankan istirahat total. Kurang tidur bisa menurunkan daya tahan tubuh dan bikin ibadah terasa berat. Cobalah menyiasati dengan tidur lebih awal atau menambah waktu tidur singkat di siang hari. Power nap 20–30 menit sudah cukup membantu memulihkan energi tanpa membuat tubuh terasa lemas.

Aktivitas fisik juga tetap penting, meski sedang berpuasa. Banyak yang berpikir olahraga harus dihentikan sementara, padahal justru tubuh tetap perlu bergerak agar metabolisme stabil. Pilih aktivitas ringan seperti jalan santai, stretching, atau yoga. Waktu terbaik biasanya menjelang berbuka atau setelah tarawih. Dengan tubuh yang aktif, aliran darah lebih lancar dan badan terasa lebih segar untuk menjalani ibadah malam.

Hal lain yang sering luput adalah kesehatan pencernaan. Pola makan yang berubah drastis bisa memicu maag, sembelit, atau perut tidak nyaman. Perbanyak konsumsi serat dari sayur dan buah, serta jangan langsung tidur setelah makan besar. Memberi jeda waktu untuk pencernaan akan membantu tubuh bekerja lebih optimal saat bangun untuk ibadah.

Kesehatan mental juga punya peran besar, Family. Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tapi juga mengelola emosi. Stres, marah, atau kelelahan mental bisa menguras energi lebih cepat dibanding aktivitas fisik. Luangkan waktu untuk menenangkan diri, entah dengan dzikir, membaca Al-Qur’an, atau sekadar menarik napas dalam-dalam di sela kesibukan. Pikiran yang tenang membuat ibadah terasa lebih ringan dan bermakna.

Kalau Fam punya kondisi kesehatan tertentu seperti maag kronis, diabetes, atau tekanan darah tinggi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum dan selama Ramadan. Penyesuaian pola makan, jadwal obat, dan aktivitas sangat penting agar puasa tetap aman dan ibadah berjalan lancar. Informasi kesehatan selama Ramadan juga bisa kamu baca dari sumber tepercaya seperti Kementerian Kesehatan RI di https://www.kemkes.go.id atau tips puasa sehat dari WHO di https://www.who.int.

Pada akhirnya, Ramadan bukan soal seberapa kuat kita menahan lapar, tapi bagaimana kita merawat tubuh agar bisa beribadah dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan. Dengan menerapkan tips menjaga kesehatan tubuh untuk ibadah optimal selama Ramadan, Fam bisa menjalani puasa dengan lebih seimbang, badan tetap fit, dan hati lebih siap menyambut setiap momen ibadah sampai hari kemenangan tiba.


Bagikan Artikel Ini