Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
“Silaturahmi Aman dan Nyaman: Tetap Sehat di Momen Lebaran”
Kesehatan - 4 Hari Lalu Oleh Diaz
9 Kali DibacaFam, Lebaran selalu identik dengan momen hangat, meja makan penuh hidangan khas, dan agenda silaturahmi yang padat dari pagi sampai malam. Namun di balik kebahagiaan itu, menjaga silaturahmi aman dan nyaman tetap sehat di momen Lebaran sering kali jadi tantangan tersendiri. Mulai dari pola makan yang berubah drastis, jam tidur berantakan, sampai risiko kelelahan dan penularan penyakit karena intensitas pertemuan yang tinggi. Supaya Lebaran tetap berkesan tanpa harus tumbang setelahnya, ada baiknya kita lebih sadar soal kesehatan sejak awal.
Setelah sebulan berpuasa, tubuh sebenarnya sedang beradaptasi kembali dengan pola makan normal. Sayangnya, banyak dari kita langsung “balas dendam” saat Lebaran. Opor, rendang, sambal goreng, kue kering manis, semuanya menggoda. Tidak salah menikmatinya, Fam, tapi kuncinya ada di porsi dan jeda. Mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula secara berlebihan dalam waktu singkat bisa memicu gangguan pencernaan, naiknya kadar gula darah, bahkan membuat tubuh terasa lemas saat silaturahmi. Cobalah makan perlahan, ambil porsi kecil, dan imbangi dengan air putih yang cukup agar tubuh tetap segar saat berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat.
Silaturahmi juga sering berarti berpindah dari satu rumah ke rumah lain. Aktivitas ini kelihatannya ringan, tapi kalau dilakukan seharian penuh bisa membuat tubuh kelelahan, apalagi bagi lansia, ibu hamil, atau anak-anak. Jangan ragu untuk menyusun jadwal kunjungan yang realistis. Tidak semua harus didatangi dalam satu hari. Lebaran itu bukan lomba maraton silaturahmi, melainkan soal kualitas bertemu dan saling mendoakan. Dengan ritme yang lebih santai, silaturahmi terasa lebih nyaman dan tubuh pun tidak dipaksa bekerja terlalu keras.
Fam, momen Lebaran juga identik dengan banyaknya interaksi fisik, seperti berjabat tangan, berpelukan, dan berbincang dekat. Ini indah, tapi tetap perlu bijak, terutama jika kamu atau anggota keluarga sedang kurang fit. Menjaga etika batuk dan bersin, rajin mencuci tangan, serta memakai masker saat merasa tidak enak badan adalah bentuk kepedulian sederhana agar silaturahmi tetap aman. Kebiasaan ini sejalan dengan anjuran kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sosial sehari-hari, termasuk saat hari raya. Informasi resminya bisa kamu baca di https://www.kemkes.go.id.
Selain itu, jangan lupakan pentingnya istirahat. Banyak orang merasa “sayang” tidur saat Lebaran karena takut kehilangan momen. Padahal, kurang tidur bisa menurunkan daya tahan tubuh dan membuat kita lebih mudah sakit. Menyempatkan tidur siang singkat atau pulang lebih awal untuk beristirahat bukan berarti tidak menghargai silaturahmi. Justru dengan tubuh yang cukup istirahat, kita bisa menikmati Lebaran dengan lebih maksimal tanpa rasa lelah berlebihan.
Bagi Fam yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, hipertensi, atau masalah lambung, disiplin terhadap pola makan dan obat selama Lebaran adalah hal yang wajib. Jangan menunda minum obat hanya karena sedang asyik berkumpul. Jika perlu, bawa obat dan camilan sehat sendiri saat berkunjung. Edukasi sederhana kepada keluarga tentang kondisi kesehatan kita juga bisa membantu menciptakan suasana silaturahmi yang saling memahami dan mendukung.
Tak kalah penting, kesehatan mental juga perlu dijaga. Lebaran kadang membawa tekanan sosial, mulai dari pertanyaan sensitif sampai perbandingan hidup yang tidak perlu. Jika merasa tidak nyaman, sah-sah saja mengalihkan pembicaraan atau mengambil jeda sejenak. Silaturahmi seharusnya membawa rasa tenang dan bahagia, bukan stres berkepanjangan. Menjaga batasan pribadi adalah bagian dari menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Sebagai penutup, Fam, silaturahmi aman dan nyaman tetap sehat di momen Lebaran bukan soal membatasi kebahagiaan, melainkan tentang merawat diri agar bisa terus hadir untuk orang-orang tercinta. Dengan makan lebih bijak, menjaga kebersihan, mengatur waktu istirahat, dan peka terhadap kondisi tubuh, Lebaran bisa menjadi momen penuh makna tanpa harus mengorbankan kesehatan.
Bagikan Artikel Ini