Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Self-Care untuk Ibu: Cara Menjaga Kesehatan di Tengah Kesibukan
Kesehatan - 02 Dec 2025 Oleh Diaz
184 Kali DibacaFam, topik yang mau kita bahas kali ini adalah tentang self-care untuk ibu, sesuatu yang sering dianggap sederhana tetapi sangat penting bagi kesehatan fisik, mental, dan emosional. Banyak ibu sering merasa nggak enak kalau meluangkan waktu untuk dirinya sendiri—padahal self-care adalah bagian dari tanggung jawab seorang ibu untuk tetap sehat. Jadi hari ini kita bakal ngobrol santai tentang kenapa self-care ibu, kesehatan ibu, dan manajemen stres ibu harus diprioritaskan, apalagi di tengah aktivitas harian yang nggak ada habisnya.
Family pasti setuju kalau menjadi ibu berarti tugas nggak pernah benar-benar selesai. Dari bangun pagi menyiapkan sarapan, mengurus anak, bekerja, mengelola rumah, sampai memastikan semua anggota keluarga baik-baik saja. Tapi sering kali, di tengah kesibukan itu, ibu lupa bahwa dirinya juga perlu dirawat. Kenyataannya, ibu yang sehat—baik fisik maupun mental—akan jauh lebih mampu memberikan energi dan kasih sayang bagi keluarga. WHO bahkan menekankan bahwa kesehatan mental ibu punya dampak langsung pada kesejahteraan keluarga secara keseluruhan.
Self-care nggak selalu berarti liburan mewah atau spa mahal. Kadang justru hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten bisa memberikan efek besar. Misalnya, memberi waktu 10 menit untuk minum teh tanpa gangguan, melakukan stretching ringan, atau sekadar menarik napas panjang untuk menenangkan pikiran. Hal kecil seperti ini membantu menurunkan hormon stres dan membuat pikiran lebih jernih. Bahkan CDC menyarankan setiap orang dewasa untuk rutin melakukan aktivitas fisik ringan–sedang setidaknya 150 menit seminggu untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Referensinya bisa dicek di sini: https://www.cdc.gov/physicalactivity/basics/adults/index.htm
Sebagian ibu sering berkata, “Aku nggak punya waktu untuk diriku sendiri.” Padahal sebenarnya, self-care bisa dilakukan di sela-sela rutinitas. Contohnya, menyetel alarm 5 menit lebih awal hanya untuk duduk tenang sebelum hari dimulai. Atau ketika anak tidur siang, ibu bisa membaca beberapa halaman buku daripada langsung kembali ke pekerjaan rumah. Kuncinya adalah menyadari bahwa waktu untuk diri sendiri bukan egois—itu kebutuhan.
Selain itu, menjaga pola makan yang benar sangat penting. Ibu sering sibuk menyiapkan makanan sehat untuk keluarga, tapi malah melewatkan makanan sendiri atau hanya makan yang cepat-cepat saja. Padahal nutrisi seimbang membantu tubuh tetap bertenaga. Harvard Health Publishing juga mengingatkan bahwa pola makan bergizi tinggi sangat memengaruhi mood, energi, dan fungsi otak.
Self-care juga termasuk berani membagi tugas. Banyak ibu merasa semua hal harus dilakukan sendiri, padahal mendelegasikan pekerjaan bukan tanda kelemahan. Melibatkan pasangan atau anak dalam pekerjaan rumah justru membangun kebiasaan gotong-royong dan mengurangi beban mental ibu. Mental load atau beban pikiran adalah hal nyata yang sering dialami ibu, dan berbagai studi menunjukkan bahwa pembagian tugas rumah tangga secara adil dapat meningkatkan kesejahteraan emosional.
Jangan lupa soal tidur. Banyak ibu merasa tidur adalah “kemewahan”, tetapi sebenarnya tidur cukup adalah kebutuhan biologis. Kurang tidur dalam jangka panjang bisa memicu stres, mudah marah, kesulitan fokus, hingga menurunkan imunitas. National Sleep Foundation merekomendasikan tidur 7–9 jam untuk orang dewasa, dan ibu termasuk yang paling butuh istirahat cukup karena aktivitasnya tinggi.
Kesehatan mental ibu juga sangat penting. Jika Fam merasa cepat lelah secara emosional, mudah cemas, atau overwhelmed, itu tanda kamu perlu jeda. Curhat ke pasangan atau teman dekat bisa sangat membantu. Kalau perlu, menemui psikolog bukanlah hal yang memalukan—justru langkah sehat untuk memahami diri sendiri. Sekarang banyak layanan psikologi yang ramah ibu, termasuk konsultasi daring.
Self-care juga bisa berbentuk menikmati hobi. Banyak ibu meninggalkan hobi setelah punya anak, padahal melakukan aktivitas yang disukai memberi rasa bahagia dan memperkuat identitas diri. Mau itu memasak, berkebun, journaling, nonton drama Korea, atau sekadar berjalan-jalan sore—semua sah-sah saja selama membuat ibu merasa hidup kembali.
Di akhir hari, self-care bukan soal kue mahal atau waktu panjang tanpa gangguan. Self-care adalah keputusan kecil yang konsisten untuk menjaga diri, baik secara fisik maupun emosional. Karena ibu yang bahagia dan sehat akan menciptakan keluarga yang bahagia dan sehat juga. Ingat ya Fam—kamu berhak merasa tenang, kamu berhak istirahat, dan kamu berhak menjaga diri sendiri. Jadi mulai hari ini, yuk prioritaskan self-care ibu, lakukan langkah kecil untuk kesehatan ibu, dan terus jaga diri agar tidak tenggelam dalam manajemen stres ibu yang berat. Fam layak untuk bahagia, sehat, dan dicintai—termasuk oleh diri sendiri.
Bagikan Artikel Ini