Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

“Puasa Sehat: Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh Selama Ramadan”

Kesehatan - 4 Hari Lalu Oleh Diaz

11 Kali Dibaca

Fam, bulan Ramadan selalu datang dengan suasana hangat yang khas. Ada semangat ibadah, kebersamaan, sekaligus tantangan baru untuk tubuh kita. Perubahan jam makan, tidur yang lebih singkat, dan aktivitas harian yang tetap padat sering bikin badan terasa lebih cepat lelah. Karena itu, penting banget memahami konsep puasa sehat: cara menjaga daya tahan tubuh selama Ramadan agar ibadah tetap lancar tanpa mengorbankan kesehatan.

Puasa sejatinya bukan cuma menahan lapar dan haus, tapi juga momen untuk menata ulang pola hidup. Saat tubuh tidak menerima asupan selama berjam-jam, sistem metabolisme akan beradaptasi. Kalau kita asal-asalan, daya tahan tubuh bisa menurun dan akhirnya gampang sakit. Tapi kalau dijalani dengan benar, puasa justru bisa membantu tubuh lebih seimbang dan terasa lebih ringan. Kuncinya ada di kebiasaan kecil yang konsisten, mulai dari sahur sampai waktu tidur.

Sahur sering dianggap sepele, padahal ini fondasi energi seharian. Banyak orang melewatkan sahur atau makan sekadarnya, lalu heran kenapa siang hari lemas dan pusing. Idealnya, sahur diisi dengan makanan bergizi seimbang. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal membantu energi bertahan lebih lama. Tambahkan protein dari telur, ikan, ayam, atau tahu tempe untuk menjaga massa otot dan imunitas. Jangan lupa sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral. Air putih juga wajib, karena dehidrasi adalah salah satu penyebab utama turunnya daya tahan tubuh saat puasa.

Selain sahur, pola berbuka juga berperan besar. Setelah seharian berpuasa, wajar kalau ingin balas dendam dengan makanan manis dan gorengan. Tidak salah, tapi kalau berlebihan justru bikin tubuh kaget dan pencernaan bekerja terlalu keras. Coba mulai berbuka dengan air putih dan kurma secukupnya, lalu beri jeda sebelum makan besar. Dengan cara ini, tubuh punya waktu menyesuaikan diri dan penyerapan nutrisi jadi lebih optimal. Makan perlahan juga membantu mencegah rasa begah dan kantuk berlebihan.

Fam juga perlu memperhatikan asupan cairan. Banyak yang baru sadar pentingnya minum saat tenggorokan sudah kering. Padahal, selama Ramadan kita hanya punya waktu terbatas untuk memenuhi kebutuhan cairan harian. Terapkan pola minum bertahap dari berbuka hingga sahur, misalnya dengan prinsip 2–4–2 gelas. Air putih tetap pilihan utama dibanding minuman manis berlebihan. Cairan yang cukup membantu menjaga sirkulasi darah, fungsi organ, dan sistem imun tetap optimal.

Istirahat sering jadi korban selama Ramadan. Jadwal tidur berubah karena tarawih dan sahur, tapi kebutuhan tidur tubuh tetap sama. Kurang tidur bisa menurunkan daya tahan tubuh dan bikin kita lebih rentan terkena infeksi. Kalau waktu tidur malam berkurang, cobalah menggantinya dengan tidur siang singkat. Tidak perlu lama, 20–30 menit sudah cukup untuk membantu tubuh kembali segar tanpa mengganggu tidur malam.

Aktivitas fisik juga tetap penting, meski intensitasnya perlu disesuaikan. Puasa bukan alasan untuk benar-benar berhenti bergerak. Olahraga ringan seperti jalan santai, stretching, atau yoga bisa membantu menjaga kebugaran dan suasana hati. Waktu terbaik biasanya menjelang berbuka atau setelah tarawih, saat energi sudah mulai kembali. Aktivitas fisik yang rutin justru membantu menjaga daya tahan tubuh selama Ramadan.

Selain faktor fisik, kesehatan mental juga punya peran besar. Stres berlebihan bisa memengaruhi sistem imun. Ramadan adalah momen yang tepat untuk menenangkan pikiran, memperbanyak aktivitas positif, dan mengurangi kebiasaan begadang yang tidak perlu. Mengelola stres dengan baik akan membuat tubuh lebih siap menghadapi perubahan ritme harian selama puasa.

Kalau Fam ingin referensi tambahan seputar pola makan dan kesehatan saat puasa, informasi dari sumber tepercaya bisa jadi pegangan. Misalnya, panduan puasa sehat dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bisa dibaca di situs resmi mereka https://www.kemkes.go.id. Untuk tips gizi seimbang selama Ramadan, artikel dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di https://www.who.int juga cukup membantu. Sumber-sumber ini bisa melengkapi pemahaman kita agar tidak sekadar ikut kebiasaan, tapi benar-benar paham apa yang dibutuhkan tubuh.

Pada akhirnya, puasa sehat: cara menjaga daya tahan tubuh selama Ramadan bukan tentang aturan yang rumit, tapi tentang kepedulian pada diri sendiri. Dengan sahur yang tepat, berbuka yang bijak, cukup minum, istirahat seimbang, dan pikiran yang lebih tenang, tubuh akan tetap kuat menemani setiap ibadah. Semoga Ramadan kali ini bisa dijalani dengan tubuh yang sehat, hati yang lapang, dan energi yang cukup dari awal sampai akhir.


Bagikan Artikel Ini