Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Mengenal Penyakit Malaria dan Tips Pencegahan serta Pengobatannya

Jaminan Kesehatan Nasional/BPJS - 27 Jun 2024 Oleh Diaz

1.199 Kali Dibaca

Malaria adalah salah satu penyakit menular yang paling mematikan di daerah tropis. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi. Malaria dapat menyebabkan gejala yang serius dan bahkan kematian jika tidak segera diobati. Artikel ini akan memberikan panduan lengkap tentang cara mengatasi malaria, mulai dari pencegahan hingga pengobatan.

Apa Itu Malaria?

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh lima spesies parasit Plasmodium: P. falciparum, P. vivax, P. ovale, P. malariae, dan P. knowlesi. Dari kelima spesies tersebut, P. falciparum adalah yang paling mematikan. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi.

Gejala Malaria

Gejala malaria biasanya muncul 10-15 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. Gejala umum malaria meliputi:

  • Demam tinggi
  • Menggigil
  • Berkeringat
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Anemia (karena penghancuran sel darah merah)

Pada kasus yang parah, malaria dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gagal ginjal, edema paru, kejang, koma, dan kematian.

Pencegahan Malaria

Pencegahan malaria sangat penting, terutama bagi mereka yang tinggal atau bepergian ke daerah endemik malaria. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang efektif:

  1. Menggunakan Kelambu Berinsektisida: Tidur di bawah kelambu yang telah diberi insektisida adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah gigitan nyamuk Anopheles.

  2. Memakai Pakaian Pelindung: Kenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang, terutama saat berada di luar ruangan pada waktu senja dan subuh ketika nyamuk Anopheles paling aktif.

  3. Menggunakan Repelan Serangga: Oleskan repelan serangga yang mengandung DEET, picaridin, atau minyak lemon eucalyptus pada kulit yang terpapar.

  4. Memasang Jaring Anti-Nyamuk di Jendela dan Pintu: Memasang jaring anti-nyamuk dapat membantu mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.

  5. Minum Obat Anti-Malaria: Konsultasikan dengan dokter mengenai obat profilaksis anti-malaria sebelum bepergian ke daerah endemik. Obat ini harus diminum sesuai petunjuk sebelum, selama, dan setelah perjalanan.

Pengobatan Malaria

Jika Anda didiagnosis menderita malaria, penting untuk segera memulai pengobatan untuk mencegah komplikasi serius. Pengobatan malaria tergantung pada jenis Plasmodium yang menyebabkan infeksi, tingkat keparahan penyakit, dan status kesehatan pasien. Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan yang umum:

  1. Obat Anti-Malaria:

    • Artemisinin-based Combination Therapies (ACTs): ACTs adalah pengobatan lini pertama untuk malaria P. falciparum. Contoh ACTs meliputi artemether-lumefantrine dan artesunate-mefloquine.
    • Chloroquine: Digunakan untuk mengobati malaria yang disebabkan oleh P. vivax, P. ovale, dan P. malariae di daerah yang tidak resisten terhadap chloroquine.
    • Primaquine: Digunakan untuk mengobati fase hati dari P. vivax dan P. ovale untuk mencegah kambuhnya infeksi.
  2. Perawatan di Rumah Sakit: Pada kasus malaria berat, pasien mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit untuk mendapatkan obat melalui infus, pengawasan ketat, dan penanganan komplikasi.

Kesimpulan

Malaria adalah penyakit serius yang memerlukan perhatian khusus, terutama di daerah tropis. Pencegahan adalah kunci utama untuk menghindari infeksi, termasuk penggunaan kelambu, repelan serangga, dan obat profilaksis. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan gejala malaria, segera cari bantuan medis untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Dengan langkah pencegahan yang tepat dan pengobatan yang efektif, kita dapat mengurangi dampak malaria dan melindungi kesehatan masyarakat di daerah tropis. Untuk informasi lebih lanjut tentang malaria dan cara mencegahnya, kunjungi situs resmi organisasi kesehatan atau berkonsultasi dengan profesional medis.


Bagikan Artikel Ini