Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Kenapa Banyak Orang Kekurangan Vitamin D?

Penyakit - 03 Dec 2025 Oleh Diaz

86 Kali Dibaca

Fam, pernah nggak sih kalian ngerasa badan gampang capek, pegal-pegal, atau mood gampang turun padahal ngerasa hidup baik-baik saja? Bisa jadi itu bukan sekadar kecapekan biasa, tapi tanda kekurangan vitamin D. Yup, vitamin yang satu ini sering diremehkan, padahal punya peran besar buat tulang, imun, sampai kesehatan mental. Dan percaya atau tidak, banyak banget orang—termasuk yang tinggal di negara tropis seperti kita—mengalami defisiensi vitamin D tanpa sadar. Jadi, yuk kita bahas pelan-pelan kenapa kondisi ini bisa terjadi dan apa aja yang perlu Fam perhatikan soal gejala vitamin D biar tetep sehat.

Pertama, alasan paling klasik: kurang terpapar sinar matahari. Kita mungkin hidup di negara yang mataharinya melimpah, tapi kebiasaan sehari-hari nggak selalu mendukung. Banyak dari kita kerja di ruangan ber-AC, jarang keluar rumah, makin jarang kena sinar matahari pagi. Belum lagi kalau tiap kali keluar langsung pakai sunscreen tebal (which is good untuk kulit, tapi tetap mengurangi produksi vitamin D). Selain itu, kualitas udara di kota besar juga menghambat masuknya sinar UVB ke permukaan kulit. Akhirnya, tubuh nggak bisa memproduksi vitamin D dengan optimal meskipun matahari ada setiap hari.

Kedua, pola makan juga punya pengaruh besar. Vitamin D sebenarnya bisa didapat dari makanan seperti ikan berlemak, kuning telur, hati sapi, atau makanan yang difortifikasi. Tapi jujur aja, berapa sering sih kita makan salmon atau sarden berkualitas tiap minggu? Dan banyak makanan sehari-hari yang kita konsumsi nggak mengandung vitamin D cukup buat memenuhi kebutuhan tubuh. Akhirnya, asupan dari makanan jauh dari cukup.

Selain itu, ada faktor usia. Semakin bertambah umur, kulit kita makin susah memproduksi vitamin D dari cahaya matahari. Orang lanjut usia juga sering lebih jarang keluar rumah, makin memperbesar risiko defisiensi. Begitu juga dengan orang yang punya kondisi tertentu seperti obesitas, masalah penyerapan lemak, atau penyakit ginjal—semuanya bikin tubuh kesulitan memanfaatkan vitamin D dengan baik.

Nah, ngomongin gejala vitamin D, kondisinya sering banget nggak disadari karena gejalanya samar. Gampang capek, otot terasa lemah, nyeri tulang, sering sakit, mood swing, gampang cemas, sampai rambut rontok parah. Kadang orang pikir itu karena stres atau kurang tidur, padahal akar masalahnya adalah defisiensi vitamin D. Kalau dibiarkan, kadar vitamin D rendah bisa berdampak lebih serius, seperti osteoporosis, gangguan imun, bahkan memengaruhi kesehatan jantung dan mental. Serem, kan, Fam?

Kabar baiknya, kondisi ini bisa dicegah dan ditangani dengan langkah sederhana. Cobalah untuk berjemur sekitar 10–15 menit di bawah sinar matahari pagi tanpa sunscreen di area tertentu seperti lengan atau kaki. Konsumsi makanan kaya vitamin D atau pertimbangkan suplemen bila diperlukan (tapi tetap konsultasikan ke tenaga kesehatan ya, Fam). Paling penting, cek kadar vitamin D secara berkala, terutama kalau Fam merasa punya gejala yang mengarah ke defisiensi. Pemeriksaan ini cepat, mudah, dan bisa memberikan gambaran jelas tentang apa yang tubuh kamu butuhkan.

Dengan memahami penyebab dan gejalanya, Fam bisa lebih aware dan menjaga tubuh tetap optimal. Jangan tunggu sampai gejala makin terasa. Yuk, prioritaskan kesehatan dari sekarang, karena kekurangan vitamin D itu real dan bisa dialami siapa aja—including kita yang tinggal di negara tropis. Jaga pola hidup, rutin cek kesehatan, dan tetap sayang sama diri sendiri. Ingat, mengenali gejala vitamin D sejak awal bisa bikin hidup lebih nyaman dan tubuh lebih kuat, Family.


Bagikan Artikel Ini