Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Isra Miraj: Refleksi Spiritual dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Tubuh

Kesehatan - 30 Dec 2025 Oleh Diaz

59 Kali Dibaca

Halo Fam, semoga kamu dan Family selalu dalam keadaan sehat dan penuh berkah. Momen Isra Miraj: refleksi spiritual dan pentingnya menjaga kesehatan tubuh bukan cuma tentang mengenang perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, tapi juga tentang mengajak kita berhenti sejenak, menarik napas, lalu berkaca pada diri sendiri. Di tengah ritme hidup yang makin cepat, sering kali kita rajin menguatkan sisi spiritual, tapi lupa bahwa tubuh juga punya hak untuk dijaga dan dihormati.

Isra Miraj mengajarkan bahwa hubungan manusia dengan Tuhan tidak bisa dilepaskan dari keseimbangan diri. Perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu naik ke Sidratul Muntaha bukan hanya peristiwa luar biasa, tapi juga simbol perjalanan batin. Di sanalah sholat diwajibkan, ibadah yang bukan sekadar ritual, tapi juga latihan disiplin, ketenangan, dan kesadaran tubuh. Coba perhatikan, dalam sholat ada gerakan berdiri, rukuk, sujud, duduk, semua dilakukan dengan ritme yang teratur. Secara tidak langsung, ini adalah bentuk aktivitas fisik ringan yang menenangkan, menyeimbangkan pikiran, dan menyehatkan jasmani.

Fam, sering kali kita memisahkan urusan ibadah dan kesehatan, seolah keduanya berjalan di jalur berbeda. Padahal, dalam Islam, tubuh adalah amanah. Menjaga kesehatan bukan soal gaya hidup modern semata, tapi bagian dari rasa syukur. Tubuh yang sehat membuat ibadah lebih khusyuk, aktivitas lebih produktif, dan emosi lebih stabil. Saat tubuh lelah atau sakit, fokus ibadah pun sering ikut terganggu. Dari sinilah refleksi Isra Miraj jadi terasa relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Di era sekarang, tantangan menjaga kesehatan tubuh semakin kompleks. Pola makan tidak teratur, kurang tidur, jarang bergerak, dan stres berkepanjangan sudah jadi cerita umum. Banyak dari kita yang sibuk mengejar target duniawi, sampai lupa mendengarkan sinyal tubuh sendiri. Padahal, menjaga kesehatan tidak selalu harus rumit. Cukup dengan langkah kecil tapi konsisten, seperti makan seimbang, minum air putih cukup, tidur berkualitas, dan menyempatkan waktu bergerak setiap hari. Semua itu sejalan dengan nilai Islam yang mendorong umatnya untuk hidup seimbang, tidak berlebihan, dan penuh kesadaran.

Refleksi spiritual dari Isra Miraj juga mengajak kita lebih peka terhadap kondisi batin. Kesehatan mental dan spiritual punya hubungan erat dengan kesehatan fisik. Saat hati tenang, pikiran jernih, tubuh pun cenderung lebih kuat. Ibadah, doa, dan dzikir bisa menjadi “ruang istirahat” bagi jiwa yang lelah. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa praktik spiritual dapat membantu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kualitas hidup. 

Menjaga kesehatan tubuh juga berarti mengenali batas diri. Tidak memaksakan diri saat lelah, tidak menyepelekan keluhan kecil, dan berani memeriksakan diri ketika ada tanda tidak beres. Dalam perspektif spiritual, ikhtiar menjaga kesehatan adalah bentuk tanggung jawab, bukan tanda kurangnya iman. Justru dengan usaha maksimal dan doa yang tulus, kita menunjukkan kepasrahan yang utuh. Allah mencintai hamba-Nya yang menjaga amanah, termasuk amanah berupa tubuh dan kehidupan.

Fam, Isra Miraj juga mengingatkan bahwa perjalanan hidup manusia bukan lomba siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling sadar arah. Tubuh yang sehat membantu kita berjalan lebih jauh dan lebih tenang di jalan itu. Saat fisik terjaga, kita punya energi untuk berbuat baik, membantu sesama, dan menjalani peran dengan optimal, baik sebagai anggota keluarga, pekerja, maupun bagian dari masyarakat.

Di akhir refleksi ini, semoga Isra Miraj: refleksi spiritual dan pentingnya menjaga kesehatan tubuh tidak berhenti sebagai tema peringatan tahunan saja, tapi menjadi pengingat lembut dalam keseharian kita. Mari rawat iman dengan ibadah, dan rawat tubuh dengan gaya hidup sehat. Karena keduanya saling menguatkan, saling menjaga, dan sama-sama mengantarkan kita pada hidup yang lebih bermakna, Fam.


Bagikan Artikel Ini