Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Influenza pada Anak & Lansia: Risiko yang Sering Diremehkan

Penyakit - 31 Dec 2025 Oleh Diaz

51 Kali Dibaca

Hai Fam atau Family ???? Selamat membaca artikel santai tapi penting ini tentang Influenza pada Anak & Lansia: Risiko yang Sering Diremehkan. Sebelum masuk ke pembahasan, yuk kita tandai dulu kata kunci yang akan sering muncul di artikel ini: influenza pada anak dan lansia berisiko influenza — karena kedua kelompok umur ini ternyata sering dianggap remeh padahal risikonya nyata dan tidak boleh diabaikan.

Kalau selama ini kamu mengira influenza itu “cuma flu biasa”, artikel ini bakal sedikit membuka mata tentang bagaimana influenza pada anak dan lansia berisiko influenza bisa berdampak jauh lebih serius daripada sekedar bersin-bersin dan pilek. Virus influenza menyebar dari satu orang ke orang lain lewat droplet kecil saat batuk atau bersin, dan itulah yang membuatnya begitu mudah menular terutama di musim hujan atau pancaroba.

Anak-anak, terutama yang di bawah usia 5 tahun dan paling tinggi risikonya adalah yang belum genap dua tahun, cenderung mengalami komplikasi flu yang lebih parah dibanding orang dewasa sehat. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang dan sering kali belum cukup kuat untuk melawan serangan virus. CDC di Amerika Serikat menyatakan bahwa setiap tahun terdapat ribuan anak yang dirawat di rumah sakit akibat influenza, dan meskipun jarang, ada juga yang berakhir dengan masalah serius seperti pneumonia atau gangguan neurologis Bahkan selama musim flu 2024–2025 di AS, puluhan hingga ratusan anak meninggal dunia karena komplikasi flu, banyak di antaranya terjadi pada mereka yang belum divaksin lengkap.

Di sisi lain, para lansia juga menghadapi tantangan yang tak kalah besar saat terkena flu. Setelah usia 65 tahun, kekuatan sistem imun merosot secara alami, membuat tubuh kurang tangguh menghadapi infeksi. Data dari CDC menunjukkan bahwa meskipun orang tua hanya sebagian kecil dari total kunjungan medis untuk influenza, mereka justru menyumbang sebagian besar rawat inap dan kematian yang berkaitan dengan flu. 

Komplikasi yang menanti kedua kelompok ini bisa sangat beragam dan menakutkan. Anak-anak bisa mengalami pneumonia, dehidrasi, infeksi telinga atau sinus, hingga gangguan otak seperti encephalopathy. Lansia juga tidak luput dari risiko pneumonia berat, gagal napas, sampai memperburuk kondisi kronis yang sudah ada sebelumnya. Karena itu, mitos bahwa “flu itu hanya penyakit ringan” harus diluruskan, terutama jika menyangkut influenza pada anak dan lansia berisiko influenza.

Pencegahan adalah kunci utama. Vaksinasi tahunan terhadap influenza direkomendasikan untuk semua orang usia enam bulan ke atas karena dapat mengurangi kemungkinan sakit dan terutama mengurangi gejala parah dan risiko rawat inap.Selain vaksin, langkah sederhana seperti mencuci tangan rutin, menjaga jarak dari orang sakit, dan menjaga pola hidup sehat juga sangat membantu menjaga tubuh tetap kuat menghadapi serangan virus. 

Jika Si Kecil atau anggota keluarga lanjut usia mulai batuk, demam tinggi secara tiba-tiba, atau menunjukkan tanda-tanda kesulitan bernapas, langkah cepat untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bisa membuat perbedaan besar dalam hasil akhirnya. Obat antivirus juga bisa diresepkan dokter dan paling efektif jika diberikan dalam 48 jam pertama setelah gejala muncul. 

Ringkasnya, jangan remehkan influenza hanya karena kita sering melihatnya sebagai “flu biasa”. Bagi anak kecil dan para lansia, virus ini bisa membawa dampak serius yang jauh lebih berat daripada sekadar rasa tidak enak badan. Edukasi, pencegahan melalui vaksinasi, dan respons cepat terhadap gejala adalah langkah-langkah yang bisa menyelamatkan nyawa mereka yang paling rentan.

 

Akhir kata, tetap jaga kesehatan Fam, dan jangan anggap enteng influenza — terutama bagi yang paling kita sayangi ???? Fam, kesehatan itu investasi! ????


Bagikan Artikel Ini