Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Hipertensi: Pengertian, Penyebab, dan Penanganannya

Penyakit - 10 Feb 2025 Oleh Diaz

457 Kali Dibaca

Hipertensi, atau yang lebih dikenal sebagai tekanan darah tinggi, adalah kondisi medis di mana tekanan darah dalam arteri meningkat secara abnormal. Tekanan darah diukur dalam dua angka: tekanan sistolik (angka atas) yang menunjukkan tekanan saat jantung memompa darah, dan tekanan diastolik (angka bawah) yang menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara detak. Angka yang dianggap normal adalah sekitar 120/80 mmHg, sedangkan hipertensi seringkali ditentukan ketika tekanan darah berada di atas 140/90 mmHg.

Penyebab Hipertensi

Hipertensi dapat dibagi menjadi dua kategori: hipertensi primer (esensial) dan hipertensi sekunder.

  1. Hipertensi Primer: Jenis ini tidak memiliki penyebab yang jelas. Faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup dapat berkontribusi terhadap perkembangan hipertensi primer. Beberapa faktor risiko termasuk:

    • Usia
    • Riwayat keluarga
    • Konsumsi garam yang berlebihan
    • Kegemukan atau obesitas
    • Gaya hidup yang kurang aktif
    • Stres
  2. Hipertensi Sekunder: Jenis ini disebabkan oleh kondisi medis tertentu atau penggunaan obat-obatan. Beberapa penyebabnya meliputi:

    • Penyakit ginjal
    • Gangguan hormonal
    • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti pil KB atau steroid
    • Kecanduan alkohol atau obat-obatan terlarang

Gejala Hipertensi

Hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga sering disebut sebagai "pembunuh diam-diam". Namun, beberapa orang mungkin mengalami gejala seperti:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Sesak napas
  • Pendarahan hidung

Jika hipertensi tidak dikelola secara tepat, dapat mengarah pada komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal.

Penanganan Hipertensi

Mengelola hipertensi memerlukan pendekatan yang komprehensif, termasuk perubahan gaya hidup dan, jika perlu, pengobatan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

  1. Perubahan Gaya Hidup:

    • Diet Sehat: Konsumsi makanan yang kaya akan buah, sayur, biji-bijian, dan rendah lemak. Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) sangat dianjurkan.
    • Kurangi Asupan Garam: Batasi konsumsi natrium untuk membantu menurunkan tekanan darah.
    • Olahraga Teratur: Lakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu. Aktivitas seperti berjalan, jogging, atau bersepeda dapat membantu.
    • Hindari Alkohol dan Rokok: Mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol dan merokok dapat berkontribusi pada penurunan tekanan darah.
  2. Pengobatan:
    Jika perubahan gaya hidup saja tidak cukup, dokter mungkin akan meresepkan obat antihipertensi yang bervariasi, seperti diuretik, beta-blocker, ACE inhibitor, atau calcium channel blockers.

Kesimpulan

Hipertensi adalah kondisi kesehatan yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius. Penting untuk rutin memeriksakan tekanan darah dan menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah dan mengelola hipertensi. Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami tanda-tanda hipertensi, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Referensi

  • American Heart Association
  • World Health Organization (WHO)
  • National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI)


Bagikan Artikel Ini