Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Gigi Lebih Bersih, Senyum Lebih Percaya Diri: Pentingnya Scaling Rutin

Kesehatan - 30 Dec 2025 Oleh Diaz

147 Kali Dibaca

Hai Fam, pernah nggak sih kamu ngerasa udah rajin sikat gigi tapi kok gigi masih keliatan kusam, bau mulut datang tanpa undangan, atau gusi gampang berdarah? Nah, di sinilah scaling gigi rutin punya peran penting. Topik gigi lebih bersih, senyum lebih percaya diri bukan sekadar slogan, tapi kebutuhan nyata buat kesehatan mulut dan rasa percaya diri kita sehari-hari. Scaling gigi rutin adalah salah satu perawatan yang sering diremehkan, padahal dampaknya panjang dan terasa banget.

Banyak orang mengira sikat gigi dua kali sehari sudah cukup. Faktanya, sisa plak dan karang gigi bisa menumpuk di area yang nggak terjangkau sikat, terutama di sela gigi dan garis gusi. Karang gigi inilah biang masalah utama. Kalau dibiarkan, dia bisa memicu radang gusi, bau mulut kronis, bahkan gigi goyang. Dengan scaling gigi rutin, karang yang mengeras akan dibersihkan secara menyeluruh oleh tenaga profesional menggunakan alat khusus yang aman.

Scaling bukan cuma soal kebersihan, tapi juga pencegahan. Gusi yang sering berdarah saat sikat gigi sering dianggap sepele, padahal itu tanda awal gingivitis. Kalau terus dibiarkan, bisa berkembang jadi periodontitis yang lebih serius dan berisiko menyebabkan kehilangan gigi. Scaling membantu menghentikan proses ini sejak dini. Setelah karang gigi dibersihkan, gusi punya kesempatan untuk pulih dan kembali sehat.

Selain kesehatan, ada efek yang langsung terasa yaitu penampilan. Gigi yang bebas karang otomatis terlihat lebih cerah. Senyum jadi lebih lega buat dipamerkan, ngobrol lebih pede tanpa takut bau mulut, dan interaksi sosial terasa lebih nyaman. Banyak Fam yang bilang setelah scaling, mereka jadi lebih rajin senyum karena merasa mulutnya “ringan” dan bersih. Rasa percaya diri itu efek domino yang sering nggak disadari.

Masih banyak mitos soal scaling yang bikin orang ragu. Ada yang takut gigi jadi ngilu permanen, ada juga yang percaya scaling bikin gigi renggang. Faktanya, ngilu setelah scaling biasanya sementara dan terjadi karena karang gigi yang menutupi permukaan gigi sudah dibersihkan. Soal gigi renggang, yang sebenarnya terjadi adalah karang gigi yang selama ini “mengisi” celah ikut hilang, jadi jarak asli gigi terlihat kembali. Bukan scaling yang bikin renggang, tapi karang gigi yang sebelumnya menumpuk.

Idealnya, scaling dilakukan setiap enam bulan sekali. Namun, frekuensi ini bisa menyesuaikan kondisi masing-masing orang. Perokok, peminum kopi atau teh berat, dan orang dengan riwayat masalah gusi biasanya disarankan lebih rutin. Konsultasi dengan dokter gigi akan membantu menentukan jadwal yang paling pas.

Scaling juga jadi momen penting untuk evaluasi kesehatan mulut secara keseluruhan. Dokter gigi bisa mendeteksi masalah lain seperti gigi berlubang kecil, tanda awal infeksi, atau kebiasaan buruk yang berdampak ke gigi. Jadi, satu kali datang bukan cuma bersih-bersih, tapi juga investasi jangka panjang buat kesehatan mulut.

Intinya, Fam, jangan nunggu sakit dulu baru ke dokter gigi. Scaling gigi rutin itu langkah sederhana tapi efeknya besar. Mulai dari mulut yang lebih sehat, gigi lebih bersih, sampai senyum yang lebih percaya diri. Kalau senyum udah pede, banyak hal lain ikut terasa lebih ringan. Jadi, jangan ragu menjadikan scaling gigi rutin sebagai bagian dari perawatan diri kamu. Ingat, gigi lebih bersih, senyum lebih percaya diri bukan mimpi, tapi hasil dari kebiasaan yang tepat dan konsisten.


Bagikan Artikel Ini