Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Gejala dan Pengobatan Penyakit Bronkitis

Jaminan Kesehatan Nasional/BPJS - 13 May 2025 Oleh Diaz

323 Kali Dibaca

Penyakit bronkitis adalah peradangan pada saluran bronkial yang menghubungkan tenggorokan ke paru-paru. Kondisi ini dapat bersifat akut (jangka pendek) maupun kronis (jangka panjang). Bronkitis menyebabkan produksi lendir berlebih dan penyempitan saluran pernapasan, sehingga menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu pernapasan.

Gejala bronkitis bisa bervariasi tergantung pada jenisnya, akut atau kronis, namun secara umum meliputi batuk berdahak yang berlangsung selama beberapa minggu. Dahak bisa berwarna bening, putih, kuning, atau hijau. Sesak napas atau napas terasa berat, terutama saat aktivitas fisik, juga sering terjadi. Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada, terutama saat batuk, menjadi keluhan umum. Pada bronkitis akut, biasanya disertai dengan lelah dan demam ringan. Suara napas mengi (wheezing) akibat penyempitan saluran pernapasan juga dapat muncul, serta sakit tenggorokan dan hidung tersumbat yang sering menyertai bronkitis akut.

Pada bronkitis kronis, batuk berdahak terjadi hampir setiap hari selama minimal tiga bulan dalam dua tahun berturut-turut. Kondisi ini biasanya terkait dengan paparan jangka panjang terhadap iritan seperti asap rokok atau polusi udara.

Pengobatan bronkitis bertujuan untuk meredakan gejala, mempercepat pemulihan, dan mencegah komplikasi. Untuk bronkitis akut, istirahat yang cukup sangat dianjurkan agar tubuh dapat melawan infeksi dengan baik. Minum banyak cairan membantu mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Obat pereda demam dan nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk mengurangi demam dan rasa tidak nyaman. Obat batuk sebaiknya hanya digunakan jika batuk sangat mengganggu tidur, karena batuk berdahak sebenarnya membantu membersihkan saluran pernapasan. Menghindari asap rokok dan polusi sangat penting agar kondisi tidak memburuk. Jika bronkitis disebabkan oleh infeksi bakteri, yang jarang terjadi, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik.

Untuk bronkitis kronis, langkah paling penting adalah berhenti merokok untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada saluran pernapasan. Obat bronkodilator digunakan untuk melebarkan saluran napas dan memudahkan pernapasan. Kortikosteroid inhalasi dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pernapasan. Pada kasus bronkitis kronis yang berat dengan gangguan pernapasan, terapi oksigen mungkin diperlukan. Rehabilitasi paru yang meliputi latihan pernapasan dan edukasi juga dapat meningkatkan kualitas hidup penderita. Vaksinasi flu dan pneumonia sangat dianjurkan untuk mencegah infeksi yang dapat memperburuk kondisi bronkitis kronis.

Pencegahan bronkitis meliputi menghindari merokok dan paparan asap rokok, menggunakan masker jika berada di lingkungan berpolusi atau berdebu, serta menjaga kebersihan tangan dan menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit untuk mencegah infeksi virus penyebab bronkitis akut. Jika batuk berdahak berlangsung lebih dari tiga minggu, disertai demam tinggi, sesak napas berat, atau dahak berdarah, segera konsultasikan ke dokter.

Bronkitis adalah peradangan saluran bronkial yang menyebabkan batuk berdahak, sesak napas, dan gejala lain yang mengganggu pernapasan. Pengobatan tergantung pada jenis bronkitis, akut atau kronis, dan meliputi istirahat, pengobatan simtomatik, serta perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok. Pencegahan dengan menghindari iritan dan menjaga kebersihan sangat penting untuk mengurangi risiko bronkitis.


Bagikan Artikel Ini