Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Diabetes Dapat Mempengaruhi Fungsi Kognitif, Menyebabkan Pelupa

Kesehatan - 14 Dec 2024 Oleh Diaz

888 Kali Dibaca

Diabetes, sebuah kondisi medis yang memengaruhi cara tubuh mengelola gula darah, tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan kognitif seseorang. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penderita diabetes memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap masalah memori dan kehilangan kemampuan kognitif, yang sering kali terlihat sebagai pelupa.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal "Diabetes Care", para peneliti menemukan bahwa individu dengan diabetes tipe 2 mengalami penurunan fungsi kognitif yang lebih cepat dibandingkan dengan mereka tanpa diabetes. Kondisi ini sangat terkait dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol, yang dapat menyebabkan kerusakan saraf dan otak dalam jangka panjang.

Menurut Dr. Aisha Rahmani, ahli endokrinologi dari Rumah Sakit Umum Jakarta, "Hubungan antara diabetes dan masalah memori dapat dijelaskan oleh beberapa faktor. Fluktuasi kadar gula darah yang ekstrim dapat memengaruhi aliran darah ke otak, sehingga menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak. Selain itu, peradangan yang terkait dengan diabetes juga dapat berkontribusi pada masalah kognitif."

Gejala pelupa pada penderita diabetes sering kali muncul secara perlahan, mulai dari kesulitan mengingat nama, peristiwa, hingga kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas sehari-hari. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat berkembang menjadi demensia, sebuah gangguan yang lebih serius yang memengaruhi kemampuan berfungsi sehari-hari.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun diabetes dapat meningkatkan risiko pelupa, langkah-langkah pencegahan dapat diambil. Menjaga kadar gula darah dalam rentang yang sehat, rutin berolahraga, dan mengadopsi pola makan seimbang dapat membantu menjaga kesehatan kognitif. Dr. Rahmani menekankan, "Perawatan yang baik dan manajemen diabetes tidak hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga sangat penting untuk kesehatan otak."

Masyarakat diimbau untuk lebih menyadari dan memperhatikan perubahan dalam fungsi kognitif, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat diabetes. Konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan untuk membantu mengelola kondisi ini dengan lebih baik dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Dengan meningkatnya kasus diabetes di seluruh dunia, kesadaran akan dampaknya terhadap kesehatan mental dan kognitif menjadi sangat penting. Memahami hubungan antara diabetes dan pelupa dapat membantu penderita mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kualitas hidup mereka.


Bagikan Artikel Ini