Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Demensia - Gejala, Penyebab, dan Mengobati

Jaminan Kesehatan Nasional/BPJS - 21 Oct 2024 Oleh Diaz

1.085 Kali Dibaca

Demensia adalah gangguan yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif otak, termasuk memori, kemampuan berpikir, dan perilaku. Kondisi ini memengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Demensia bukan bagian normal dari penuaan, meskipun sering terjadi pada lansia. Artikel ini akan membahas gejala, penyebab, dan cara mengobati demensia.

Gejala Demensia

Gejala demensia bervariasi tergantung pada tahapannya dan penyebab yang mendasarinya. Namun, beberapa gejala umum yang sering muncul meliputi:

  1. Gangguan Memori
    Sering lupa dengan kejadian baru-baru ini atau kesulitan mengingat informasi penting, seperti nama orang atau tempat.

  2. Kebingungan
    Sulit memahami waktu, tanggal, atau lokasi, serta sering tersesat bahkan di tempat yang dikenal.

  3. Kesulitan Berbicara dan Berkomunikasi
    Mengalami kesulitan untuk menemukan kata-kata yang tepat, mengikuti percakapan, atau memahami informasi.

  4. Perubahan Kepribadian dan Perilaku
    Muncul perubahan mood yang drastis, seperti menjadi lebih cemas, mudah marah, atau depresi. Beberapa penderita juga bisa menjadi lebih apatis atau menarik diri dari aktivitas sosial.

  5. Gangguan Kemampuan Berpikir
    Mengalami kesulitan dalam melakukan perencanaan, pengambilan keputusan, atau pemecahan masalah sederhana.

  6. Kesulitan Melakukan Aktivitas Sehari-hari
    Penderita demensia mungkin tidak lagi mampu melakukan kegiatan sederhana yang biasanya rutin dilakukan, seperti memasak, mengelola keuangan, atau mengendarai mobil.

Jika gejala-gejala ini mulai terlihat pada diri sendiri atau orang terdekat, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan lebih lanjut.

Penyebab Demensia

Demensia bukanlah penyakit tunggal, melainkan kumpulan gejala yang disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak. Beberapa penyebab umum demensia antara lain:

  1. Penyakit Alzheimer
    Penyakit Alzheimer adalah penyebab demensia yang paling umum, yaitu sekitar 60-80% dari semua kasus. Penyakit ini merusak area otak yang terkait dengan memori dan berpikir.

  2. Demensia Vaskular
    Disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke otak, biasanya akibat stroke atau penyumbatan pembuluh darah, yang mengakibatkan kerusakan jaringan otak.

  3. Demensia dengan Badan Lewy
    Penyakit ini disebabkan oleh penumpukan protein abnormal (badan Lewy) di dalam otak, yang memengaruhi kemampuan kognitif, pergerakan, dan tidur.

  4. Penyakit Parkinson
    Meskipun dikenal sebagai gangguan gerak, penyakit Parkinson pada tahap lanjut juga dapat menyebabkan demensia.

  5. Demensia Frontotemporal
    Penyakit ini menyerang bagian depan dan samping otak, yang bertanggung jawab atas perilaku, bahasa, dan emosi.

Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko demensia adalah usia lanjut, riwayat keluarga, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Cara Mengobati Demensia

Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan demensia, tetapi pengobatan dapat membantu mengurangi gejala dan memperlambat perkembangan penyakit. Beberapa langkah pengobatan yang sering dilakukan antara lain:

  1. Obat-obatan

    • Inhibitor kolinesterase (seperti donepezil, rivastigmine, dan galantamine) dapat membantu meningkatkan kadar asetilkolin di otak, yang berperan penting dalam memori dan kognisi.
    • Memantine, digunakan untuk mengatur aktivitas glutamat, zat kimia otak yang terlibat dalam proses pembelajaran dan memori.
  2. Terapi Non-Farmakologis

    • Terapi kognitif dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir dan mengelola gejala kognitif yang menurun.
    • Terapi perilaku bisa membantu mengatasi perubahan perilaku atau suasana hati yang dialami penderita demensia.
    • Stimulasi mental dan fisik, seperti melakukan aktivitas yang merangsang otak dan latihan fisik secara teratur, terbukti dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif.
  3. Perawatan Pendukung
    Merancang lingkungan yang aman, memberikan dukungan emosional, dan memastikan perawatan harian yang memadai adalah kunci penting dalam pengelolaan demensia. Dukungan dari keluarga, teman, dan tenaga medis juga sangat penting.

Pencegahan Demensia

Meskipun tidak semua penyebab demensia dapat dicegah, beberapa langkah gaya hidup dapat menurunkan risikonya:

  • Menjaga kesehatan jantung, termasuk mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah.
  • Aktivitas fisik secara teratur, karena ini membantu meningkatkan aliran darah ke otak.
  • Stimulasi mental, dengan melakukan aktivitas yang menantang otak seperti membaca, belajar hal baru, atau bermain permainan yang membutuhkan strategi.
  • Diet sehat, dengan memperbanyak konsumsi buah, sayuran, ikan, dan biji-bijian utuh, serta menghindari makanan olahan dan tinggi lemak jenuh.
  • Menghindari rokok dan alkohol berlebihan untuk menjaga kesehatan otak dan sistem pembuluh darah.

Kesimpulan

Demensia adalah gangguan serius yang memengaruhi kemampuan kognitif seseorang dan dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup. Meskipun tidak ada obat yang dapat menyembuhkan demensia, deteksi dini, pengobatan, serta dukungan yang tepat dapat membantu memperlambat penurunan fungsi otak dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Pencegahan melalui gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin juga penting untuk mengurangi risiko terkena demensia.


Bagikan Artikel Ini