Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Cara Mengatasi Mual dan Muntah
Jaminan Kesehatan Nasional/BPJS - 15 May 2025 Oleh Diaz
358 Kali DibacaMual dan muntah adalah gejala yang sering dialami dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti gangguan pencernaan, infeksi, kehamilan, efek samping obat, hingga kondisi medis yang lebih serius. Mengatasi mual dan muntah dengan tepat sangat penting untuk mencegah dehidrasi dan mempercepat pemulihan.
Penyebab umum mual dan muntah meliputi infeksi virus atau bakteri pada saluran pencernaan (gastroenteritis), keracunan makanan, efek samping obat-obatan tertentu, kehamilan terutama pada trimester pertama (morning sickness), migrain atau sakit kepala berat, masalah pada telinga bagian dalam yang memengaruhi keseimbangan, stres atau kecemasan, serta kondisi medis seperti penyakit lambung, pankreatitis, atau gangguan hati.
Untuk mengatasi mual dan muntah, langkah pertama adalah beristirahat yang cukup dengan berbaring di tempat yang nyaman dan menghindari aktivitas berat yang dapat memperburuk kondisi. Minumlah cairan dalam jumlah kecil tapi sering, seperti air putih atau larutan rehidrasi oral (oralit), untuk mencegah dehidrasi akibat muntah. Hindari minuman berkafein, beralkohol, atau bersoda yang dapat memperparah mual.
Saat mulai merasa lebih baik, konsumsi makanan yang mudah dicerna seperti roti tawar, nasi putih, pisang, atau sup kaldu. Hindari makanan berlemak, pedas, atau berat yang dapat memicu mual kembali. Usahakan juga untuk menghindari bau menyengat atau makanan tertentu yang dapat memperparah rasa mual dengan berada di ruangan yang memiliki ventilasi baik.
Jika diperlukan, obat anti-mual seperti dimenhidrinat atau metoklopramid bisa digunakan, tetapi sebaiknya sesuai anjuran dokter. Posisi tubuh juga penting; duduk atau berbaring dengan kepala sedikit terangkat dapat membantu mengurangi rasa mual.
Segera konsultasikan ke dokter jika muntah terus-menerus lebih dari 24 jam, muntah disertai darah atau cairan berwarna seperti kopi, muncul tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, pusing, atau penurunan kesadaran, demam tinggi yang tidak turun, nyeri perut hebat, atau mual dan muntah yang berat pada ibu hamil.
Bagikan Artikel Ini