Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Seberapa Sering Scaling Gigi Perlu Dilakukan?
Klinik Gigi - 14 Jam Lalu Oleh Diaz
26 Kali DibacaFamily, pernah bertanya-tanya apakah scaling gigi perlu dilakukan setiap bulan, setiap tahun, atau hanya saat gigi terasa bermasalah? Pertanyaan ini cukup sering muncul karena banyak orang menganggap scaling gigi hanya diperlukan ketika karang gigi sudah terlihat jelas. Padahal, menjaga kebersihan gigi dan mulut tidak hanya soal menyikat gigi setiap hari. Salah satu perawatan yang penting untuk dilakukan secara rutin adalah scaling gigi, yaitu prosedur pembersihan karang gigi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan gigi menggunakan alat khusus.
Karang gigi terbentuk dari plak yang menumpuk dan mengeras di permukaan gigi. Plak sendiri merupakan lapisan tipis yang berisi sisa makanan, bakteri, dan zat lainnya yang terus terbentuk setiap hari. Jika tidak dibersihkan dengan baik, plak akan mengeras menjadi karang gigi yang sulit dihilangkan hanya dengan sikat gigi biasa. Di sinilah scaling gigi berperan untuk membantu membersihkan area yang tidak dapat dijangkau oleh perawatan harian di rumah.
Lalu, seberapa sering scaling gigi perlu dilakukan? Secara umum, dokter gigi merekomendasikan scaling gigi setiap enam bulan sekali. Jadwal ini dianggap ideal untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi serta mencegah penumpukan karang gigi yang berlebihan. Namun, frekuensi scaling sebenarnya bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang cukup melakukan scaling dua kali setahun, tetapi ada juga yang memerlukan perawatan lebih sering karena kondisi tertentu.
Misalnya, seseorang yang memiliki riwayat penyakit gusi, mudah mengalami penumpukan karang gigi, merokok, atau menggunakan behel mungkin membutuhkan scaling setiap tiga hingga empat bulan sekali. Sebaliknya, orang dengan kebersihan mulut yang sangat baik dan minim penumpukan karang gigi bisa saja mendapat rekomendasi scaling setahun sekali setelah pemeriksaan dokter gigi. Karena itu, pemeriksaan rutin tetap penting agar kebutuhan perawatan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Banyak orang menunda scaling karena merasa tidak ada keluhan pada giginya. Padahal, karang gigi sering kali berkembang tanpa menimbulkan rasa sakit. Tanda-tanda seperti gusi mudah berdarah saat menyikat gigi, bau mulut yang tidak kunjung hilang, atau perubahan warna pada sela-sela gigi bisa menjadi indikasi adanya penumpukan plak dan karang gigi. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini dapat memicu radang gusi hingga penyakit periodontal yang lebih serius.
Selain membantu menjaga kesehatan gusi, scaling gigi juga memberikan manfaat dari sisi kenyamanan dan penampilan. Setelah karang gigi dibersihkan, permukaan gigi biasanya terasa lebih halus dan bersih. Bau mulut yang disebabkan oleh bakteri pada karang gigi juga dapat berkurang. Tidak sedikit orang yang merasa lebih percaya diri setelah melakukan scaling karena senyumnya terlihat lebih bersih dan segar.
Ada pula anggapan bahwa scaling dapat membuat gigi menjadi tipis atau renggang. Faktanya, scaling tidak mengikis lapisan gigi yang sehat. Sensasi gigi terasa lebih renggang setelah scaling biasanya terjadi karena karang gigi yang sebelumnya menumpuk di sela-sela gigi sudah dibersihkan. Dengan kata lain, ruang tersebut memang sudah ada sebelumnya tetapi tertutup oleh karang gigi.
Agar hasil scaling lebih optimal, Family juga perlu menjaga kebersihan gigi setiap hari. Menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi, serta mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula dapat membantu memperlambat pembentukan plak. Kebiasaan sederhana ini akan membuat kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga di antara jadwal kunjungan ke dokter gigi.
Jika ingin mendapatkan informasi tambahan mengenai kesehatan gigi dan mulut, Family bisa membaca edukasi dari Kementerian Kesehatan RI atau referensi kesehatan mulut dari World Health Organization (WHO). Sumber-sumber tersebut menyediakan informasi yang bermanfaat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan gusi sejak dini.
Jadi, Family, tidak ada satu jawaban yang benar untuk semua orang mengenai frekuensi scaling. Namun, sebagai panduan umum, pemeriksaan dan scaling gigi setiap enam bulan sekali merupakan langkah yang baik untuk menjaga kesehatan mulut dalam jangka panjang. Jangan menunggu sampai muncul rasa sakit atau gusi berdarah untuk memeriksakan diri. Dengan melakukan scaling gigi secara rutin dan menjaga kebersihan mulut setiap hari, risiko masalah gigi dan gusi dapat ditekan sehingga senyum sehat tetap terjaga sepanjang waktu.
Bagikan Artikel Ini