Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Karang Gigi Tidak Hilang dengan Sikat Gigi, Benarkah?
Klinik Gigi - 15 Jam Lalu Oleh Diaz
15 Kali DibacaHalo Fam, pernahkah merasa sudah rajin menyikat gigi dua kali sehari, tetapi saat bercermin masih terlihat lapisan kekuningan atau kecokelatan yang menempel di sela-sela gigi? Banyak orang bertanya-tanya, apakah benar karang gigi tidak hilang dengan sikat gigi? Jawabannya adalah benar. Menyikat gigi sangat penting untuk menjaga kebersihan mulut, tetapi ada kondisi tertentu yang tidak bisa diatasi hanya dengan sikat gigi biasa. Memahami perbedaan antara plak dan karang gigi dapat membantu Family menjaga kesehatan gigi dan gusi dengan lebih optimal.
Karang gigi merupakan plak yang telah mengeras akibat penumpukan sisa makanan, bakteri, dan mineral dari air liur. Pada awalnya, plak berbentuk lapisan tipis yang lembut dan lengket sehingga masih bisa dibersihkan dengan menyikat gigi secara rutin. Namun, jika plak dibiarkan menempel terlalu lama, biasanya dalam hitungan hari, mineral dari air liur akan membuatnya mengeras menjadi karang gigi. Ketika sudah mencapai tahap ini, karang gigi tidak dapat dihilangkan hanya dengan sikat gigi maupun obat kumur.
Inilah alasan mengapa banyak orang merasa sudah rutin menyikat gigi tetapi tetap memiliki karang gigi. Sikat gigi dirancang untuk membersihkan plak, sisa makanan, dan bakteri yang masih berada di permukaan gigi. Sementara itu, karang gigi yang sudah mengeras memiliki tekstur yang kuat dan menempel erat pada permukaan gigi, bahkan sering kali berada di bawah garis gusi. Karena itulah diperlukan tindakan profesional untuk membersihkannya.
Karang gigi paling sering ditemukan di bagian belakang gigi bawah depan dan sisi luar gigi geraham atas. Area-area tersebut berada dekat dengan saluran kelenjar ludah sehingga lebih mudah mengalami penumpukan mineral. Jika tidak dibersihkan, karang gigi dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri yang memicu berbagai masalah kesehatan mulut.
Salah satu dampak paling umum dari karang gigi adalah radang gusi atau gingivitis. Tanda-tandanya meliputi gusi kemerahan, bengkak, dan mudah berdarah saat menyikat gigi. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa penanganan, peradangan dapat berkembang menjadi penyakit jaringan penyangga gigi yang lebih serius. Pada tahap lanjut, gigi bisa menjadi goyang bahkan berisiko tanggal.
Selain menyebabkan gangguan pada gusi, karang gigi juga dapat menimbulkan bau mulut yang tidak sedap. Bakteri yang berkembang di sekitar karang gigi menghasilkan senyawa berbau yang membuat napas terasa kurang segar. Tidak jarang seseorang merasa percaya diri menurun karena masalah ini, terutama saat berbicara dengan orang lain dalam jarak dekat.
Lalu, bagaimana cara menghilangkan karang gigi? Solusi yang paling efektif adalah melakukan scaling gigi di fasilitas kesehatan atau klinik gigi. Scaling merupakan prosedur pembersihan karang gigi menggunakan alat khusus yang dirancang untuk mengangkat endapan keras pada permukaan gigi maupun di bawah garis gusi. Prosedur ini dilakukan oleh dokter gigi atau tenaga profesional yang berkompeten sehingga aman dan efektif.
Masih ada anggapan bahwa scaling dapat membuat gigi menjadi tipis atau renggang. Faktanya, scaling tidak menyebabkan gigi terkikis. Setelah karang gigi dibersihkan, sebagian orang merasa ada celah yang sebelumnya tidak terlihat. Hal ini terjadi karena ruang tersebut sebelumnya tertutup oleh tumpukan karang gigi, bukan karena gigi menjadi renggang akibat tindakan scaling.
Meski karang gigi tidak bisa dihilangkan dengan sikat gigi, bukan berarti menyikat gigi menjadi tidak penting. Justru kebiasaan menyikat gigi yang benar tetap menjadi langkah utama untuk mencegah terbentuknya karang gigi baru. Gunakan sikat gigi berbulu lembut, pasta gigi berfluoride, dan sikat gigi minimal dua kali sehari. Jangan lupa membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi atau dental floss agar plak tidak menumpuk di area yang sulit dijangkau.
Pola makan juga berpengaruh terhadap pembentukan plak dan karang gigi. Mengurangi konsumsi makanan manis serta minuman tinggi gula dapat membantu menekan pertumbuhan bakteri penyebab plak. Selain itu, perbanyak minum air putih dan konsumsi buah serta sayuran yang dapat membantu menjaga kebersihan rongga mulut secara alami.
Jadi, Fam, jika selama ini bertanya-tanya apakah karang gigi tidak hilang dengan sikat gigi, jawabannya memang benar. Sikat gigi berfungsi mencegah dan membersihkan plak sebelum mengeras, tetapi karang gigi yang sudah terbentuk memerlukan tindakan scaling oleh tenaga profesional. Dengan menjaga kebiasaan menyikat gigi yang baik, membersihkan sela-sela gigi, dan melakukan kontrol rutin ke dokter gigi, Family dapat mencegah penumpukan karang gigi serta menjaga kesehatan gigi dan gusi dalam jangka panjang. Ingat, semakin cepat karang gigi ditangani, semakin mudah menjaga senyum tetap sehat dan nyaman setiap hari.
Bagikan Artikel Ini