Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Seberapa Sering Ibu Hamil Harus Melakukan USG?
Kesehatan - 16 Jam Lalu Oleh Diaz
15 Kali DibacaFam, mungkin masih banyak yang bertanya-tanya, seberapa sering ibu hamil harus melakukan USG? Apakah harus setiap bulan, atau cukup beberapa kali selama kehamilan? USG atau ultrasonografi memang menjadi salah satu pemeriksaan yang penting selama kehamilan karena membantu dokter memantau perkembangan janin sekaligus kondisi kehamilan secara keseluruhan. Namun, frekuensi USG tidak selalu sama untuk setiap ibu hamil. Jadwalnya dapat disesuaikan dengan usia kehamilan, kondisi ibu dan janin, serta hasil pemeriksaan dokter.
Secara umum, USG dapat dilakukan beberapa kali selama kehamilan. Pada kehamilan yang berjalan normal dan tidak memiliki komplikasi, dokter biasanya akan menentukan waktu pemeriksaan berdasarkan kebutuhan dan tahapan perkembangan janin. Jadi, bukan berarti semakin sering USG maka semakin baik. Yang paling penting adalah pemeriksaan dilakukan pada waktu yang tepat dan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Pada trimester pertama, USG biasanya dilakukan untuk memastikan kehamilan berada di dalam rahim, mengetahui usia kehamilan, melihat perkembangan awal janin, serta mengevaluasi kondisi kehamilan. Pemeriksaan pada tahap ini juga dapat membantu memperkirakan hari perkiraan lahir. Bagi sebagian ibu, USG pertama menjadi momen yang cukup emosional karena untuk pertama kalinya bisa melihat perkembangan calon buah hati.
Memasuki trimester kedua, pemeriksaan USG memiliki tujuan yang lebih luas. Pada usia kehamilan tertentu, dokter dapat mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan organ janin, posisi plasenta, jumlah air ketuban, serta beberapa kondisi lain yang perlu diperhatikan. Salah satu pemeriksaan yang sering dilakukan pada periode ini adalah USG anatomi atau pemeriksaan struktur janin secara lebih detail. Waktu dan jenis pemeriksaannya tentu disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu.
Sementara itu, pada trimester ketiga, USG dapat digunakan untuk memantau pertumbuhan janin, posisi janin, kondisi plasenta, serta jumlah air ketuban. Informasi tersebut bisa membantu dokter dalam menentukan langkah yang paling sesuai menjelang persalinan. Misalnya, posisi janin dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan ketika usia kehamilan sudah semakin dekat dengan waktu melahirkan.
Lalu, apakah ibu hamil harus USG setiap bulan? Jawabannya, belum tentu. Pada kehamilan yang sehat dan tidak berisiko, dokter akan menentukan jadwal USG sesuai kebutuhan. Pemeriksaan kehamilan secara rutin tetap penting, tetapi pemeriksaan kehamilan tidak selalu berarti USG setiap kali datang. Ada pemeriksaan lain yang juga perlu dilakukan, seperti pengukuran tekanan darah, berat badan, pemeriksaan kondisi ibu, serta evaluasi pertumbuhan dan kesehatan janin.
Dalam kondisi tertentu, dokter mungkin menyarankan USG lebih sering. Contohnya jika terdapat keluhan tertentu, pertumbuhan janin perlu dipantau lebih dekat, posisi plasenta perlu dievaluasi, jumlah air ketuban perlu diperiksa, atau ibu memiliki kondisi kehamilan yang membutuhkan pemantauan khusus. Dalam situasi seperti ini, jadwal pemeriksaan dapat berbeda dari kehamilan tanpa komplikasi.
Hal yang juga perlu dipahami, USG bukan hanya untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Walaupun mengetahui jenis kelamin tentu menjadi salah satu momen yang ditunggu banyak calon orang tua, tujuan utama USG adalah membantu tenaga kesehatan memantau kondisi kehamilan dan perkembangan janin. Jadi, jangan sampai pemeriksaan USG hanya dianggap sebagai momen untuk melihat wajah atau mengetahui jenis kelamin Si Kecil.
Fam juga tidak perlu merasa khawatir jika dokter tidak menyarankan USG setiap bulan. Setiap kehamilan memiliki kebutuhan yang berbeda. Justru, mengikuti jadwal pemeriksaan yang diberikan dokter dapat membantu pemeriksaan menjadi lebih terarah. Jika ibu memiliki keluhan, perubahan kondisi, atau merasa ada sesuatu yang tidak biasa selama kehamilan, jangan menunggu jadwal USG berikutnya. Segera konsultasikan dengan dokter atau bidan agar kondisi dapat dievaluasi dengan tepat.
Selain itu, penting untuk memilih fasilitas kesehatan yang menyediakan pemeriksaan kehamilan secara nyaman dan ditangani oleh tenaga kesehatan yang kompeten. Sebelum melakukan USG, ibu juga bisa menanyakan jenis pemeriksaan yang akan dilakukan, tujuan pemeriksaannya, serta kapan pemeriksaan berikutnya perlu dilakukan. Dengan begitu, ibu tidak hanya mendapatkan hasil pemeriksaan, tetapi juga memahami bagaimana perkembangan kehamilan dari waktu ke waktu.
Menurut World Health Organization (WHO), pemeriksaan antenatal yang teratur merupakan bagian penting dari pelayanan selama kehamilan. Pemeriksaan tersebut membantu tenaga kesehatan memantau kondisi ibu dan janin serta mengidentifikasi masalah yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Jadi, bukan hanya fokus pada berapa kali USG dilakukan, tetapi juga memastikan ibu mendapatkan pemeriksaan kehamilan secara menyeluruh sesuai kebutuhannya.
Pada akhirnya, tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua ibu mengenai berapa kali harus melakukan USG. Seberapa sering ibu hamil harus melakukan USG bergantung pada usia kehamilan, kondisi ibu, perkembangan janin, serta pertimbangan dokter. Jika Fam sedang menjalani kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi mengenai jadwal USG yang paling sesuai. Karena setiap kehamilan punya cerita dan kebutuhan yang berbeda, yang terpenting adalah memastikan perjalanan kehamilan tetap terpantau dengan baik sampai Si Kecil siap bertemu dunia.
Bagikan Artikel Ini