Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Scaling Gigi Sakit atau Tidak? Ini Faktanya

Klinik Gigi - 16 Jam Lalu Oleh Diaz

14 Kali Dibaca

Fam, pernah kepikiran mau scaling gigi tapi malah takut duluan karena dengar cerita katanya scaling itu sakit? Wajar banget kalau masih ada yang ragu. Banyak orang bertanya-tanya, “Scaling gigi sakit atau tidak?” Apalagi kalau gigi sudah lama belum dibersihkan dan karang gigi terlihat cukup tebal. Faktanya, rasa yang muncul saat scaling bisa berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi gigi dan gusi masing-masing. Jadi, scaling tidak selalu berarti sakit, ya, Family.

Sebelum membahas rasa sakitnya, kita perlu tahu dulu sebenarnya apa itu scaling gigi. Scaling adalah prosedur pembersihan gigi secara profesional untuk menghilangkan plak dan karang gigi yang sudah mengeras. Plak yang tidak dibersihkan dengan baik lama-kelamaan dapat mengeras menjadi karang gigi atau tartar. Karang gigi yang sudah terbentuk tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi biasa sehingga membutuhkan pembersihan oleh tenaga profesional.

Lalu, apakah scaling gigi sakit? Jawabannya: bisa terasa ngilu atau sedikit tidak nyaman, tetapi bukan berarti setiap orang akan mengalami rasa sakit yang sama. Pada kondisi gigi dan gusi yang sehat dengan karang gigi yang tidak terlalu banyak, proses scaling umumnya hanya menimbulkan sensasi seperti bergetar, tertekan, atau sedikit ngilu ketika alat menyentuh permukaan gigi.

Rasa tidak nyaman biasanya lebih terasa pada orang yang memiliki gusi sensitif, gusi sedang mengalami peradangan, terdapat banyak karang gigi, atau bagian gigi tertentu lebih sensitif. Jika karang gigi sudah menumpuk di sekitar atau bahkan di bawah garis gusi, proses pembersihannya dapat terasa lebih sensitif karena area tersebut memang lebih rentan.

Nah, hal lain yang sering membuat orang salah paham adalah menganggap scaling sebagai tindakan yang “merusak” gigi. Padahal, tujuan scaling justru untuk membantu membersihkan penumpukan plak dan karang gigi yang tidak dapat dibersihkan secara optimal hanya dengan sikat gigi. Karang gigi yang dibiarkan dapat membuat gigi dan gusi lebih sulit dibersihkan serta berkontribusi terhadap masalah gusi seperti gingivitis.

Setelah scaling, apakah gigi bisa terasa ngilu? Bisa. Terutama jika sebelumnya terdapat penumpukan karang gigi yang cukup banyak atau kondisi gusi sedang bermasalah. Sensitivitas setelah pembersihan biasanya bersifat sementara. Pada tindakan deep cleaning seperti scaling dan root planing untuk penyakit gusi, rasa nyeri selama satu atau dua hari dan sensitivitas gigi hingga sekitar satu minggu dapat terjadi. Gusi juga bisa terasa lebih sensitif, sedikit bengkak, atau mudah berdarah selama proses pemulihan.

Jadi, jangan langsung berpikir kalau setelah scaling terasa sedikit ngilu berarti giginya menjadi rusak. Sensasi tersebut dapat terjadi karena area gigi dan gusi yang sebelumnya tertutup karang gigi akhirnya dibersihkan. Namun, setiap kondisi tetap perlu dinilai oleh dokter gigi karena penyebab rasa ngilu bisa berbeda-beda.

Lalu, apakah scaling harus menunggu sampai karang gigi banyak? Justru sebaiknya jangan menunggu sampai karang gigi menumpuk. Pemeriksaan gigi secara rutin membantu dokter melihat kondisi gigi dan gusi lebih awal. Perawatan di rumah seperti menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride serta membersihkan sela-sela gigi setiap hari juga penting untuk membantu mengurangi penumpukan plak.

Fam juga perlu tahu bahwa scaling biasa dan deep cleaning atau scaling and root planing bukan hal yang sepenuhnya sama. Scaling biasa umumnya berfokus pada pembersihan plak dan karang gigi, sedangkan scaling and root planing merupakan pembersihan yang lebih dalam hingga area di bawah garis gusi dan dapat digunakan sebagai bagian dari perawatan penyakit gusi tertentu. Pada kondisi dengan kantong gusi yang dalam, dokter gigi dapat mempertimbangkan tindakan tersebut sesuai hasil pemeriksaan.

Karena itu, jangan menentukan sendiri apakah kamu membutuhkan scaling biasa atau perawatan yang lebih mendalam hanya berdasarkan apa yang terlihat di cermin. Dokter gigi perlu memeriksa kondisi gigi, gusi, jumlah karang gigi, serta kondisi jaringan pendukung gigi sebelum menentukan perawatan yang sesuai.

Buat Family yang masih takut scaling karena khawatir sakit, sebenarnya tidak perlu langsung membayangkan prosesnya menyeramkan. Sampaikan saja kepada dokter gigi kalau kamu punya gigi sensitif atau merasa takut terhadap rasa ngilu. Dengan mengetahui kondisi dan kekhawatiran pasien, dokter dapat membantu menentukan pendekatan perawatan yang paling nyaman dan sesuai.

Yang paling penting, jangan menjadikan rasa takut sebagai alasan untuk terus menunda pemeriksaan gigi. Semakin lama plak dan karang gigi dibiarkan, semakin besar kemungkinan muncul masalah pada gusi dan kebersihan mulut. Kalau kamu mengalami gusi sering berdarah saat menyikat gigi, gusi bengkak, bau mulut yang sulit hilang, atau melihat adanya karang gigi yang menumpuk, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter gigi.

Jadi, kembali ke pertanyaan awal: scaling gigi sakit atau tidak? Jawabannya tergantung kondisi masing-masing. Scaling bisa terasa sedikit ngilu atau tidak nyaman, terutama jika gigi dan gusi sedang sensitif atau terdapat banyak karang gigi, tetapi bukan berarti scaling selalu menyakitkan. Yang pasti, jangan takut untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi terlebih dahulu. Yuk, Fam, jaga kesehatan gigi dan gusi sebelum masalahnya menjadi lebih besar!


Bagikan Artikel Ini