Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Kenapa Harus Scaling Setiap 6 Bulan?
Klinik Gigi - 3 Hari Lalu Oleh Diaz
5 Kali DibacaFam, pernah merasa gigi sudah rajin disikat setiap hari, tapi tetap muncul noda kekuningan, karang gigi, atau gusi gampang berdarah? Nah, bisa jadi sudah waktunya kamu melakukan scaling gigi setiap 6 bulan. Scaling bukan sekadar perawatan supaya gigi terlihat lebih bersih, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi. Secara umum, pemeriksaan gigi secara berkala dan pembersihan profesional dapat membantu mencegah masalah gigi dan gusi berkembang menjadi lebih serius.
Sebelum membahas kenapa perlu dilakukan setiap enam bulan, kita kenalan dulu dengan karang gigi. Setiap hari, setelah makan dan minum, akan terbentuk lapisan tipis yang disebut plak pada permukaan gigi. Plak ini mengandung bakteri dan bisa menumpuk di area yang sulit dibersihkan hanya dengan sikat gigi. Kalau tidak dibersihkan dengan baik, plak dapat mengeras menjadi karang gigi atau tartar. Berbeda dengan plak yang masih lunak, karang gigi tidak bisa dibersihkan hanya dengan menyikat gigi biasa dan membutuhkan pembersihan profesional.
Inilah salah satu alasan kenapa scaling penting. Saat scaling dilakukan, dokter gigi atau tenaga profesional akan membantu membersihkan plak dan karang gigi yang menempel pada permukaan gigi, termasuk area yang sulit dijangkau saat menyikat gigi di rumah. Setelah karang gigi dibersihkan, permukaan gigi menjadi lebih bersih sehingga kamu bisa lebih mudah mempertahankan kebersihan mulut dengan rutinitas harian.
Lalu, kenapa enam bulan sekali? Angka enam bulan sebenarnya bukan berarti setiap orang wajib scaling tepat setiap enam bulan tanpa pengecualian. Kebutuhan setiap orang bisa berbeda tergantung kondisi gigi dan gusi, kebiasaan sehari-hari, serta risiko penyakit gusi. Namun, pemeriksaan dan perawatan gigi secara berkala, termasuk sekitar dua kali dalam setahun pada orang tertentu, dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mulut. Pada orang dengan kondisi atau risiko tertentu, dokter gigi bahkan dapat merekomendasikan kunjungan yang lebih sering.
Bayangkan saja seperti membersihkan rumah. Kita tentu tidak menunggu rumah benar-benar kotor atau berantakan baru dibersihkan. Begitu juga dengan gigi. Jangan menunggu karang gigi sudah tebal, gusi sering berdarah, atau muncul bau mulut baru datang ke dokter gigi. Melakukan perawatan secara berkala dapat membantu menemukan dan menangani masalah sejak lebih awal.
Salah satu manfaat scaling gigi adalah membantu menjaga kesehatan gusi. Penumpukan plak dan karang gigi dapat mengiritasi gusi. Kondisi ini dapat menyebabkan gusi menjadi merah, bengkak, dan mudah berdarah. Jika dibiarkan, penyakit gusi dapat berkembang dan pada kondisi yang lebih serius bisa menyebabkan gigi menjadi goyang atau bahkan tanggal.
Fam mungkin pernah berpikir, “Gusi berdarah saat sikat gigi itu normal, kan?” Sebenarnya, gusi yang sering berdarah justru sebaiknya tidak diabaikan. Gusi berdarah, bengkak, kemerahan, bau mulut, atau gigi terasa goyang dapat menjadi tanda adanya masalah pada kesehatan gusi. Kalau kamu mengalami kondisi tersebut, jangan hanya mengandalkan scaling rutin, tetapi sebaiknya konsultasikan langsung dengan dokter gigi untuk mengetahui penyebab dan perawatan yang sesuai.
Selain membantu menjaga kesehatan gusi, scaling juga dapat membantu menghilangkan noda dan deposit yang menempel pada gigi. Setelah karang gigi dibersihkan, gigi biasanya terasa lebih licin dan bersih. Sensasi “gigi bersih banget” setelah scaling itu bukan cuma soal penampilan, tetapi juga membuat kita lebih sadar untuk menjaga kebersihan gigi setelahnya.
Tapi perlu diingat, scaling bukan berarti kamu bebas dari rutinitas perawatan gigi sehari-hari. Justru setelah scaling, kebiasaan di rumah tetap menjadi kunci. American Dental Association merekomendasikan rutinitas seperti menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi secara rutin karena sikat gigi saja tidak selalu mampu menjangkau area di antara gigi.
Jadi, jangan sampai pola pikirnya menjadi, “Nanti juga dibersihin pas scaling.” Kalau setiap hari kamu masih malas menyikat gigi dengan benar atau tidak membersihkan sela-sela gigi, plak tetap akan terbentuk dan bisa kembali menumpuk. Scaling dan perawatan di rumah harus berjalan beriringan supaya hasilnya lebih optimal.
Buat Family yang menggunakan behel, memiliki gigi berjejal, sulit membersihkan area tertentu, atau punya riwayat masalah gusi, perhatian terhadap kebersihan gigi juga perlu lebih ekstra. Pada kondisi tertentu, dokter gigi dapat menyarankan jadwal kontrol atau pembersihan yang berbeda sesuai kebutuhan. Jadi, jangan menyamakan kondisi gigimu dengan orang lain, ya.
Hal lain yang sering membuat orang menunda scaling adalah rasa takut. Ada yang khawatir scaling akan membuat gigi menjadi tipis, renggang, atau malah rusak. Padahal, rasa seperti ada celah setelah scaling bisa terjadi karena sebelumnya celah tersebut tertutup oleh karang gigi. Karang gigi sendiri bukan bagian dari struktur gigi yang sehat sehingga memang perlu dibersihkan secara profesional. NHS juga menjelaskan bahwa scale and polish dilakukan untuk menghilangkan plak dan tartar yang menumpuk pada gigi.
Jadi, scaling bukan tindakan untuk “mengikis gigi supaya tipis”, melainkan proses membersihkan deposit yang memang tidak bisa dihilangkan secara maksimal dengan sikat gigi biasa. Jika kamu memiliki karang gigi yang cukup banyak atau masalah gusi tertentu, dokter gigi akan menentukan jenis dan kebutuhan perawatan berdasarkan kondisi mulutmu.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan gigi bukan hanya tentang punya senyum yang terlihat bersih. Gigi dan gusi yang sehat juga membuat kita lebih nyaman saat makan, berbicara, dan menjalani aktivitas sehari-hari. Jangan tunggu sampai sakit baru peduli. Pemeriksaan berkala membantu kamu mengetahui kondisi gigi dan gusi sebelum masalahnya menjadi lebih berat.
Jadi, Family, kalau terakhir kali scaling sudah lebih dari enam bulan lalu, coba cek lagi kalender kamu. Sudah waktunya buat jadwal kontrol? Ingat, scaling gigi setiap 6 bulan bisa menjadi bagian dari kebiasaan preventif untuk membantu menjaga gigi dan gusi tetap sehat. Namun, jadwal terbaik tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing setelah diperiksa oleh dokter gigi. Yuk, jangan tunggu gigi bermasalah dulu baru ke dokter gigi!
Bagikan Artikel Ini