Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Karang Gigi Bisa Menyebabkan Bau Mulut?
Klinik Gigi - 3 Hari Lalu Oleh Diaz
9 Kali DibacaFam, pernah nggak sih sudah rajin sikat gigi, tapi kok napas masih terasa kurang segar? Bisa jadi salah satu penyebabnya adalah karang gigi. Jadi, apakah karang gigi bisa menyebabkan bau mulut? Jawabannya, bisa. Karang gigi atau tartar terbentuk ketika plak yang menempel di gigi tidak dibersihkan dengan baik hingga mengeras. Plak sendiri mengandung bakteri, dan ketika menumpuk, kondisi ini bisa memicu masalah pada gusi yang salah satu tandanya adalah bau mulut.
Sebelum membahas lebih jauh, kita kenalan dulu dengan karang gigi. Setelah makan atau minum, terutama makanan dan minuman yang mengandung gula atau karbohidrat, akan terbentuk lapisan plak di permukaan gigi. Plak ini sebenarnya bisa dibersihkan dengan menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi secara rutin. Namun, kalau dibiarkan terlalu lama, plak dapat mengeras menjadi karang gigi. Berbeda dengan plak yang masih lunak, karang gigi tidak bisa dihilangkan hanya dengan sikat gigi biasa dan umumnya membutuhkan pembersihan profesional oleh dokter gigi.
Lalu, dari mana bau mulutnya muncul? Karang gigi dapat menjadi tempat yang lebih sulit dibersihkan sehingga bakteri dan sisa plak lebih mudah menumpuk di sekitar gigi dan garis gusi. Bakteri di dalam mulut dapat menghasilkan senyawa tertentu yang berkontribusi terhadap bau tidak sedap atau halitosis. American Dental Association juga menjelaskan bahwa senyawa penyebab bau mulut dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk bakteri, plak gigi, dan penyakit pada jaringan mulut.
Selain itu, keberadaan karang gigi juga dapat berkaitan dengan masalah gusi. Ketika plak dan karang gigi menumpuk di sekitar gusi, jaringan gusi bisa mengalami peradangan. Gusi yang meradang biasanya terlihat lebih merah, bengkak, mudah berdarah saat menyikat gigi, dan dapat disertai bau mulut. Jika kondisi ini tidak ditangani, penyakit gusi bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius dan memengaruhi jaringan pendukung gigi.
Nah, ini yang sering bikin orang salah kaprah. Banyak yang mengira selama sudah sikat gigi dua kali sehari, berarti karang gigi tidak mungkin muncul. Padahal, menyikat gigi memang penting untuk mengontrol plak, tetapi ada area yang sulit dijangkau sikat gigi, terutama sela-sela gigi dan area dekat garis gusi. Karena itu, membersihkan sela gigi juga menjadi bagian penting dari perawatan gigi dan mulut.
Fam juga perlu tahu bahwa bau mulut tidak selalu disebabkan oleh karang gigi. Bau mulut bisa memiliki banyak penyebab, mulai dari kebersihan mulut yang kurang terjaga, sisa makanan, masalah gigi berlubang, penyakit gusi, hingga kondisi mulut kering. Karena penyebabnya bisa berbeda-beda, mengatasi bau mulut sebaiknya tidak hanya dengan mengandalkan permen, mouthwash, atau penyegar napas.
Mouthwash memang bisa menjadi tambahan dalam rutinitas kebersihan mulut untuk kondisi tertentu. Beberapa jenis mouthwash terapeutik memiliki bahan yang dapat membantu mengontrol plak, gingivitis, maupun bau mulut. Namun, penggunaannya tidak menggantikan kebiasaan menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi.
Kalau karang gigi sudah terlihat jelas, jangan coba-coba mengoreknya sendiri menggunakan benda tajam, ya, Fam. Selain berisiko melukai gusi, tindakan tersebut juga tidak menyelesaikan masalah secara menyeluruh. Karang gigi yang sudah mengeras membutuhkan pembersihan profesional, seperti scaling, sesuai kondisi gigi dan gusi masing-masing.
Ada beberapa tanda yang sebaiknya membuat Fam lebih aware terhadap kesehatan gigi dan mulut. Misalnya, bau mulut yang terus muncul meskipun sudah menjaga kebersihan mulut, gusi sering berdarah ketika menyikat gigi, gusi tampak merah atau bengkak, muncul lapisan keras kekuningan atau kecokelatan di sekitar gigi, atau merasa ada masalah pada gigi yang tidak kunjung membaik. Bau mulut yang menetap juga dapat menjadi salah satu tanda adanya masalah pada gusi.
Untuk membantu mencegah penumpukan plak dan karang gigi, biasakan menyikat gigi secara rutin dengan pasta gigi berfluoride, membersihkan sela-sela gigi, serta memperhatikan pola makan dan kebiasaan sehari-hari. Pemeriksaan gigi secara berkala juga penting supaya masalah dapat diketahui lebih awal. American Dental Association merekomendasikan pembersihan sela gigi karena dapat membantu mengangkat sisa makanan dan plak dari area yang sulit dijangkau sikat gigi.
Jadi, kalau Fam bertanya, “Karang gigi bisa menyebabkan bau mulut?”, jawabannya memang bisa, terutama karena karang gigi berkaitan dengan penumpukan plak dan bakteri serta dapat meningkatkan risiko masalah pada gusi. Tapi jangan langsung menyimpulkan bahwa setiap bau mulut pasti disebabkan oleh karang gigi. Kalau bau mulut terus berulang atau disertai gusi berdarah, bengkak, maupun keluhan gigi lainnya, lebih baik konsultasikan langsung dengan dokter gigi agar penyebabnya bisa diketahui dan ditangani dengan tepat.
Yuk, jangan tunggu sampai bau mulut mengganggu rasa percaya diri, Fam. Jaga kebersihan gigi dan mulut setiap hari, dan lakukan pemeriksaan gigi secara berkala. Karena memahami karang gigi bisa menyebabkan bau mulut bukan cuma soal napas yang lebih segar, tapi juga tentang menjaga kesehatan gigi dan gusi dalam jangka panjang.
Bagikan Artikel Ini