Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Kapan Waktu Terbaik USG Kehamilan? Panduan Lengkap Tiap Trimester..

Kesehatan - 6 Hari Lalu Oleh Diaz

17 Kali Dibaca

Halo Fam, kalau sedang menantikan kehadiran buah hati, pasti ada banyak pertanyaan yang muncul selama masa kehamilan. Salah satu yang paling sering ditanyakan adalah waktu terbaik USG kehamilan. Banyak calon ibu merasa bingung kapan harus melakukan USG pertama, berapa kali pemeriksaan diperlukan, dan apa saja yang bisa dilihat di setiap tahap kehamilan. Padahal, mengetahui jadwal USG yang tepat bukan hanya membuat orang tua lebih tenang, tetapi juga membantu dokter memantau tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu sejak dini.

USG atau ultrasonografi merupakan pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran kondisi janin di dalam kandungan. Pemeriksaan ini aman dilakukan selama kehamilan karena tidak menggunakan radiasi. Selain menjadi momen yang menyenangkan karena orang tua bisa melihat calon buah hati, USG juga memiliki peran penting dalam mendeteksi kondisi kehamilan sedini mungkin sehingga jika ditemukan masalah, penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Pada trimester pertama, yaitu sekitar usia kehamilan 6 hingga 13 minggu, USG biasanya dilakukan untuk memastikan adanya kehamilan, mengetahui apakah janin berkembang di dalam rahim, menghitung usia kehamilan, serta mendeteksi denyut jantung janin. Di fase ini, dokter juga dapat memperkirakan hari perkiraan lahir (HPL) dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi. Pada beberapa kondisi tertentu, dokter mungkin menyarankan USG transvaginal agar hasil pemeriksaan lebih jelas, terutama jika usia kehamilan masih sangat muda. Pemeriksaan ini juga membantu memastikan apakah kehamilan berkembang dengan baik atau terdapat kondisi seperti kehamilan ektopik maupun risiko keguguran.

Memasuki trimester kedua, sekitar usia kehamilan 18 hingga 22 minggu, banyak dokter menyarankan pemeriksaan USG detail atau anomaly scan. Inilah salah satu pemeriksaan yang sangat penting karena dokter akan mengevaluasi perkembangan organ-organ janin, mulai dari otak, jantung, tulang belakang, ginjal, hingga anggota gerak. Selain itu, posisi plasenta, jumlah cairan ketuban, dan pertumbuhan janin juga akan diperiksa secara menyeluruh. Tidak sedikit orang tua yang juga mengetahui jenis kelamin bayi pada periode ini apabila posisi janin memungkinkan. Namun, tujuan utama pemeriksaan tetap untuk memastikan kondisi kesehatan janin, bukan hanya mengetahui jenis kelaminnya.

Saat memasuki trimester ketiga, sekitar usia kehamilan 28 minggu hingga menjelang persalinan, USG dilakukan untuk memantau pertumbuhan janin, posisi kepala bayi, kondisi plasenta, jumlah cairan ketuban, hingga memperkirakan berat badan janin. Informasi ini membantu dokter menentukan apakah kehamilan berjalan normal atau memerlukan pemantauan lebih lanjut. Misalnya, jika posisi bayi masih sungsang mendekati waktu persalinan atau jumlah air ketuban terlalu sedikit maupun terlalu banyak, dokter dapat memberikan rekomendasi penanganan yang sesuai.

Banyak Fam yang bertanya apakah USG harus dilakukan setiap bulan. Jawabannya tergantung pada kondisi masing-masing ibu hamil. Pada kehamilan yang normal dan berisiko rendah, jumlah USG bisa lebih sedikit dibandingkan ibu hamil dengan kondisi tertentu seperti hipertensi, diabetes, kehamilan kembar, atau memiliki riwayat komplikasi kehamilan. Dokter akan menentukan jadwal pemeriksaan berdasarkan kondisi kesehatan ibu dan perkembangan janin. Karena itu, penting untuk selalu mengikuti anjuran dokter yang menangani kehamilan.

Selain menentukan jadwal pemeriksaan, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan sebelum menjalani USG. Datanglah sesuai jadwal yang telah ditentukan, membawa buku pemeriksaan kehamilan atau hasil USG sebelumnya agar dokter dapat membandingkan perkembangan janin. Pada awal kehamilan, dokter mungkin menyarankan kandung kemih dalam keadaan cukup penuh untuk membantu memperjelas gambaran saat pemeriksaan USG melalui perut. Namun, pada usia kehamilan yang lebih besar, biasanya hal tersebut sudah tidak diperlukan lagi.

Tidak sedikit calon ibu merasa cemas apabila hasil USG menunjukkan ukuran janin yang sedikit berbeda dengan usia kehamilan. Padahal, setiap bayi memiliki kecepatan pertumbuhan yang berbeda. Dokter tidak hanya melihat satu angka saja, tetapi juga mempertimbangkan berbagai parameter lain seperti lingkar kepala, panjang tulang paha, lingkar perut, denyut jantung, serta perkembangan dari pemeriksaan sebelumnya. Oleh karena itu, jangan langsung panik sebelum mendapatkan penjelasan lengkap dari dokter.

USG juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk membangun kedekatan emosional dengan calon buah hati. Melihat gerakan kecil, denyut jantung, hingga wajah bayi sering kali menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua selama masa kehamilan dapat memberikan dampak positif terhadap kesiapan menghadapi persalinan dan pengasuhan setelah bayi lahir. Meski begitu, tetap ingat bahwa tujuan utama USG adalah memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin, bukan sekadar mendapatkan foto bayi.

Agar kehamilan tetap sehat, jangan lupa untuk menjalani pola hidup yang baik. Konsumsi makanan bergizi seimbang, minum vitamin sesuai anjuran dokter, istirahat yang cukup, rutin berolahraga ringan sesuai kondisi kehamilan, serta melakukan pemeriksaan antenatal secara berkala. Jika muncul keluhan seperti perdarahan, nyeri perut hebat, gerakan janin berkurang, atau pecah ketuban sebelum waktunya, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan tanpa menunggu jadwal kontrol berikutnya.

Pada akhirnya, waktu terbaik USG kehamilan adalah sesuai usia kehamilan dan kebutuhan medis masing-masing ibu. Pemeriksaan pada trimester pertama membantu memastikan kehamilan berkembang dengan baik, trimester kedua menjadi waktu terbaik untuk menilai perkembangan organ janin, sedangkan trimester ketiga berfungsi memantau pertumbuhan serta mempersiapkan proses persalinan. Dengan memahami waktu terbaik USG kehamilan dan rutin berkonsultasi dengan dokter kandungan, Fam dapat menjalani masa kehamilan dengan lebih tenang, nyaman, dan percaya diri sambil menyambut kehadiran buah hati dengan penuh kebahagiaan.


Bagikan Artikel Ini