Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Gigi Berlubang Kecil Perlu Ditambal?
Klinik Gigi - 3 Hari Lalu Oleh Diaz
8 Kali DibacaFam, pernah nggak saat bercermin atau sedang makan, kamu sadar ada titik kecil atau lubang di gigi, tapi karena belum terasa sakit akhirnya berpikir, “Ah, kecil ini. Nanti aja deh periksa.” Nah, sebenarnya gigi berlubang kecil perlu ditambal atau tidak? Jawabannya tergantung dari kondisi lubangnya. Karena, tidak semua perubahan pada permukaan gigi langsung membutuhkan tambalan. Namun, kalau sudah benar-benar terbentuk lubang atau kavitas, biasanya diperlukan tindakan tambal gigi agar kerusakannya tidak semakin luas. Pemeriksaan dokter gigi penting untuk mengetahui seberapa dalam kerusakan dan menentukan perawatan yang paling sesuai.
Gigi berlubang atau karies biasanya bermula dari proses yang cukup sederhana. Bakteri di dalam mulut dapat menggunakan gula dan pati dari makanan atau minuman untuk menghasilkan asam. Jika gigi terlalu sering terkena kondisi asam, mineral pada lapisan email gigi perlahan bisa hilang. Pada tahap awal, kerusakan bahkan bisa hanya terlihat seperti bercak putih atau perubahan warna tertentu dan belum membentuk lubang. Pada tahap ini, proses kerusakan gigi masih dapat dihentikan atau dibantu untuk kembali mengalami remineralisasi dengan perawatan yang tepat, termasuk penggunaan fluoride.
Masalahnya, banyak orang baru menyadari adanya karies ketika sudah terlihat lubang. Padahal, gigi berlubang tidak selalu langsung terasa sakit. Pada tahap awal, kerusakan gigi memang sering tidak menimbulkan gejala. Ketika kerusakan semakin dalam, barulah bisa muncul rasa ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman manis, dingin, atau panas. Jika dibiarkan terus berkembang, kerusakan dapat mencapai bagian dalam gigi dan menyebabkan rasa sakit, infeksi, bahkan meningkatkan risiko kehilangan gigi.
Lalu, kalau lubangnya masih kecil, apakah tetap harus ditambal? Jika dokter gigi sudah memastikan bahwa terdapat kavitas atau lubang pada gigi, tambal gigi umumnya menjadi salah satu perawatan yang dilakukan. Saat proses penambalan, jaringan gigi yang sudah mengalami kerusakan akan dibersihkan terlebih dahulu, kemudian bagian yang kosong diperbaiki menggunakan bahan tambalan. Tujuannya bukan sekadar supaya gigi terlihat lebih rapi, tetapi juga untuk mengembalikan bentuk dan fungsi gigi sekaligus membantu mencegah kerusakan berkembang lebih jauh.
Namun, Fam juga perlu tahu bahwa “gigi berlubang kecil” dan “karies tahap awal” belum tentu merupakan kondisi yang sama. Kalau baru berupa perubahan awal pada email dan belum terbentuk lubang, dokter mungkin dapat merekomendasikan pendekatan non-restoratif seperti fluoride dan pemantauan. Sebaliknya, jika sudah terdapat lubang yang nyata, jaringan gigi yang rusak tidak bisa sekadar kembali seperti semula dengan menyikat gigi atau berkumur. Kavitas yang sudah terbentuk umumnya membutuhkan perawatan restoratif seperti tambal gigi.
Karena itu, jangan menentukan sendiri apakah lubang gigi masih “aman” hanya berdasarkan ukurannya. Lubang yang terlihat kecil dari luar belum tentu menunjukkan seberapa dalam kerusakan yang terjadi. Dokter gigi dapat memeriksa kondisi gigi secara langsung dan, bila diperlukan, menggunakan pemeriksaan tambahan seperti rontgen untuk membantu melihat area yang tidak terlihat dari permukaan gigi. Pemeriksaan juga membantu dokter menentukan apakah gigi cukup ditangani dengan pencegahan, perlu ditambal, atau membutuhkan perawatan lain.
Ada juga alasan kenapa sebaiknya jangan menunggu sampai gigi sakit. Rasa sakit bukanlah satu-satunya tanda bahwa gigi sedang bermasalah. Justru pada tahap awal, karies dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Menunggu sampai muncul sakit gigi berarti memberikan kesempatan bagi kerusakan untuk berkembang lebih jauh. Kalau diperiksa lebih awal, kondisi yang masih sederhana bisa ditangani sesuai kebutuhannya sebelum menjadi masalah yang lebih kompleks.
Selain melakukan pemeriksaan, kebiasaan sehari-hari tetap punya peran besar dalam menjaga gigi. Fam bisa mulai dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride dan membersihkan sela-sela gigi setiap hari menggunakan dental floss atau pembersih interdental. Mengurangi frekuensi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula juga penting karena paparan gula yang terlalu sering dapat mendukung proses terjadinya kerusakan gigi. Pemeriksaan gigi secara rutin juga membantu menemukan masalah lebih awal, bahkan ketika belum menimbulkan keluhan.
Jadi, jangan tunggu lubang gigi menjadi besar atau sakit dulu baru memeriksakannya. Kalau Fam melihat ada titik hitam, putih, atau kecokelatan yang mencurigakan, merasa ada bagian gigi yang seperti cekung, atau mulai sering mengalami ngilu saat makan dan minum, sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi. Dokter akan membantu menilai apakah kondisi tersebut merupakan karies awal yang masih dapat dikendalikan atau sudah membutuhkan tindakan seperti tambal gigi.
Jadi, untuk menjawab pertanyaan gigi berlubang kecil perlu ditambal, jawabannya adalah: jika memang sudah terbentuk lubang, umumnya perlu ditangani dan salah satu perawatan yang sering dilakukan adalah tambal gigi. Semakin cepat diperiksa, semakin besar peluang masalah ditangani sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih berat. Jangan tunggu sakit dulu, Fam—jaga gigi sejak lubangnya masih kecil!
Bagikan Artikel Ini