Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 12.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Mencoba Teknik Sunat Mahdian Klem

Khitan Dan Khitanan Masal - 15 Apr 2017 Oleh Admin

443 Kali Dibaca

Penggunaan teknik sunat menggunakan klem semakin meningkat, tidak saja di Indonesia tapi juga di dunia internasional. Sunat klem sangat diminati karena sangat praktis dan memungkinkan proses sunat lebih cepat serta aman dibandingkan metode lain yang ada saat ini, hampir tidak ada pendarahan, proses penyembuhan luka lebih baik, tanpa jahitan, aman dan higienis.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga tekah merekomendasikan teknik klem sebagai teknik sirkumsisi (sunat) karena lebih higienis & aman, salah satunya di negara-negara Afrika.

Pada sunat klem berbeda dengan metode lain karena setelah sunat dengan klem, alat klem akan tetap dibiarkan terpasang selama 4-5 hari, setelah itu baru alat dilepas. Setelah sunat dengan klem, anak bisa langsung bermain, sekolah bahkan berenang tanpa khawatir akan perdarahan atau timbul komplikasi, karena tidak pakai jahitan dan kulit yang terpotong telah terkunci.

Banyak alat sunat klem yang populer di Indonesia, diantaranya Smartklamp, Alisklamp, Neo Alisklamp, Aktive Klem. Sayangnya alat sunat klem tersebut masih diimpor dari Malaysia dan Turki, sehingga harganya menjadi mahal. Oleh karena itu masih banyak yang belum menggunakan sunat metode klem tersebut walaupun tahu teknik sunat ini banyak keunggulannya.

Baru-baru ini diperkenalkan alat sunat klem produksi dalam negeri oleh dr. Mahdian Nur Nasution Sp.BS yang sesuai dengan anatomi penis anak indonesia dan inovasi ini dinamakan Mahdian Klem.
Klem tersebut diklaim mampu meminimalkan kekurangan klem sebelumnya. Salah satunya bagian penjepit yang terbuat bahan polycarbonate khusus berkualitas tinggi. Hal ini menjamin produk klem yang dihasilkan lebih kuat, kokoh, memiliki daya jepit maksimal tetapi tetap ringan dan membuat hasil sunatnya pun baik secara kosmetik.

Menggunakan Mahdian Klem lebih mudah bagi operator (dokter, perawat), tidak memerlukan rotasi saat pemasangan tabung dan penjepit klem sehingga posisi penis tidak miring setelah pelepasan tabung, secara kosmetik lebih baik.

Adanya lubang pada kedua sisi tabung memudahkan untuk membersihkan sisa air dengan kasa steril atau cotton bud setelah mandi atau buang air kecil pada perawatan pasca khitan. Lubang tersebut juga menjaga agar tidak timbul uap air (lembab).

Pada saat pelepasan tabung prosesnya lebih mudah karena jaringan nekrotikmya lebih tipis dan sedikit sekali provokasi sehingga anak lebih nyaman & tidak kesakitan. Apalagi jika sebelum pelepasan disarankan untuk berendam dengan air hangat 30 menit sampai 1 jam. Proses penyembuhan lukanya juga lebih cepat.

Ini merupakan solusi alat sirkumsisi buatan dalam negeri yang membanggakan. Salut untuk dr. Mahdian Nur Nasution Sp.BS


Bagikan Artikel Ini