Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 12.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Apa Penyebab Kehamilan Sungsang?

Bidan/Persalinan - 08 Oct 2019 Oleh Diaz

244 Kali Dibaca

Idealnya, posisi kepala bayi dalam kandungan harus tepat berada di bawah dekat jalur lahir untuk mempersiapkan diri menghadapi persalinan. Bayi sungsang terjadi ketika posisi kepala bayi berada di bagian atas rahim, sementara kaki atau bokongnya justru berada pada bagian bawah rahim dekat jalur lahir. Sekitar 3-4 persen kehamilan mengalami posisi bayi sungsang. Lalu bagaimana jika sungsang?

Sampai saat ini, dokter belum bisa menjelaskan secara pasti penyebab kehamilan sungsang. Namun, menurut American Pregnancy Association, ada beberapa kemungkinan penyebab posisi bayi sungsang dalam kandungan, yaitu:

  1. Ini merupakan kehamilan yang kesekian kalinya. Kehamilan berulang menyebabkan rahim jadi sangat elastis sehingga janin menjadi sangat berputar posisi setiap kali bergerak dalam kandungan.
  2. Kehamilan kembar
  3. Pernah mengalami kelahiran prematur
  4. Cairan ketuban terlalu banyak atau terlalu sedikit. Terlalu banyak cairan ketuban di rahim akan memberi ruang yang banyak juga untuk bayi bergerak. Sedangkan cairan yang terlalu sedikit tidak memungkinkan bagi bayi untuk bergerak
  5. Bentuk rahim yang tidak normal memiliki komplikasi lain, seperti fibroid rahim, tumor dalam rahim, dan lainnya
  6. Plasenta previa, yaitu kondisi yang terjadi apabila sebagian atau keseluruhan plasenta menutupi mulut rahim
  7. Usia ibu saat hamil terlalu muda atau terlalu tua

Ada berbagai cara medis yang bisa dilakukan untuk memperbaiki bayi sungsang. Salah satu metodenya melakukan Eksternal Cephalic Version (ECV) yang mana metode tersebut harus dilakukan oleh bidan yang ahli atau oleh dokter spesialis kandungan yang sudah terlatih untuk menangani kondisi bayi sungsang.

Tindakan ini dilakuan dengan cara pijatan atau penekanan pada permukaan perut ibu hamil untuk memutar posisi bayi dalam kandungan. Namun, jika kehamilan kembar, kelainan pada sistem reproduksi, atau masalah pada plasenta, ibu tidak memungkinkan untuk melakukan ECV.

Jika tindakan ECV tidak merubah posisi bayi, langkah terakhir adalah dengan melakukan operasi caesar ketika bersalin. Sebab caesar dianggap cara paling aman apabila janin sungsang dan sudah memasuki waktu untuk melahirkan.

Pada dasarnya setiap ibu hamil selalu disarankan untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin. Hal ini dilakukan agar bisa menentukan cara persalinan yang pas. Yuk periksakan kehamilan Anda di Klinik Keluarga. Klinik Keluarga menerima pemeriksaan kehamilan dan persalinan 24 jam. Persalinan Klinik Keluarga dengan Bidan yang profesional dan berpengalaman. Ibu sehat, anak sehat.


Bagikan Artikel Ini