Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

USG Transvaginal: Kapan Pemeriksaan Ini Dibutuhkan?

USG 4 Dimensi - 29 Sep 2026 Oleh Diaz

47 Kali Dibaca

USG transvaginal adalah salah satu pemeriksaan yang mungkin terdengar cukup familiar, terutama bagi perempuan yang sedang melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya kapan USG transvaginal dibutuhkan dan apa saja yang bisa diketahui dari pemeriksaan ini? Fam, USG transvaginal merupakan pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi organ reproduksi perempuan, seperti rahim, leher rahim, indung telur (ovarium), serta area di sekitarnya. Berbeda dengan USG melalui perut, pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan alat khusus yang disebut transduser ke dalam vagina secara perlahan agar gambaran organ reproduksi dapat terlihat lebih dekat dan detail.

Pemeriksaan ini umumnya dilakukan atas rekomendasi dokter ketika dibutuhkan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi organ reproduksi. Jadi, USG transvaginal bukan pemeriksaan yang harus dilakukan oleh setiap perempuan secara rutin tanpa alasan tertentu. Dokter biasanya akan mempertimbangkan keluhan, kondisi kesehatan, riwayat menstruasi, kehamilan, maupun hasil pemeriksaan sebelumnya sebelum menyarankan pemeriksaan ini.

Salah satu kondisi yang dapat menjadi alasan dilakukannya USG transvaginal adalah ketika seseorang mengalami gangguan menstruasi. Menstruasi yang terlalu banyak, berlangsung lebih lama dari biasanya, datang tidak teratur, atau disertai nyeri yang cukup mengganggu dapat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Melalui USG, dokter dapat melihat kondisi rahim dan ovarium untuk membantu mencari kemungkinan penyebab keluhan tersebut.

USG transvaginal juga dapat digunakan ketika terdapat keluhan nyeri di area panggul. Nyeri panggul bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, sehingga dokter mungkin membutuhkan pemeriksaan penunjang untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Pemeriksaan ini dapat membantu melihat kondisi seperti kista ovarium, miom rahim, maupun perubahan tertentu pada organ reproduksi.

Bagi pasangan yang sedang menjalani program kehamilan, pemeriksaan USG transvaginal juga dapat menjadi bagian dari pemantauan kesuburan. Dokter dapat menggunakannya untuk melihat perkembangan folikel pada ovarium, kondisi rahim, serta ketebalan lapisan rahim. Informasi tersebut dapat membantu dokter menentukan waktu yang tepat untuk tindakan atau tahapan tertentu dalam program kehamilan.

Pada kehamilan awal, USG transvaginal terkadang digunakan untuk mendapatkan gambaran kehamilan dengan lebih jelas, terutama ketika usia kehamilan masih sangat muda. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter menilai lokasi kehamilan dan perkembangan awalnya sesuai dengan kondisi pasien. Jika dilakukan pada kondisi tertentu, dokter akan menjelaskan tujuan pemeriksaan serta hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelumnya.

Selain itu, pemeriksaan dapat dipertimbangkan ketika dokter mencurigai adanya kelainan pada organ reproduksi. Misalnya, ketika ditemukan adanya benjolan atau perubahan tertentu dari pemeriksaan sebelumnya. USG transvaginal dapat memberikan informasi tambahan yang membantu dokter menentukan apakah pasien membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lanjutan.

Lalu, apakah pemeriksaan USG transvaginal terasa sakit? Setiap orang bisa memiliki pengalaman yang berbeda. Pada umumnya, pemeriksaan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau sedikit tekanan ketika transduser dimasukkan. Karena itu, penting untuk menyampaikan kepada tenaga kesehatan apabila merasa terlalu tidak nyaman selama pemeriksaan. Tenaga medis akan membantu memastikan pemeriksaan dilakukan dengan aman dan senyaman mungkin.

Sebelum pemeriksaan, pasien biasanya akan mendapatkan arahan dari tenaga kesehatan mengenai persiapan yang diperlukan. Persiapan dapat berbeda tergantung tujuan pemeriksaan dan kondisi pasien. Karena itu, sebaiknya ikuti instruksi dari dokter atau petugas kesehatan tempat pemeriksaan dilakukan, termasuk mengenai kondisi kandung kemih apabila ada instruksi khusus.

Yang juga penting, Fam tidak perlu merasa malu atau khawatir untuk bertanya sebelum menjalani pemeriksaan. USG transvaginal merupakan prosedur medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih untuk membantu mengevaluasi kondisi organ reproduksi. Jika ada hal yang membuat khawatir, seperti rasa sakit, perdarahan, kehamilan, atau pengalaman pemeriksaan sebelumnya, sampaikan kepada tenaga kesehatan sebelum prosedur dimulai.

Perlu diingat, hasil USG tidak selalu dapat menentukan diagnosis secara langsung. Dokter akan mempertimbangkan hasil USG bersama keluhan, pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, dan bila diperlukan pemeriksaan penunjang lainnya. Jadi, jangan langsung menyimpulkan kondisi kesehatan hanya berdasarkan satu hasil pemeriksaan.

Informasi mengenai pemeriksaan ultrasonografi pada organ reproduksi juga dapat dibaca melalui sumber kesehatan tepercaya seperti RadiologyInfo.org – Pelvic Ultrasound dan ACOG – Women's Health. Jika Fam mengalami keluhan seperti nyeri panggul, menstruasi yang tidak biasa, kesulitan mendapatkan kehamilan, atau memiliki kondisi tertentu yang sedang dipantau dokter, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu agar dapat diketahui apakah pemeriksaan ini memang diperlukan.

Pada akhirnya, USG transvaginal bukan pemeriksaan yang perlu ditakuti. Pemeriksaan ini dapat menjadi salah satu cara bagi dokter untuk mendapatkan gambaran lebih detail mengenai kondisi organ reproduksi dan menentukan langkah pemeriksaan atau perawatan berikutnya. Kalau Fam sedang memiliki keluhan atau mendapatkan rekomendasi USG transvaginal dari dokter, jangan ragu untuk bertanya mengenai tujuan pemeriksaannya agar lebih siap dan tenang menjalaninya.


Bagikan Artikel Ini