Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Sering Lemas dan Mudah Lelah? Kenali Pemeriksaan Hematologi dan Fungsinya

Medical Check Up - 9 Jam Lalu Oleh Diaz

18 Kali Dibaca

Pernah merasa tubuh cepat lelah, sering lemas, atau kurang bertenaga meskipun sudah cukup tidur? Fam, kondisi seperti ini mungkin pernah dialami oleh banyak orang. Aktivitas yang padat, kurang istirahat, pola makan tidak teratur, hingga kurangnya asupan nutrisi memang bisa membuat tubuh terasa lebih mudah lelah. Namun, jika keluhan terus berulang atau tidak kunjung membaik, ada baiknya Family mulai memperhatikan kondisi kesehatan tubuh lebih jauh. Salah satu pemeriksaan yang bisa membantu mengetahui kondisi tersebut adalah pemeriksaan hematologi.

Pemeriksaan hematologi merupakan tes laboratorium yang dilakukan untuk mengetahui kondisi sel-sel darah dalam tubuh. Pemeriksaan ini biasanya mencakup sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Ketiga komponen tersebut memiliki peran penting dalam menjaga tubuh tetap sehat dan menjalankan fungsinya dengan baik.

Sel darah merah atau eritrosit bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Di dalamnya terdapat hemoglobin, yaitu protein yang mengikat oksigen agar dapat diedarkan melalui aliran darah. Jika kadar hemoglobin terlalu rendah, distribusi oksigen ke jaringan tubuh bisa terganggu. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami anemia dengan gejala seperti mudah lelah, lemas, pusing, wajah terlihat pucat, hingga sesak napas saat beraktivitas.

Sementara itu, sel darah putih atau leukosit berperan sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel ini membantu melawan bakteri, virus, dan berbagai mikroorganisme penyebab infeksi. Apabila jumlah sel darah putih mengalami perubahan, hal tersebut bisa menjadi salah satu petunjuk adanya infeksi, peradangan, atau kondisi kesehatan tertentu yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Komponen berikutnya adalah trombosit atau keping darah. Trombosit memiliki fungsi penting dalam proses pembekuan darah ketika terjadi luka. Jika jumlah trombosit terlalu rendah, seseorang bisa lebih mudah mengalami memar atau perdarahan. Sebaliknya, jumlah trombosit yang terlalu tinggi juga dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu.

Lalu, apa saja yang bisa diketahui melalui pemeriksaan hematologi?

Salah satu jenis pemeriksaan yang cukup umum dilakukan adalah hematologi lengkap atau Complete Blood Count (CBC). Tes ini membantu memberikan gambaran mengenai jumlah dan karakteristik berbagai jenis sel darah. Hasil pemeriksaannya dapat membantu dokter menilai kemungkinan adanya anemia, infeksi, gangguan pembekuan darah tertentu, hingga kelainan pada sel darah.

Misalnya, ketika Family sering merasa lemas, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan kadar hemoglobin, hematokrit, serta jumlah sel darah merah. Hasilnya dapat membantu mengetahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan anemia atau membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

Selain itu, pemeriksaan hematologi juga dapat membantu memantau kondisi kesehatan seseorang yang sedang menjalani pengobatan tertentu. Beberapa jenis obat dapat memengaruhi jumlah sel darah sehingga pemeriksaan secara berkala diperlukan sesuai anjuran dokter.

Meski begitu, penting untuk dipahami bahwa pemeriksaan hematologi bukan satu-satunya cara untuk mengetahui penyebab tubuh mudah lelah. Keluhan lemas juga bisa berkaitan dengan gangguan tidur, stres, masalah hormon tiroid, kekurangan vitamin tertentu, gangguan metabolisme, hingga kondisi kesehatan lainnya. Oleh karena itu, hasil pemeriksaan tetap perlu dikonsultasikan dengan dokter agar dapat diinterpretasikan sesuai gejala dan kondisi masing-masing orang.

Sebelum melakukan pemeriksaan, Family tidak perlu merasa khawatir. Pada umumnya, pemeriksaan hematologi dilakukan melalui pengambilan sampel darah dari pembuluh darah di lengan menggunakan jarum steril. Prosesnya relatif singkat dan hanya membutuhkan sedikit sampel darah. Untuk pemeriksaan darah lengkap saja, biasanya tidak diperlukan puasa, tetapi jika dilakukan bersamaan dengan tes laboratorium lain, dokter atau petugas laboratorium mungkin akan memberikan instruksi khusus.

Setelah sampel darah diambil, petugas laboratorium akan melakukan analisis menggunakan alat pemeriksaan khusus. Hasilnya kemudian dapat digunakan oleh dokter sebagai bahan evaluasi kondisi kesehatan. Perlu diingat, angka yang berada di luar rentang normal belum tentu menunjukkan penyakit serius. Interpretasi hasil harus mempertimbangkan usia, jenis kelamin, kondisi tubuh, riwayat kesehatan, serta gejala yang dialami.

Lantas, kapan sebaiknya melakukan pemeriksaan hematologi? Jika Family mengalami keluhan mudah lelah yang berlangsung terus-menerus, sering pusing, terlihat pucat, mudah mengalami memar, atau memiliki keluhan lain yang tidak biasa, sebaiknya jangan langsung menganggapnya sebagai kelelahan biasa. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui pemeriksaan apa yang sesuai dengan kebutuhan.

Menjaga kesehatan bukan hanya tentang mengobati ketika tubuh sudah sakit, tetapi juga memahami kondisi tubuh sejak dini. Dengan pemeriksaan yang tepat, berbagai perubahan dalam tubuh dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan medis.

Yuk, Fam, mulai lebih peduli dengan sinyal yang diberikan tubuh. Jangan abaikan rasa lelah yang datang berulang kali. Pemeriksaan hematologi bisa menjadi salah satu langkah untuk membantu mengenali kondisi darah dan mendukung evaluasi kesehatan secara menyeluruh. Karena tubuh yang sehat adalah modal penting untuk tetap aktif, produktif, dan menikmati waktu bersama orang-orang tersayang.


Bagikan Artikel Ini