Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Tambal Gigi Sementara atau Permanen? Ini Perbedaannya
Klinik Gigi - 1 Hari Lalu Oleh Diaz
9 Kali DibacaFam, pernah merasa gigi berlubang tapi dokter gigi justru menyarankan tambal gigi sementara terlebih dahulu? Atau mungkin Family bertanya-tanya, kenapa ada tambal gigi yang bisa bertahan lama, sementara ada juga yang memang hanya digunakan untuk sementara waktu? Memahami perbedaan tambal gigi sementara atau permanen penting supaya Family tidak bingung saat mendapatkan rekomendasi perawatan dari dokter gigi.
Gigi berlubang atau karies terjadi ketika lapisan gigi mengalami kerusakan akibat aktivitas bakteri. Jika tidak ditangani, lubang pada gigi bisa semakin dalam dan menyebabkan keluhan seperti ngilu, sakit saat mengunyah, sensitif terhadap makanan atau minuman panas dan dingin, bahkan sakit gigi yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu perawatan yang umum dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah penambalan gigi.
Namun, tidak semua gigi yang berlubang langsung mendapatkan tambalan permanen. Pada kondisi tertentu, dokter gigi dapat memilih tambal gigi sementara sebagai bagian dari proses perawatan. Jadi, apa sebenarnya perbedaan keduanya?
Tambal gigi sementara adalah bahan tambalan yang digunakan untuk jangka waktu tertentu. Sesuai namanya, tambalan ini bukanlah hasil akhir dari perawatan. Dokter gigi dapat menggunakannya ketika masih perlu memantau kondisi gigi sebelum menentukan perawatan berikutnya.
Misalnya, ketika lubang gigi sudah cukup dalam dan mendekati jaringan pulpa atau bagian dalam gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah. Dalam kondisi seperti ini, dokter perlu melihat respons gigi setelah diberikan perawatan awal. Tambalan sementara dapat membantu melindungi bagian gigi yang sudah dibersihkan sekaligus menutup lubang agar makanan dan bakteri tidak mudah masuk.
Tambal gigi sementara juga dapat digunakan dalam rangkaian perawatan saluran akar. Dalam perawatan tersebut, dokter gigi biasanya membutuhkan beberapa tahap sebelum gigi mendapatkan tambalan akhir atau restorasi permanen. Jadi, jangan langsung menganggap tambalan sementara berarti perawatan gigi Family belum selesai atau kurang maksimal. Justru, pada kondisi tertentu, tahap ini diperlukan untuk membantu dokter menentukan langkah perawatan selanjutnya.
Sementara itu, tambal gigi permanen merupakan restorasi yang dirancang untuk digunakan dalam jangka waktu lebih panjang. Setelah jaringan gigi yang rusak dibersihkan dan kondisi gigi dinilai cukup stabil, dokter gigi dapat melakukan penambalan permanen untuk mengembalikan bentuk dan fungsi gigi.
Bahan tambal gigi permanen dapat berbeda-beda, tergantung kondisi gigi, lokasi gigi yang ditambal, kebutuhan pasien, serta pertimbangan dokter gigi. Salah satu bahan yang banyak digunakan adalah resin komposit yang memiliki warna menyerupai gigi sehingga hasilnya dapat terlihat lebih natural.
Perbedaan tambal gigi sementara dan permanen bukan hanya terletak pada lama penggunaannya. Keduanya juga memiliki tujuan yang berbeda. Tambalan sementara lebih banyak digunakan sebagai bagian dari proses perawatan atau untuk melindungi gigi sebelum tindakan lanjutan. Sementara tambalan permanen ditujukan sebagai restorasi akhir untuk mengembalikan fungsi gigi setelah kondisi gigi dinilai siap.
Lalu, apakah tambal gigi sementara bisa dibiarkan begitu saja? Jawabannya, sebaiknya tidak. Meskipun terlihat baik-baik saja dan tidak menimbulkan rasa sakit, tambalan sementara tetap perlu dikontrol sesuai jadwal yang diberikan dokter gigi. Bahan sementara memang tidak dirancang untuk menggantikan tambalan permanen dalam jangka panjang.
Family juga perlu memperhatikan kondisi tambalan setelah perawatan. Jika tambalan terasa longgar, pecah, terlepas, atau tiba-tiba muncul rasa sakit, sebaiknya segera konsultasikan kembali ke dokter gigi. Jangan menunggu sampai rasa sakit semakin berat karena kerusakan pada gigi dapat berkembang tanpa selalu menimbulkan gejala yang jelas.
Hal lain yang penting adalah jangan menunda pemeriksaan hanya karena gigi belum terasa sakit. Lubang kecil yang awalnya tidak menimbulkan keluhan bisa berkembang menjadi lebih dalam. Ketika kerusakan sudah mencapai bagian dalam gigi, perawatannya dapat menjadi lebih kompleks dibandingkan ketika lubang masih berada pada tahap awal.
Menurut World Health Organization (WHO), karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang paling umum dan dapat memengaruhi kualitas hidup jika tidak ditangani. Karena itu, menjaga kebersihan gigi dan melakukan pemeriksaan rutin tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Setelah mendapatkan tambalan, bukan berarti Family bisa kembali mengabaikan kebersihan gigi. Tetap sikat gigi secara rutin menggunakan pasta gigi berfluoride, bersihkan sela-sela gigi, batasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, serta lakukan pemeriksaan gigi secara berkala. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menjaga gigi yang sudah ditambal sekaligus mencegah munculnya lubang baru.
Jadi, apakah Family membutuhkan tambal gigi sementara atau permanen? Jawabannya bergantung pada kondisi gigi masing-masing. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk melihat seberapa dalam kerusakan, kondisi jaringan gigi, serta menentukan perawatan yang paling sesuai. Jangan memilih jenis tambalan hanya berdasarkan keinginan untuk mendapatkan tambalan yang lebih awet, karena setiap kondisi gigi membutuhkan penanganan yang berbeda.
Kalau Family sedang mengalami gigi berlubang, gigi ngilu, atau tambalan lama mulai bermasalah, jangan tunggu sampai sakitnya mengganggu aktivitas. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu mengetahui kondisi gigi dan menentukan perawatan yang tepat. Jadi, sebelum memutuskan tambal gigi sementara atau permanen, konsultasikan kondisi gigi Family dengan dokter gigi agar mendapatkan penanganan yang sesuai.
Bagikan Artikel Ini