Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Siap Santap Hidangan Qurban? Pastikan Lakukan Scalling Gigi Biar Nggak Ada Sisa Daging Menempel!
Klinik Gigi - 6 Jam Lalu Oleh Diaz
7 Kali Dibaca“Scaling gigi” jadi salah satu hal yang sering disepelekan sebelum momen makan besar seperti Idul Adha. Padahal Fam, saat hidangan qurban mulai memenuhi meja makan, mulai dari sate, gulai, rendang, sampai tongseng, kesehatan gigi justru harus lebih diperhatikan. Serat daging yang mudah terselip di sela gigi bisa bikin mulut terasa nggak nyaman, bau mulut muncul, bahkan memicu radang gusi kalau dibiarkan terlalu lama. Makanya, sebelum siap santap hidangan qurban favorit, nggak ada salahnya luangkan waktu buat scaling gigi supaya nggak ada sisa daging menempel dan bikin masalah baru di mulut.
Banyak orang masih mengira kalau scaling cuma untuk bikin gigi kelihatan lebih putih. Padahal fungsi utamanya jauh lebih penting dari itu. Scaling adalah proses membersihkan karang gigi dan plak yang menumpuk, terutama di area yang sulit dijangkau sikat gigi biasa. Nah, karang gigi inilah yang sering jadi “tempat nyaman” buat sisa makanan nyangkut, termasuk serat-serat daging qurban yang biasanya lebih mudah terselip di sela gigi.
Bayangin aja Family, habis makan sate atau rendang lalu ada daging kecil yang nyelip di antara gigi dan nggak bisa keluar sempurna. Kalau kondisi gigi penuh plak dan karang, sisa makanan jadi makin gampang menempel. Akibatnya? Mulut terasa nggak segar, napas jadi kurang nyaman, bahkan gusi bisa gampang berdarah. Belum lagi kalau ternyata ada gigi berlubang kecil yang nggak terasa sebelumnya. Saat makan daging berserat atau makanan berbumbu kuat, rasa ngilu bisa langsung muncul dan bikin momen makan jadi kurang nikmat.
Scaling juga membantu menjaga kesehatan gusi. Banyak orang baru sadar gusinya bermasalah saat sikat gigi terasa sakit atau berdarah. Padahal tanda-tanda itu bisa muncul karena penumpukan plak yang sudah lama nggak dibersihkan. Kalau dibiarkan terus, radang gusi bisa makin parah dan memengaruhi kesehatan gigi secara keseluruhan. Makanya, scaling rutin setiap enam bulan sekali sebenarnya bukan cuma soal penampilan, tapi investasi kesehatan mulut juga.
Selain scaling, penting juga buat menjaga kebiasaan sederhana setelah makan hidangan qurban. Minum air putih yang cukup bisa membantu membersihkan sisa makanan di rongga mulut. Jangan langsung tidur setelah makan besar, apalagi kalau belum sikat gigi. Serat daging yang tertinggal semalaman bisa bikin bakteri berkembang lebih cepat. Kalau lagi di luar rumah dan belum sempat sikat gigi, minimal berkumur dulu supaya mulut tetap terasa bersih.
Buat Fam yang sering merasa malu karena bau mulut saat ngobrol dekat dengan orang lain, bisa jadi penyebabnya bukan cuma makanan, tapi karang gigi yang sudah menumpuk. Karang gigi menyimpan bakteri yang menghasilkan aroma nggak sedap. Jadi walaupun sudah pakai mouthwash atau permen, kalau sumber masalahnya belum dibersihkan, bau mulut biasanya tetap balik lagi. Itulah kenapa scaling jadi salah satu treatment yang sering direkomendasikan dokter gigi untuk membantu menjaga kesegaran napas.
Menariknya lagi, proses scaling sekarang juga nggak semenakutkan yang dibayangkan banyak orang. Banyak pasien awalnya takut karena dengar cerita scaling bikin gigi ngilu atau jadi renggang. Faktanya, gigi yang terasa “berjarak” setelah scaling biasanya karena karang gigi yang sebelumnya menumpuk sudah dibersihkan. Jadi bukan scaling yang membuat gigi renggang, tapi karang yang selama ini menutupi sela gigi akhirnya hilang. Kalau dilakukan rutin dan ditangani tenaga profesional, scaling justru membantu menjaga kondisi gigi tetap sehat.
Kalau Family ingin tahu lebih banyak tentang pentingnya menjaga kesehatan mulut dan gusi, bisa baca informasi dari WHO Oral Health atau edukasi kesehatan gigi dari Kementerian Kesehatan RI.
Momen Idul Adha memang identik dengan kebersamaan dan makanan enak. Tapi jangan sampai sibuk menikmati hidangan qurban sampai lupa menjaga kesehatan gigi sendiri. Karena percuma bisa makan puas kalau akhirnya malah terganggu bau mulut, gusi bengkak, atau sisa daging yang terus nyangkut di sela gigi. Jadi sebelum pesta sate dan rendang dimulai, yuk jadwalkan scaling gigi dari sekarang. Dengan mulut yang lebih bersih dan sehat, makan hidangan qurban jadi makin nyaman, percaya diri saat ngobrol pun ikut meningkat. Scaling gigi bukan sekadar perawatan estetika, tapi langkah penting supaya momen makan daging qurban tetap aman, nyaman, dan bebas sisa daging menempel di gigi, Fam.
Bagikan Artikel Ini