Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Gigi Sering Ngilu? Jangan Abaikan, Bisa Jadi Ada Masalah pada Gigi
Klinik Gigi - 1 Hari Lalu Oleh Diaz
10 Kali DibacaGigi sering ngilu mungkin terasa seperti masalah sepele. Biasanya rasa ngilu muncul saat minum es, makan makanan manis, atau menikmati makanan dan minuman yang terlalu panas. Setelah itu, rasa tidak nyaman hilang dan kita kembali beraktivitas seperti biasa. Padahal, kalau keluhan ini terjadi berulang kali, sebaiknya jangan langsung dianggap normal. Fam, gigi sering ngilu bisa menjadi tanda bahwa ada kondisi pada gigi atau gusi yang perlu diperhatikan.
Rasa ngilu pada gigi dikenal sebagai sensitivitas gigi. Kondisi ini dapat terjadi ketika lapisan pelindung gigi, terutama enamel, mengalami penipisan atau kerusakan sehingga bagian gigi yang lebih sensitif menjadi lebih mudah terpapar rangsangan dari makanan dan minuman. Itulah sebabnya sebagian orang bisa langsung merasa ngilu ketika minum air dingin atau mengonsumsi makanan manis.
Salah satu penyebab yang cukup umum adalah cara menyikat gigi yang terlalu keras. Mungkin kita berpikir semakin kuat menyikat gigi, semakin bersih pula gigi yang dihasilkan. Padahal, tekanan yang terlalu kuat justru dapat menyebabkan permukaan gigi dan area gusi mengalami masalah. Penggunaan sikat gigi berbulu keras juga dapat meningkatkan risiko iritasi pada gusi dan membuat area sekitar gigi menjadi lebih sensitif.
Selain kebiasaan menyikat gigi, konsumsi makanan dan minuman yang bersifat asam juga dapat berpengaruh terhadap kondisi enamel. Minuman bersoda, minuman dengan rasa asam, buah-buahan tertentu, atau makanan yang memiliki tingkat keasaman tinggi jika dikonsumsi terlalu sering dapat berkontribusi terhadap erosi enamel. Bukan berarti makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya, tetapi tetap perlu dikonsumsi secara bijak dan diimbangi dengan kebiasaan menjaga kebersihan gigi.
Gigi berlubang juga tidak boleh luput dari perhatian. Pada tahap awal, lubang pada gigi terkadang belum menimbulkan rasa sakit yang berarti. Namun, ketika kerusakan semakin dalam dan mendekati bagian dalam gigi yang memiliki saraf dan pembuluh darah, keluhan seperti ngilu atau sakit gigi dapat mulai terasa. Karena itu, jangan menunggu sampai sakitnya mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari baru memeriksakan gigi.
Masalah pada gusi juga dapat membuat gigi terasa lebih sensitif. Gusi yang mengalami peradangan atau penurunan posisi dapat menyebabkan bagian gigi yang sebelumnya tertutup menjadi lebih terbuka. Bagian tersebut biasanya lebih sensitif terhadap suhu dan makanan tertentu. Jika Fam juga menemukan gusi mudah berdarah ketika menyikat gigi, terlihat bengkak, atau sering terasa tidak nyaman, pemeriksaan ke dokter gigi sebaiknya tidak ditunda.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan menggertakkan atau menggemeretakkan gigi, terutama saat tidur. Tekanan berulang pada gigi dapat menyebabkan permukaan gigi mengalami keausan dan dalam kondisi tertentu dapat memicu rasa sensitif. Kebiasaan ini terkadang tidak disadari oleh orang yang mengalaminya dan baru diketahui setelah ada keluhan pada gigi atau mendapat informasi dari orang terdekat.
Lalu, kapan gigi ngilu perlu diperiksakan? Jika rasa ngilu hanya muncul sesekali dan segera hilang setelah rangsangan berhenti, penyebabnya tetap perlu diperhatikan, terutama jika terjadi berulang. Namun, apabila rasa sakit berlangsung lebih lama, semakin sering muncul, terasa spontan tanpa pemicu yang jelas, atau disertai sakit ketika menggigit, pembengkakan, demam, maupun keluhan lain, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi.
Fam juga tidak perlu langsung mencoba berbagai cara untuk menghilangkan rasa ngilu tanpa mengetahui penyebabnya. Menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif dapat membantu sebagian orang, tetapi bukan berarti masalah yang mendasarinya sudah selesai. Jika penyebabnya adalah gigi berlubang, kerusakan enamel, masalah gusi, atau kondisi lainnya, penanganannya perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dokter gigi.
Untuk membantu menjaga kesehatan gigi, biasakan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, terutama pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Gunakan sikat gigi dengan bulu yang lembut dan hindari menyikat dengan tekanan berlebihan. Membersihkan sela-sela gigi juga penting karena sikat gigi tidak selalu dapat menjangkau seluruh area di antara gigi.
Selain perawatan di rumah, pemeriksaan gigi secara rutin juga penting meskipun sedang tidak merasa sakit. Pemeriksaan dapat membantu menemukan masalah lebih awal sebelum berkembang menjadi keluhan yang lebih berat. Seperti halnya kesehatan tubuh secara keseluruhan, menjaga kesehatan gigi bukan hanya dilakukan ketika sudah terasa sakit.
Jadi, kalau belakangan ini Fam merasa gigi sering ngilu, jangan buru-buru menganggapnya sebagai hal biasa. Bisa jadi tubuh sedang memberi tanda bahwa ada bagian dari kesehatan gigi dan mulut yang perlu diperhatikan. Yuk, mulai lebih peka terhadap perubahan pada gigi dan jangan ragu melakukan pemeriksaan ke dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya. Karena gigi sering ngilu bukan sekadar rasa tidak nyaman yang harus ditahan, tetapi bisa menjadi alasan untuk lebih peduli pada kesehatan gigi sejak sekarang.
Bagikan Artikel Ini