Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Scaling Gigi: Seberapa Sering Sebaiknya Dilakukan?

Klinik Gigi - 1 Hari Lalu Oleh Diaz

11 Kali Dibaca

Fam, pernah merasa gigi sudah rajin disikat setiap hari, tetapi tetap terlihat ada bagian yang kekuningan atau terasa kasar? Bisa jadi itu bukan sekadar noda biasa, melainkan karang gigi yang sudah menempel. Di sinilah scaling gigi menjadi salah satu bagian penting dari perawatan gigi rutin. Tapi sebenarnya, seberapa sering scaling gigi sebaiknya dilakukan? Apakah harus menunggu sampai karang gigi terlihat banyak atau bisa dilakukan secara berkala sebelum masalah muncul?

Scaling gigi merupakan tindakan pembersihan gigi yang dilakukan oleh dokter gigi atau tenaga profesional untuk menghilangkan plak dan karang gigi yang tidak dapat dibersihkan hanya dengan sikat gigi. Plak sendiri merupakan lapisan tipis yang terbentuk dari sisa makanan dan bakteri di permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan dengan baik, plak dapat mengeras dan berubah menjadi karang gigi.

Karang gigi tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi di rumah. Penggunaan sikat gigi, pasta gigi, atau obat kumur tetap penting untuk menjaga kebersihan mulut sehari-hari, tetapi ketika karang gigi sudah terbentuk, diperlukan pembersihan profesional melalui scaling.

Lalu, seberapa sering scaling gigi perlu dilakukan? Secara umum, pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan sering dianjurkan sebagai bagian dari perawatan kesehatan gigi dan mulut. Namun, kebutuhan scaling setiap orang bisa berbeda. Ada orang yang mungkin cukup melakukan pembersihan profesional secara berkala, sementara orang dengan pembentukan karang gigi yang lebih cepat atau memiliki kondisi gusi tertentu mungkin membutuhkan perawatan lebih sering sesuai rekomendasi dokter gigi.

Jadi, jangan menjadikan angka enam bulan sebagai aturan mutlak untuk semua orang. Dokter gigi biasanya akan melihat kondisi gigi dan gusi, jumlah plak atau karang gigi, kebiasaan menjaga kebersihan mulut, hingga faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan gigi sebelum menentukan jadwal perawatan.

Salah satu alasan scaling penting adalah karena karang gigi yang dibiarkan dapat mengganggu kesehatan gusi. Awalnya mungkin hanya terlihat sebagai lapisan yang menempel di sekitar gigi. Namun, seiring waktu, penumpukan plak dan karang gigi dapat menyebabkan gusi menjadi merah, bengkak, mudah berdarah saat menyikat gigi, atau menimbulkan bau mulut.

Kalau sudah mengalami gusi sering berdarah, jangan langsung menganggapnya sebagai hal yang normal. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada gusi dan sebaiknya diperiksakan ke dokter gigi. Semakin cepat diketahui, semakin mudah pula menentukan perawatan yang sesuai.

Scaling juga bukan berarti pengganti kebiasaan menyikat gigi. Setelah melakukan scaling, perawatan di rumah tetap menjadi bagian yang sangat penting. Biasakan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, terutama pada pagi hari dan sebelum tidur. Bersihkan juga sela-sela gigi dengan dental floss atau pembersih interdental jika diperlukan.

Selain itu, perhatikan juga kebiasaan sehari-hari. Terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis, merokok, atau kurang memperhatikan kebersihan mulut dapat meningkatkan risiko berbagai masalah gigi dan gusi. Minum air putih setelah makan juga dapat membantu menjaga kebersihan mulut, meskipun tetap tidak menggantikan aktivitas menyikat gigi.

Buat Family yang sudah lama tidak melakukan pemeriksaan gigi, tidak perlu menunggu sampai sakit atau mengalami keluhan yang berat. Pemeriksaan rutin justru membantu dokter gigi menemukan masalah lebih awal. Scaling pun sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi gigi dan rekomendasi tenaga profesional, bukan hanya karena ingin membuat gigi terlihat lebih bersih.

Perlu diketahui juga, scaling dilakukan menggunakan alat khusus untuk membersihkan karang gigi yang menempel pada permukaan gigi. Setelah tindakan, sebagian orang mungkin merasakan gigi sedikit lebih sensitif untuk sementara waktu. Hal ini dapat terjadi terutama jika sebelumnya terdapat banyak karang gigi atau gusi sedang mengalami peradangan. Dokter gigi dapat memberikan arahan mengenai perawatan setelah scaling sesuai kondisi masing-masing.

Informasi mengenai kesehatan gigi dan mulut juga bisa dipelajari melalui sumber terpercaya seperti Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan American Dental Association. Namun, informasi umum dari internet tetap tidak menggantikan pemeriksaan langsung karena kondisi gigi setiap orang berbeda.

Jadi, kapan waktu yang tepat untuk scaling gigi? Jawabannya tidak selalu sama untuk setiap orang. Yang paling penting adalah melakukan pemeriksaan gigi secara rutin dan mengikuti rekomendasi dokter gigi berdasarkan kondisi gigi dan gusi. Jangan menunggu karang gigi menumpuk atau gusi mulai bermasalah baru datang ke dokter.

Menjaga kesehatan gigi bukan hanya soal punya senyum yang terlihat bersih, tetapi juga tentang menjaga kesehatan mulut dalam jangka panjang. Dengan menyikat gigi secara rutin, menjaga kebersihan sela gigi, memperhatikan pola makan, dan melakukan pemeriksaan berkala, Family bisa membantu menjaga gigi dan gusi tetap sehat. Jadi, kalau sudah waktunya kontrol, yuk jangan ditunda. Scaling gigi dan perawatan gigi rutin bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga senyum tetap nyaman dan sehat.


Bagikan Artikel Ini