Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Gusi Sering Bengkak? Kenali Penyebab dan Kapan Harus Diperiksa
Klinik Gigi - 1 Hari Lalu Oleh Diaz
6 Kali DibacaGusi sering bengkak mungkin terlihat seperti masalah sepele, apalagi kalau rasa tidak nyamannya bisa hilang sendiri setelah beberapa hari. Tapi, Family, gusi sering bengkak sebenarnya tidak selalu boleh dianggap biasa. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada kesehatan gigi dan mulut yang perlu diperhatikan, terutama kalau bengkak muncul berulang, disertai nyeri, mudah berdarah, atau membuat aktivitas seperti makan dan menyikat gigi terasa tidak nyaman.
Gusi yang sehat umumnya berwarna merah muda, tidak mudah berdarah, dan tidak terasa sakit saat disentuh atau digunakan untuk mengunyah. Ketika gusi mengalami peradangan, salah satu tanda yang cukup mudah dikenali adalah perubahan pada bentuk dan warnanya. Gusi bisa terlihat lebih merah, membengkak, terasa sensitif, bahkan mudah berdarah ketika menyikat gigi.
Salah satu penyebab gusi bengkak yang paling sering adalah penumpukan plak pada gigi. Plak merupakan lapisan tipis yang terbentuk dari bakteri dan sisa makanan. Jika tidak dibersihkan dengan baik, plak dapat menumpuk di sekitar garis gusi dan memicu peradangan. Kondisi ini dikenal sebagai gingivitis atau radang gusi. Menurut National Institute of Dental and Craniofacial Research (NIDCR), gingivitis dapat menyebabkan gusi menjadi merah, bengkak, dan mudah berdarah.
Selain plak, karang gigi juga bisa menjadi salah satu faktor yang membuat gusi terus mengalami masalah. Karang gigi terbentuk ketika plak mengeras dan tidak dapat dibersihkan hanya dengan menyikat gigi. Keberadaannya dapat membuat bakteri lebih mudah menumpuk di sekitar gusi. Karena itu, menjaga kebersihan gigi tidak hanya soal menyikat gigi setiap hari, tetapi juga melakukan pemeriksaan dan pembersihan gigi secara berkala sesuai kebutuhan.
Penyebab lainnya bisa berasal dari makanan yang terselip di antara gigi, terutama jika terjadi berulang di area yang sama. Sisa makanan yang sulit dibersihkan dapat menyebabkan gusi di sekitarnya menjadi iritasi dan akhirnya membengkak. Penggunaan alat tertentu di dalam mulut, seperti kawat gigi atau gigi palsu yang kurang sesuai, juga dapat menyebabkan iritasi pada jaringan gusi.
Pada beberapa orang, gusi bengkak juga dapat muncul ketika gigi sedang tumbuh, termasuk gigi geraham paling belakang atau gigi bungsu. Area di sekitar gigi bungsu yang tumbuh sebagian bisa lebih sulit dibersihkan sehingga sisa makanan dan bakteri mudah berkumpul. Akibatnya, gusi di bagian belakang mulut dapat terasa nyeri dan membengkak.
Kebiasaan sehari-hari juga tidak boleh dilewatkan. Menyikat gigi terlalu keras tidak membuat gigi menjadi lebih bersih, justru dapat menyebabkan gusi mengalami iritasi. Sebaliknya, menyikat gigi terlalu sebentar atau melewatkan area tertentu juga dapat membuat plak tetap menumpuk. Pilih sikat gigi berbulu lembut dan bersihkan gigi secara menyeluruh, terutama di sepanjang garis gusi.
Lalu, kapan gusi bengkak perlu diperiksa? Kalau bengkaknya hanya muncul sesekali dan membaik setelah kebersihan mulut diperbaiki, Family tetap perlu memperhatikan apakah kondisi tersebut kembali terjadi. Namun, pemeriksaan ke dokter gigi sebaiknya dilakukan jika gusi sering bengkak, mudah berdarah, terasa nyeri terus-menerus, terdapat benjolan atau nanah, muncul bau mulut yang menetap, atau gigi terasa goyang.
Jangan menunggu sampai sakitnya semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Gusi yang terus mengalami peradangan dapat berkaitan dengan penyakit gusi yang lebih serius. Pada penyakit periodontal, jaringan yang menopang gigi dapat ikut terdampak dan pada kondisi yang lebih berat dapat menyebabkan gigi menjadi goyang. American Dental Association juga menjelaskan bahwa penyakit gusi dapat berkembang dari peradangan gusi menjadi kondisi yang lebih serius apabila tidak ditangani.
Sambil menunggu pemeriksaan, Family bisa membantu menjaga kondisi mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, membersihkan sela-sela gigi, dan menjaga pola makan yang mendukung kesehatan gigi dan gusi. Hindari kebiasaan menekan atau memecahkan bagian gusi yang bengkak sendiri karena hal tersebut dapat memperburuk iritasi atau menyebabkan luka.
Yang tidak kalah penting, jangan langsung menganggap setiap gusi bengkak membutuhkan obat tertentu. Penyebabnya perlu diketahui terlebih dahulu. Kalau ternyata masalahnya berasal dari plak dan karang gigi, misalnya, penanganannya tentu berbeda dengan gusi bengkak akibat gigi bungsu, infeksi, atau masalah gigi lainnya. Pemeriksaan dokter gigi membantu mencari penyebab sehingga penanganannya bisa disesuaikan.
Jadi, Family, gusi sering bengkak bukan kondisi yang sebaiknya terus dibiarkan, apalagi kalau muncul berulang atau disertai keluhan lain. Mengenali penyebab gusi bengkak dan mengetahui kapan gusi bengkak harus diperiksa dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut sebelum masalah berkembang menjadi lebih serius. Kalau gusi mulai sering bengkak, mudah berdarah, atau terasa sakit, yuk jangan tunggu sampai mengganggu aktivitas. Jadwalkan pemeriksaan gigi dan cari tahu penyebabnya sejak dini.
Bagikan Artikel Ini