Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Gula Darah Tinggi Sering Tidak Terasa, Kapan Sebaiknya Mulai Cek?

Medical Check Up - 29 Sep 2026 Oleh Diaz

47 Kali Dibaca

Gula darah tinggi sering kali tidak terasa, terutama pada tahap awal. Karena itu, cek gula darah bisa menjadi langkah sederhana untuk mengetahui kondisi tubuh sebelum muncul keluhan yang lebih serius. Banyak orang baru memeriksakan gula darah ketika sudah merasa sering haus, mudah lelah, sering buang air kecil, atau berat badan berubah tanpa sebab yang jelas. Padahal, kondisi gula darah dapat meningkat secara perlahan dan tidak selalu memberikan tanda yang mudah dikenali.

Fam, gula darah merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Setelah kita makan, tubuh akan mengolah makanan menjadi glukosa yang kemudian digunakan sebagai energi. Hormon insulin membantu glukosa masuk ke dalam sel tubuh. Ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik atau produksi insulin tidak mencukupi, kadar glukosa dalam darah dapat meningkat. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, risiko terjadinya diabetes dan berbagai komplikasi kesehatan juga dapat meningkat.

Salah satu hal yang membuat gula darah tinggi perlu diperhatikan adalah gejalanya yang bisa samar. Seseorang mungkin merasa baik-baik saja dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, padahal kadar gula darahnya sudah berada di atas batas normal. Beberapa orang memang dapat mengalami tanda seperti mudah haus, lebih sering buang air kecil, mudah lapar, cepat lelah, penglihatan kabur, luka yang sulit sembuh, atau berat badan turun tanpa direncanakan. Namun, tidak semua orang mengalami gejala tersebut.

Itulah kenapa jangan menunggu tubuh memberikan “sinyal keras” untuk mulai peduli dengan kadar gula darah. Pemeriksaan dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi gula darah saat ini. Terlebih jika seseorang memiliki faktor risiko tertentu, seperti memiliki keluarga dengan riwayat diabetes, mengalami kelebihan berat badan, jarang beraktivitas fisik, memiliki tekanan darah tinggi, atau memiliki riwayat gula darah tinggi sebelumnya.

Lalu, kapan sebenarnya sebaiknya mulai cek gula darah?

Tidak harus menunggu usia lanjut atau menunggu muncul keluhan. Orang dewasa yang memiliki faktor risiko diabetes sebaiknya lebih proaktif melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai frekuensi pemeriksaan yang sesuai. Bagi orang yang tidak memiliki faktor risiko sekalipun, menjaga pola hidup sehat dan mengetahui kondisi kesehatan secara berkala tetap merupakan bagian dari upaya pencegahan.

Pemeriksaan gula darah juga tidak hanya dilakukan ketika seseorang dicurigai mengalami diabetes. Pemeriksaan dapat menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin. Misalnya, ketika melakukan medical check-up, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan gula darah bersama pemeriksaan lain sesuai kondisi dan faktor risiko seseorang.

Ada beberapa jenis pemeriksaan gula darah yang dapat digunakan. Salah satunya adalah gula darah puasa, yaitu pemeriksaan yang dilakukan setelah seseorang tidak makan atau minum selain air dalam jangka waktu tertentu sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Ada juga pemeriksaan gula darah sewaktu yang dapat dilakukan tanpa memperhatikan waktu makan. Selain itu, terdapat pemeriksaan HbA1c yang dapat memberikan gambaran rata-rata kadar gula darah selama sekitar dua sampai tiga bulan terakhir.

Hasil pemeriksaan sebaiknya tidak langsung ditafsirkan sendiri, Fam. Nilai gula darah dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi, termasuk makanan, aktivitas fisik, obat-obatan, kondisi kesehatan tertentu, dan waktu pemeriksaan. Karena itu, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah di luar batas normal, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan.

Yang tidak kalah penting, mengetahui hasil pemeriksaan bukan berarti harus langsung merasa takut. Justru, semakin cepat kondisi diketahui, semakin banyak kesempatan untuk melakukan perubahan yang diperlukan. Jika kadar gula darah masih berada dalam kondisi yang perlu diperhatikan, dokter dapat membantu memberikan arahan mengenai pola makan, aktivitas fisik, berat badan, maupun pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan.

Pola hidup sehari-hari juga memiliki peran penting dalam menjaga kadar gula darah. Mulai dari memilih makanan dengan lebih bijak, memperbanyak aktivitas fisik, menjaga berat badan tetap sehat, cukup tidur, hingga tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan. Tidak perlu menunggu perubahan besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Family, menjaga kesehatan bukan hanya tentang mengobati ketika sudah sakit. Mengenali kondisi tubuh lebih awal juga merupakan bentuk perhatian kepada diri sendiri. Kalau sudah lama tidak melakukan pemeriksaan kesehatan atau memiliki faktor risiko diabetes, tidak ada salahnya mulai berdiskusi dengan tenaga kesehatan mengenai pemeriksaan yang sesuai untuk kondisi Anda.

Informasi mengenai diabetes dan pemeriksaan gula darah juga dapat dipelajari melalui sumber kesehatan terpercaya seperti Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan International Diabetes Federation. Gunakan sumber yang kredibel agar informasi kesehatan yang didapat tidak hanya berasal dari media sosial atau pengalaman orang lain.

Pada akhirnya, cek gula darah bukan hanya dilakukan ketika tubuh mulai terasa tidak nyaman. Gula darah tinggi bisa saja tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga memahami faktor risiko dan melakukan pemeriksaan sesuai kebutuhan menjadi langkah yang penting. Jadi, Fam, kalau sudah lama tidak pernah cek gula darah, terutama jika memiliki faktor risiko diabetes, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai peduli dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.


Bagikan Artikel Ini