Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Gigi Berlubang Jangan Didiamkan, Kapan Harus Segera Ditambal?

Klinik Gigi - 1 Hari Lalu Oleh Diaz

5 Kali Dibaca

Gigi berlubang sering kali dianggap sepele, apalagi kalau belum terasa sakit. Padahal, gigi berlubang bisa terus berkembang meskipun awalnya tidak menimbulkan keluhan. Family mungkin pernah menemukan titik hitam kecil di gigi, makanan yang sering terselip, atau mulai merasa ngilu saat minum dingin dan makan manis. Kondisi seperti ini sebaiknya tidak hanya ditunggu sampai sakit. Salah satu penanganan yang umum dilakukan adalah tambal gigi, terutama ketika kerusakan gigi masih memungkinkan untuk dipertahankan.

Gigi berlubang atau karies terjadi ketika lapisan gigi mengalami kerusakan akibat proses yang melibatkan bakteri dan asam dari sisa makanan, terutama gula dan karbohidrat. Kalau kebersihan gigi kurang terjaga, plak dapat menumpuk di permukaan gigi. Bakteri di dalam plak kemudian menghasilkan asam yang perlahan dapat merusak email gigi. Prosesnya bisa berlangsung bertahap, sehingga pada awalnya Family mungkin tidak merasakan apa-apa.

Justru karena sering tidak terasa, banyak orang baru datang ke dokter gigi ketika rasa sakit sudah mengganggu aktivitas. Padahal, semakin dalam kerusakan gigi, penanganannya juga bisa menjadi lebih kompleks. Karena itu, pemeriksaan sejak awal penting untuk mengetahui seberapa jauh lubang pada gigi sudah berkembang.

Lalu, kapan gigi berlubang harus ditambal? Salah satu tandanya adalah ketika sudah terlihat adanya lubang atau bagian gigi yang terkikis. Jangan menunggu sampai lubangnya semakin besar atau gigi patah. Pada kondisi tertentu, dokter gigi dapat membersihkan jaringan gigi yang mengalami kerusakan kemudian menutup bagian tersebut dengan bahan tambalan. Tujuannya bukan hanya memperbaiki bentuk gigi, tetapi juga membantu mencegah kerusakan berkembang lebih jauh.

Family juga sebaiknya memperhatikan rasa ngilu yang muncul berulang. Misalnya, gigi terasa ngilu ketika mengonsumsi minuman dingin, makanan panas, makanan manis, atau saat mengunyah. Rasa ngilu memang tidak selalu berarti gigi berlubang, tetapi bisa menjadi tanda adanya masalah pada gigi yang perlu diperiksa. Daripada menebak-nebak penyebabnya sendiri, pemeriksaan dokter gigi dapat membantu menentukan kondisi sebenarnya.

Bagaimana kalau gigi sudah sakit? Ini menjadi tanda yang tidak sebaiknya diabaikan. Rasa sakit dapat muncul ketika kerusakan sudah mencapai bagian gigi yang lebih dalam. Namun, tidak semua gigi yang sakit bisa langsung ditambal. Dokter gigi perlu memeriksa kondisi gigi terlebih dahulu. Jika kerusakannya sudah mengenai jaringan pulpa atau bagian dalam gigi, penanganannya mungkin membutuhkan tindakan lain, seperti perawatan saluran akar, sebelum gigi dapat dipertahankan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah munculnya pembengkakan pada gusi di sekitar gigi, rasa berdenyut, bau mulut yang menetap, atau keluarnya cairan dari area gigi. Keluhan tersebut membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut karena dapat berkaitan dengan infeksi. Menunda pemeriksaan bukan berarti masalahnya akan hilang. Justru, kondisi yang awalnya lebih sederhana dapat berkembang menjadi masalah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Ada juga anggapan bahwa selama gigi belum sakit, tidak perlu ke dokter gigi. Padahal, pemeriksaan rutin tetap penting meskipun tidak ada keluhan. Beberapa masalah gigi dapat berkembang tanpa menimbulkan rasa sakit pada tahap awal. Dengan pemeriksaan, dokter gigi dapat menemukan masalah lebih dini dan menentukan apakah gigi cukup dirawat dengan tambalan atau membutuhkan tindakan lainnya.

Selain melakukan perawatan ketika gigi sudah berlubang, kebiasaan sehari-hari juga berperan penting dalam menjaga kesehatan gigi. Family bisa mulai dari hal sederhana, seperti menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, terutama sebelum tidur. Membersihkan sela-sela gigi juga penting karena sikat gigi tidak selalu dapat menjangkau seluruh area. Batasi juga frekuensi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, terutama camilan manis yang dikonsumsi berulang sepanjang hari.

Namun, informasi dari internet tetap tidak dapat menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter gigi, terutama jika Family sudah mengalami nyeri, lubang yang terlihat, atau pembengkakan.

Jadi, jangan menunggu gigi berlubang sampai benar-benar sakit untuk mulai peduli. Semakin cepat diperiksa, semakin cepat juga dokter gigi dapat menentukan perawatan yang sesuai dengan kondisi gigi. Jika memang diperlukan tambal gigi, tindakan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk mempertahankan gigi dan mencegah kerusakan berkembang lebih jauh. Jadi, kalau Family mulai melihat lubang, sering ngilu, atau merasa ada perubahan pada gigi, yuk jangan ditunda. Periksa lebih awal dan ketahui kapan gigi berlubang harus ditambal, sebelum keluhannya semakin mengganggu.


Bagikan Artikel Ini