Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Demam dan Badan Terasa Lemas? Kapan Perlu Mendapatkan Pemeriksaan?

Penyakit - 29 Sep 2026 Oleh Diaz

37 Kali Dibaca

Demam dan badan lemas adalah keluhan yang cukup sering dialami, baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. Demam dan badan lemas biasanya muncul ketika tubuh sedang merespons infeksi atau kondisi tertentu. Kadang keluhannya ringan dan membaik setelah cukup istirahat, minum air, serta menjaga kondisi tubuh. Namun, ada juga situasi ketika demam tidak kunjung membaik atau disertai keluhan lain yang membuat kita perlu lebih waspada. Jadi, kapan sebenarnya demam perlu diperiksa?

Demam merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat di atas batas normal. Kondisi ini bukan penyakit, melainkan salah satu respons alami tubuh terhadap sesuatu yang sedang terjadi di dalam tubuh, terutama infeksi. Saat mengalami demam, tubuh bisa terasa lebih lelah karena energi digunakan untuk membantu sistem kekebalan melawan penyebab penyakit. Tidak heran jika demam sering disertai badan pegal, menggigil, sakit kepala, nafsu makan menurun, atau tubuh terasa tidak bertenaga.

Penyebab demam pun cukup beragam. Infeksi virus seperti flu, infeksi saluran pernapasan, atau beberapa jenis infeksi lainnya dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat. Infeksi bakteri juga bisa menimbulkan demam dan membutuhkan penanganan yang berbeda sesuai penyebabnya. Selain infeksi, demam dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan lain. Karena itu, kita tidak selalu bisa mengetahui penyebab demam hanya dari melihat angka pada termometer.

Jika demam masih ringan dan kondisi tubuh secara umum cukup baik, beberapa langkah sederhana bisa dilakukan di rumah. Pastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan konsumsi cairan secara teratur untuk membantu mencegah dehidrasi. Pilih makanan yang mudah dikonsumsi jika nafsu makan sedang menurun. Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu tebal agar tubuh tidak semakin terasa panas. Suhu tubuh juga dapat dipantau secara berkala sehingga perubahan kondisi lebih mudah diketahui.

Namun, jangan hanya memperhatikan angka suhu tubuh. Kondisi secara keseluruhan juga penting diperhatikan. Misalnya, apakah demam semakin tinggi, sudah berlangsung beberapa hari, atau justru muncul kembali setelah sempat membaik? Perhatikan juga apakah badan semakin lemas hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Keluhan lain seperti batuk berat, sesak napas, muntah terus-menerus, diare, nyeri yang cukup berat, sakit kepala hebat, ruam, atau penurunan kesadaran juga perlu menjadi perhatian.

Untuk anak-anak, lansia, ibu hamil, atau orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya jangan menunda berkonsultasi ketika demam disertai kondisi yang mengkhawatirkan. Kelompok tersebut dapat memiliki kebutuhan pemeriksaan dan penanganan yang berbeda. Pada bayi, terutama yang masih sangat kecil, demam juga perlu mendapat perhatian lebih serius sehingga orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Lalu, pemeriksaan apa yang mungkin dilakukan ketika seseorang datang dengan keluhan demam dan badan lemas? Pemeriksaan akan disesuaikan dengan kondisi dan keluhan yang dirasakan. Dokter biasanya akan menanyakan sejak kapan demam terjadi, suhu tubuh tertinggi, keluhan yang menyertai, riwayat penyakit, obat yang sudah dikonsumsi, serta kondisi kesehatan lainnya. Setelah itu, pemeriksaan fisik dapat dilakukan untuk membantu mencari kemungkinan penyebabnya.

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan penunjang, termasuk pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan tersebut bukan berarti selalu diperlukan untuk setiap orang yang mengalami demam. Jenis pemeriksaan dipilih berdasarkan hasil konsultasi dan pemeriksaan awal. Misalnya, pemeriksaan darah dapat dipertimbangkan ketika dokter membutuhkan informasi tambahan untuk membantu menilai kondisi pasien.

Hal yang tidak kalah penting adalah menghindari kebiasaan menebak penyakit sendiri hanya berdasarkan gejala. Demam, lemas, sakit kepala, atau pegal-pegal bisa muncul pada berbagai kondisi yang berbeda. Mengonsumsi obat secara sembarangan, terutama antibiotik tanpa resep dokter, juga sebaiknya dihindari. Antibiotik digunakan untuk kondisi tertentu yang disebabkan bakteri dan penggunaannya perlu sesuai anjuran tenaga medis.

Family juga bisa mencatat perkembangan keluhan selama di rumah. Catat suhu tubuh, kapan demam muncul, obat yang sudah dikonsumsi, jumlah cairan yang diminum, serta gejala lain yang menyertai. Catatan sederhana ini bisa membantu ketika nantinya perlu berkonsultasi dengan dokter karena informasi yang diberikan menjadi lebih jelas.

Untuk informasi kesehatan umum mengenai demam dan kapan perlu mencari pertolongan medis, Family juga bisa membaca panduan dari Kementerian Kesehatan RI dan World Health Organization (WHO).

Intinya, demam tidak selalu berarti kondisi yang serius. Dalam banyak kasus, tubuh dapat pulih dengan istirahat dan perawatan yang sesuai. Tetapi jika demam berlangsung terus, semakin berat, mengganggu aktivitas, atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk mendapatkan pemeriksaan. Dengan mengetahui demam dan badan lemas, penyebab demam dan badan lemas, kapan demam perlu diperiksa, dan pemeriksaan saat demam, Family bisa lebih peka terhadap perubahan kondisi tubuh dan mengambil langkah yang tepat ketika kesehatan mulai terganggu.


Bagikan Artikel Ini