Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00
info@klinikkeluarga.com
0263 513513
Hematologi Itu Memeriksa Apa Saja? Kenali Pemeriksaan Darah yang Sering Dilakukan
Medical Check Up - 29 Sep 2026 Oleh Diaz
56 Kali DibacaHematologi itu memeriksa apa saja? Pertanyaan ini cukup sering muncul ketika seseorang mendapatkan anjuran untuk melakukan pemeriksaan darah. Secara sederhana, hematologi berkaitan dengan darah, termasuk sel-sel darah dan berbagai kondisi yang dapat memengaruhi fungsi darah di dalam tubuh. Salah satu pemeriksaan yang paling sering dilakukan adalah pemeriksaan hematologi lengkap atau complete blood count (CBC). Pemeriksaan ini dapat memberikan gambaran mengenai jumlah dan karakteristik beberapa jenis sel darah. Buat Fam yang mungkin masih menganggap pemeriksaan darah hanya dilakukan ketika sedang sakit, sebenarnya pemeriksaan hematologi juga dapat membantu memberikan informasi mengenai kondisi tubuh secara lebih menyeluruh.
Darah memiliki banyak peran penting. Selain membawa oksigen dan zat gizi ke berbagai jaringan, darah juga membantu melawan infeksi serta berperan dalam proses pembekuan ketika terjadi luka. Karena itu, perubahan pada jumlah atau karakteristik sel darah dapat memberikan petunjuk yang perlu diperhatikan. Pemeriksaan hematologi membantu tenaga kesehatan melihat kondisi tersebut melalui sampel darah yang diperiksa di laboratorium.
Salah satu pemeriksaan yang cukup umum adalah hemoglobin atau Hb. Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Nilai hemoglobin yang berada di bawah rentang normal dapat ditemukan pada kondisi anemia, meskipun penyebab anemia tidak selalu sama. Kekurangan zat besi, kehilangan darah, kekurangan vitamin tertentu, hingga kondisi kesehatan lainnya dapat berhubungan dengan anemia. Karena itu, hasil Hb sebaiknya tidak langsung disimpulkan sendiri tanpa melihat kondisi dan hasil pemeriksaan lainnya.
Selain hemoglobin, pemeriksaan hematologi juga dapat melihat jumlah sel darah merah atau eritrosit. Sel darah merah memiliki peran utama dalam membawa oksigen. Dalam pemeriksaan darah lengkap, biasanya terdapat beberapa parameter yang berkaitan dengan sel darah merah, seperti hematokrit, mean corpuscular volume (MCV), mean corpuscular hemoglobin (MCH), dan mean corpuscular hemoglobin concentration (MCHC). Parameter tersebut membantu tenaga kesehatan mendapatkan gambaran lebih detail mengenai ukuran dan karakteristik sel darah merah.
Selanjutnya ada sel darah putih atau leukosit. Sel darah putih merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh yang membantu melawan berbagai infeksi dan benda asing. Jumlah leukosit dapat berubah karena berbagai kondisi, termasuk infeksi, peradangan, penggunaan obat tertentu, maupun kondisi medis lainnya. Karena penyebab perubahan jumlah leukosit bisa beragam, hasil pemeriksaan perlu dibaca bersama gejala dan kondisi seseorang.
Pemeriksaan hematologi juga dapat mencakup trombosit atau keping darah. Trombosit berperan penting dalam proses pembekuan darah. Ketika tubuh mengalami luka, trombosit membantu membentuk sumbatan untuk membantu menghentikan perdarahan. Jumlah trombosit yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menjadi informasi yang perlu diperhatikan oleh tenaga kesehatan. Namun, angka trombosit saja tidak cukup untuk menentukan penyebab suatu kondisi.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat meminta pemeriksaan hitung jenis leukosit atau differential count. Pemeriksaan ini memberikan informasi mengenai jenis-jenis sel darah putih, seperti neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dalam sistem pertahanan tubuh. Hasilnya dapat membantu dokter menilai kondisi pasien bersama dengan keluhan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang lainnya.
Lalu, kapan pemeriksaan hematologi biasanya dilakukan? Pemeriksaan ini dapat menjadi bagian dari evaluasi ketika seseorang mengalami keluhan tertentu, misalnya mudah lelah, pucat, demam, perdarahan yang tidak biasa, atau keluhan lain yang menurut dokter perlu diperiksa lebih lanjut. Pemeriksaan darah juga dapat dilakukan sebagai bagian dari pemantauan kondisi kesehatan tertentu maupun pemeriksaan kesehatan berkala.
Fam juga tidak perlu menunggu sampai merasa sakit untuk memperhatikan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan berkala dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi tubuh, terutama bila memang ada rekomendasi dari tenaga kesehatan berdasarkan usia, kondisi kesehatan, riwayat kesehatan, atau faktor risiko tertentu. Namun, jenis pemeriksaan yang dibutuhkan setiap orang bisa berbeda. Tidak semua orang membutuhkan seluruh jenis pemeriksaan hematologi.
Sebelum melakukan pemeriksaan, sebaiknya tanyakan kepada tenaga kesehatan mengenai jenis pemeriksaan yang diperlukan dan apakah ada persiapan khusus. Beberapa pemeriksaan darah tertentu memang membutuhkan persiapan tertentu, sedangkan pemeriksaan lainnya tidak. Jangan lupa juga untuk memberi tahu tenaga kesehatan mengenai obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi karena beberapa hal dapat memengaruhi hasil pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan hematologi juga sebaiknya tidak dibaca berdasarkan satu angka saja. Laboratorium biasanya mencantumkan rentang nilai rujukan, tetapi rentang tersebut dapat berbeda tergantung metode pemeriksaan, laboratorium, usia, jenis kelamin, dan kondisi seseorang. Hasil yang berada di luar rentang rujukan belum tentu langsung berarti seseorang mengalami penyakit. Begitu pula hasil yang berada dalam rentang normal tidak selalu menutup kemungkinan adanya masalah kesehatan. Interpretasi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.
Informasi mengenai pemeriksaan darah dan berbagai komponen darah juga dapat dipelajari melalui sumber kesehatan tepercaya, salah satunya MedlinePlus yang menjelaskan pemeriksaan complete blood count atau CBC. Untuk informasi mengenai anemia dan hemoglobin, Family juga dapat membaca informasi kesehatan dari World Health Organization (WHO).
Jadi, hematologi bukan hanya sekadar “cek darah”. Di dalamnya terdapat berbagai pemeriksaan yang dapat memberikan informasi mengenai sel darah merah, sel darah putih, trombosit, hemoglobin, hingga parameter darah lainnya. Setiap pemeriksaan memiliki tujuan dan interpretasi yang berbeda. Kalau Fam mendapatkan rekomendasi pemeriksaan hematologi, tidak perlu langsung khawatir. Anggap saja pemeriksaan ini sebagai salah satu cara untuk mendapatkan informasi lebih jelas mengenai kondisi tubuh. Dengan mengetahui kondisi lebih awal, Fam dan tenaga kesehatan bisa menentukan langkah selanjutnya dengan lebih tepat. Jadi, kalau sedang mencari informasi tentang pemeriksaan hematologi, pahami dulu jenis dan tujuannya, lalu konsultasikan hasilnya dengan tenaga kesehatan agar tidak salah mengartikan hasil pemeriksaan sendiri.
Bagikan Artikel Ini