A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: controllers/News.php

Line Number: 453

Backtrace:

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 453
Function: _error_handler

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 378
Function: _userAgent

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 498
Function: browser_user

File: /home/u8068920/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: controllers/News.php

Line Number: 465

Backtrace:

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 465
Function: _error_handler

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 378
Function: _userAgent

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 498
Function: browser_user

File: /home/u8068920/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: controllers/News.php

Line Number: 453

Backtrace:

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 453
Function: _error_handler

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 492
Function: _userAgent

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 499
Function: os_user

File: /home/u8068920/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: controllers/News.php

Line Number: 465

Backtrace:

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 465
Function: _error_handler

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 492
Function: _userAgent

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 499
Function: os_user

File: /home/u8068920/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

Radang Tenggorokan Tidak Harus Diberi Antibiotik | Klinik Keluarga - Rumah Keluarga Sehat

Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Radang Tenggorokan Tidak Harus Diberi Antibiotik

Tips & Tricks - 15 Apr 2017 Oleh Admin

15.253 Kali Dibaca

Seringkali anda mendapati anak anda yang tiba-tiba rewel kerena batuk-batuk atau bahkan tidak mau makan kerena tenggorokannya terasa sakit untuk menelan. Kalau anak anda sering berdehem, dan mulai merasakan tenggorokannya gatal dan menggelitik kemungkinan bahwa itu adalah awal radang tenggorokan.

Sebenarnya apa sih radang tenggorokan itu?

Radang tenggorokan sesungguhnya bukanlah nama penyakit. Ia hanyalah gejala dari berbagai penyakit yang muncul. Dalam terminologi kedokteran, ada yang namanya sore throat dan strep throat, bisa dikatakan juga faringitis (dalam bahasa Latin; pharyngitis).
Radang ini bisa disebabkan bermacam-macam, bisa karena virus, infeksi bakteri (streptococcus), karena alergi, iritasi. Sebagian besar disebabkan daya tahan yang lemah. Adanya stres dan aktivitas berlebihan yang tidak diimbangi dengan istirahat & gizi yang cukup, dapat memperlemah sistem pertahanan tubuh dan memicu infeksi tenggorokan  Pengobatan dengan antibiotika hanya efektif apabila karena terkena kuman (bakteri). Kadangkala makan makanan yang sehat dengan buah-buahan yang banyak, disertai dengan vitamin bisa menolong.

Penyebab radang tenggorokan

1. Virus, 80 % sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, dapat menyebabkan demam.
2. Iritasi ; batuk dan pilek. Dimana batuk dan lendir (ingus) dapat membuat tenggorokan teriritasi.
3. Virus coxsackie (hand, foot, and mouth disease). Ini adalah virus yang menyebabkan demam tinggi dan      radang pada tenggorokan, pipi, gusi, atau bibir.
4. Alergi (debu, asap rokok, udara dll). Alergi dapat menyebabkan iritasi tenggorokan ringan yang bersifat kronis (menetap). Ini terjadi karena perubahan cuaca dari panas ke dingin atau dari dingin ke panas, kelembaban udara, dan faktor makanan.
5. Bakteri streptokokus, dipastikan dengan Kultur tenggorok. Tes ini umumnya dilakukan di laboratorium menggunakan hasil usap tenggorok pasien. Dapat ditemukan gejala klasik dari kuman streptokokus seperti nyeri hebat saat menelan, terlihat bintik-bintik putih, muntah – muntah, bernanah pada kelenjar amandelnya, disertai pembesaran kelenjar amandel & kelenjar getah bening di daerah leher.
6. Difteri.
7. Merokok, polusi udara.

Kebanyakan radang tenggorokan disebabkan oleh dua jenis infeksi yaitu virus dan bakteri. Sekitar 80% radang tenggorokan disebabkan oleh virus dan hanya sekitar 10-20% yang disebabkan bakteri. Untuk dapat mengatasinya, penting untuk mengetahui infeksi yang dialami disebabkan oleh virus atau bakteri streptokokus. Infeksi virus biasanya merupakan penyebab selesma (pilek) dan influenza yang kemudian mengakibatkan terjadinya radang tenggorokan. Selesma biasanya sembuh sendiri sekitar 1 minggu begitu tubuh anda membentuk antibodi melawan virus tersebut.
Pengobatan dengan antibiotik tidak akan efektif untuk mengobati infeksi virus. Sebaliknya, pemberian antibiotik dapat menimbulkan resistensi atau kekebalan kuman terhadap antibiotik. Saat kuman telah kebal terhadap antibiotik tersebut, bila antibiotik kita gunakan, akan tidak ampuh lagi dalam membunuh kuman. Akibatnya, penyakit yang diderita tidak akan sembuh.

Kenali Penyebabnya

Kenali gejala umum radang tenggorokan akibat infeksi virus sebagai berikut:
1. Rasa pedih atau gatal dan kering.
2. Batuk dan bersin.
3. Sedikit demam atau tanpa demam.
4. Suara serak atau parau.
5. Hidung meler dan adanya cairan di belakang hidung.

Infeksi bakteri memang tidak sesering infeksi virus, tetapi dampaknya bisa lebih serius. Umumnya, radang tenggorokan diakibatkan oleh bakteri jenis streptokokus sehingga disebut radang streptokokus (strep throat). Seringkali seseorang menderita infeksi streptokokus karena tertular orang lain yang telah menderita radang 2-7 hari sebelumnya. Radang ini ditularkan melalui sekresi hidung atau tenggorokan.

Kenali gejala umum radang streptokokus berikut:
1. Sakit waktu menelan.
2. Demam; gejala yang sangat umum untuk strep throat, walaupun virus juga dapat menyebabkan demam.    Demam yang lebih tinggi dari 38,5C disertai menggigil, selama lebih dari 3 hari mungkin menandakan strep  throat.
3. Tonsil dan kelenjar (getah bening) leher membengkak.
4. Bagian belakang tenggorokan berwarana merah cerah dengan bercak-bercak putih pada tonsil (amandel).
5. Terpapar oleh seseorang yang diketahui menderita strep throat.
6. Sangat jarang terjadi pada anak berumur di bawah 3 tahun.
7. Apabila terdapat pilek dan batuk, maka kecil kemungkinan itu adalah strep throat.
8. Dapat disertai sakit kepala, sakit perut, dan muntah-muntah.
9. Terdapat bercak tertentu yang terkadang menyertai strep throat, berupa benjolan mirip jerawat berwarna merah pada tubuh (dada, perut, dan punggung) yang bila diraba terasa kasar serta terlihat mirip sunburn. Bercak ini, beserta strep throat, disebut Scarlet Fever. Ini tidak seburuk yang dibayangkan. Ini hanya reaksi tubuh terhadap racun yang disebabkan oleh bakteri strep. Tidak berarti infeksi ini lebih serius daripada strep throat yang tidak disertai bercak.

Komplikasi yang tidak harus diremehkan

Radang streptokokus memerlukan bantuan dokter karena bila penyebabnya adalah kuman streptokokus dan jika tidak mendapat antibiotik yang memadai maka penyakit akan bertambah parah dan kuman dapat menyerang katup jantung sehingga menimbulkan penyakit demam rhematik dan ginjal (nephritis), tonsillitis, radang paru, sinusitis, dan infeksi telinga. Oleh karena itu, lama sakit tak boleh lebih dari 14 hari atau dua minggu. Kalau lebih dari dua minggu, batuknya berulang, orang tua mesti waspada. Bawalah berobat ke dokter. Jangan anggap sepele radang tenggorokan. Penyakit yang terkesan ringan ini jika dibiarkan berdampak fatal

Bagaimana Mengatasinya

Apabila semua gejala awal radang tenggorokan mulai terlihat pada anak anda, hal yang harus dilakukan adalah menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup dan mengontrol asupan gizi yang baik dan seimbang. Namun apabila hal tersebut sudah dilakukan tetapi tetap belum mengatasi masalah pada tenggorokan, maka sebaiknya dibantu dengan mengkomsumsi obat kategori antiseptik, bukan antibiotik. Karena yang diobati baru merupakan gejala, belum menjadi suatu penyakit yang membutuhkan obat lanjut. Pada kasus ringan karena infeksi virus tidak harus ke dokter karena cukup diberi obat penghilang rasa sakit atau demam. Pada kasus tertentu yang bukan disebabkan karena virus mungkin perlu dilakukan pemeriksaan dokter.
Kecenderungan untuk mengunakan antiseptik seharusnya mulai dibiasakan sehingga anak-anak pun lebih familiar akan fungsinya. Hal ini menyegah penggunaan antibiotik yang tidak diperlukan dan menghindari resistensi antibiotik (kekebalan suatu bakteri terhadap antibiotik tertentu akibat pasien atau orang di lingkungan pasien sering mengkonsumsinya). Sebelum memberi pengobatan, sangat penting bagi para dokter untuk mencari penyebab radang tenggorokan guna menegakkan diagnosa yang benar dengan tujuan mencegah pemberian antibiotik yang tidak tepat bagi sebagian besar penderita radang tenggorokan karena dapat menimbulkan organisme yang resisten terhadap antibiotik. Sebagian besar infeksi tenggorokan tidak perlu antibiotik. 

Tatalaksana

1. Banyak minum; minuman yg hangat akan memberikan rasa nyaman di tenggorokan, beberapa jenis teh  herbal dengan madu atau lemon dapat membantu.
2. Untuk anak yg lebih besar, bisa diajarkan untuk kumur-kumur;
 Berkumur dengan air-garam hangat; Campurkan 1/4 – 1 sendok teh garam dengan segelas (sekitar 200  mL) air hangat.
 Obat kumur anestetik (anesthetic throat gargle) atau mengisap lozenges (hindari pemakaian untuk anak  kecil, karena bisa tersedak/tercekik).
3. Kalau panas atau kesakitan, berikan paracetamol (acetaminophen) yang dapat membantu mengatasi rasa  sakit dan demam
4. Kalau hidung tersumbat, dapat diberikan tetes hidung NaCl dan menghirup uap panas. Kalau anak sangat  terganggu, dapat diberikann nasal decongestant.

Pada sebagian besar kasus, keluhan ini akan mereda dengan sendirinya, radang tenggorokan dapat sembuh sendiri meski tak diobati. Cukup dengan banyak istirahat dan makan makanan bergizi, terutama mencakup empat sehat lima sempurna

Yang Dapat Diperbuat Dirumah

Biasanya, ketika sakit radang tenggorokan, anak jadi malas makan. Sebenarnya, malas makan ini bisa dimaklumi, karena anak merasa sakit jika menelan. Hanya saja, bila anak tak mau makan, efeknya akan banyak sekali. Sementara cadangan-cadangan makanan dalam tubuhnya akan dipakai untuk menetralisir dan mempertahankan keadaan gula darahnya supaya normal. Kalau cadangan tersebut terpakai, sementara kondisinya sedang buruk, tentu tubuhnya bisa mengalami dehidrasi. Akibatnya, akan banyak timbul asam-asam laktat yang membuat anak jadi mudah capai dan napas jadi sesak.
Nah, agar anak mau makan, orang tua harus melakukan variasi makanan yang sarat gizi. Selain itu, anak harus berpantang minuman dingin atau es dan snack yang banyak mengandung MSG serta bumbu merangsang.

Kiat Mencegah Radang Tenggorokan

Sebaiknya anak dijauhkan dari orang yang terkena radang tenggorokan, terlebih pada balita, yang umumnya memiliki daya tahan tubuh kurang bagus. meskipun ini tak akan mudah. Mungkin Bapak-Ibu bisa menggunakan masker bagi yang terkena flu ataupun radang tenggorokan, Hendaknya dibudayakan juga kebiasaan mencuci tangan sebelum makan atau setelah bepergian. Kemudian, beri anak makanan dengan gizi baik dan istirahat cukup. Biasanya jika gizi tak mencukupi, anak mudah tertular virus tersebut. Sebaliknya, bila kondisi tubuh balita bagus, maka daya tahan tubuhnya lebih bagus dan tak akan mudah tertular. Tetapi seringkali balita sangat rentan.
Sebaiknya orangtua melarang anak bersekolah lebih dulu kalau memang sedang terkena radang tenggorokan. Sebab, bisa menulari teman-temannya. Selain itu, sebaiknya orang tua segera membawa anak pergi ke dokter agar penyakit ini tak berlanjut.

So, sekali lagi, gunakan antibiotika hanya atas petunjuk dokter. Jika dokter menganjurkan untuk menghabiskan antibiotika walaupun sudah tidak ada keluhan, maka gunakan antibiotika tersebut sampai habis, supaya tidak terjadi resistensi.

Semoga berguna…


Bagikan Artikel Ini