A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: controllers/News.php

Line Number: 453

Backtrace:

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 453
Function: _error_handler

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 378
Function: _userAgent

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 498
Function: browser_user

File: /home/u8068920/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: controllers/News.php

Line Number: 465

Backtrace:

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 465
Function: _error_handler

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 378
Function: _userAgent

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 498
Function: browser_user

File: /home/u8068920/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: controllers/News.php

Line Number: 453

Backtrace:

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 453
Function: _error_handler

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 492
Function: _userAgent

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 499
Function: os_user

File: /home/u8068920/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: controllers/News.php

Line Number: 465

Backtrace:

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 465
Function: _error_handler

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 492
Function: _userAgent

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 499
Function: os_user

File: /home/u8068920/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

MENGENALI GEJALA DEPRESI DAN CARA MENGATASI KONDISI INI | Klinik Keluarga - Rumah Keluarga Sehat

Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

MENGENALI GEJALA DEPRESI DAN CARA MENGATASI KONDISI INI

Kesehatan - 29 Jan 2024 Oleh Diaz

122 Kali Dibaca

Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang paling umum di dunia. Menurut data WHO, sekitar 264 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi, dan sebagian besar dari mereka tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Depresi dapat mempengaruhi kualitas hidup, kesehatan fisik, dan kesejahteraan psikologis seseorang. Depresi juga dapat meningkatkan risiko bunuh diri, yang merupakan penyebab kematian kedua bagi orang berusia 15-29 tahun.

Gejala Depresi

Depresi bukan sekadar perasaan sedih atau murung yang sesekali muncul. Depresi adalah kondisi yang ditandai dengan perasaan sedih, putus asa, atau tidak berharga yang berlangsung selama minimal dua minggu dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala depresi dapat bervariasi dari ringan hingga berat, tergantung pada tingkat keparahan dan jenis depresi yang dialami.

Beberapa gejala depresi yang umum adalah :

  • Kehilangan minat atau kesenangan terhadap hal-hal yang biasanya disukai
  • Merasa bersalah, rendah diri, atau tidak berguna
  • Sulit berkonsentrasi, berpikir, atau mengambil keputusan
  • Mudah marah, sensitif, atau menangis
  • Mengalami gangguan tidur, seperti insomnia atau hipersomnia
  • Mengalami perubahan nafsu makan atau berat badan
  • Merasa lelah, lesu, atau tidak bertenaga
  • Mengalami nyeri atau sakit yang tidak jelas penyebabnya
  • Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri

Jenis Depresi

Depresi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, sesuai dengan penyebab dan karakteristiknya. Berikut ini adalah beberapa jenis depresi yang umum ditemui :

  • Depresi mayor: Depresi yang ditandai dengan gejala depresi yang berat dan mengganggu fungsi sosial, pekerjaan, atau belajar. Depresi mayor biasanya terjadi dalam episode yang berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.
  • Distimia: Depresi yang ditandai dengan gejala depresi yang ringan hingga sedang, tetapi berlangsung lama (minimal dua tahun). Distimia dapat menyebabkan seseorang merasa tidak bahagia atau tidak puas dengan hidupnya.
  • Gangguan bipolar: Gangguan mood yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem, dari sangat senang (mania) hingga sangat sedih (depresi). Episode mania dan depresi dapat bergantian secara tiba-tiba atau secara bertahap.
  • Depresi postpartum: Depresi yang dialami oleh ibu setelah melahirkan. Gejala depresi postpartum biasanya muncul dalam satu tahun setelah melahirkan dan dapat mempengaruhi ikatan ibu dengan bayinya.
  • Premenstrual dysphoric disorder (PMDD): Depresi yang dialami oleh wanita sebelum menstruasi. Gejala PMDD biasanya muncul satu minggu sebelum menstruasi dan menghilang setelah menstruasi. Gejala PMDD lebih parah daripada premenstrual syndrome (PMS).
  • Depresi atipikal: Depresi yang ditandai dengan gejala depresi yang tidak khas, seperti peningkatan nafsu makan, tidur berlebihan, atau merasa sangat sedih saat mengalami penolakan. Gejala depresi atipikal biasanya dapat mereda dengan suasana hati yang positif.

Penyebab Depresi

Penyebab pasti depresi belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami depresi, antara lain :

  • Faktor genetik: Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan depresi lebih berisiko mengalami depresi daripada yang tidak.
  • Faktor biologis: Seseorang yang mengalami gangguan pada zat kimia otak, hormon, atau sistem saraf dapat mengalami depresi. Beberapa kondisi medis, seperti hipotiroidisme, diabetes, atau penyakit jantung, juga dapat menyebabkan depresi.
  • Faktor psikologis: Seseorang yang memiliki kepribadian yang cenderung pesimis, perfeksionis, atau rendah diri dapat mengalami depresi. Selain itu, seseorang yang mengalami trauma, stres, atau kehilangan orang yang dicintai juga dapat mengalami depresi.
  • Faktor sosial: Seseorang yang mengalami kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain, seperti konflik, isolasi, atau diskriminasi, dapat mengalami depresi. Lingkungan yang tidak mendukung, seperti kemiskinan, kekerasan, atau pelecehan, juga dapat menyebabkan depresi.

Cara Mengatasi Depresi

Depresi adalah kondisi yang dapat diobati. Jika seseorang mengalami gejala depresi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Pengobatan depresi biasanya meliputi :

  • Psikoterapi: Merupakan terapi psikologis yang dilakukan dengan bantuan psikolog atau psikiater. Psikoterapi bertujuan untuk membantu seseorang mengenali dan mengubah pola pikir dan perilaku yang negatif, serta mengatasi masalah yang menjadi penyebab depresi. Beberapa jenis psikoterapi yang umum digunakan adalah terapi kognitif perilaku (cognitive behavioral therapy/CBT), terapi interpersonal (interpersonal therapy/IPT), dan terapi kelompok (group therapy).
  • Obat antidepresan: Merupakan obat yang diresepkan oleh dokter untuk membantu mengatur keseimbangan zat kimia otak yang berhubungan dengan suasana hati. Obat antidepresan harus diminum sesuai anjuran dokter dan tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba tanpa persetujuan dokter. Beberapa jenis obat antidepresan yang umum digunakan adalah selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), serotonin and norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIs), tricyclic antidepressants (TCAs), dan monoamine oxidase inhibitors (MAOIs).
  • Perawatan di rumah sakit: Merupakan pilihan pengobatan untuk kasus depresi yang parah atau berisiko bunuh diri. Perawatan di rumah sakit bertujuan untuk memberikan pengawasan dan perlindungan bagi pasien depresi, serta memberikan terapi intensif dan obat-obatan yang sesuai.

Selain pengobatan medis, ada beberapa cara alami yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi depresi, antara lain :

  • Berolahraga secara teratur: Olahraga dapat membantu meningkatkan mood dan kesehatan fisik seseorang dengan melepaskan endorfin dan protein neurotropik di otak. Olahraga juga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kepercayaan diri. Pilihlah jenis olahraga yang disukai dan lakukan secara rutin minimal 30 menit setiap hari.
  • Menerapkan pola makan sehat: Makanan dapat mempengaruhi suasana hati dan kesehatan mental seseorang. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya akan selenium, magnesium, asam lemak omega-3, vitamin B, dan probiotik, seperti kacang-kacangan, gandum, ikan, sayur-sayuran hijau, yogurt, dan kefir. Hindari makanan yang tinggi gula, lemak jenuh, dan kafein, seperti permen, kue-kue manis, gorengan, soda, dan kopi.
  • Menjaga kualitas tidur: Tidur cukup dan berkualitas dapat membantu meredakan depresi dengan memperbaiki fungsi otak dan tubuh. Usahakan untuk tidur selama 7-9 jam setiap malam dengan menjaga kualitas tidur: Tidur cukup dan berkualitas dapat membantu meredakan depresi dengan memperbaiki fungsi otak dan tubuh. Usahakan untuk tidur selama 7-9 jam setiap malam dengan rutin dan teratur. Hindari aktivitas yang dapat mengganggu tidur, seperti menonton TV, bermain gadget, atau minum alkohol sebelum tidur. Buatlah suasana kamar yang nyaman, gelap, dan sepi untuk tidur.
  • Mencari dukungan sosial: Berbicara dengan orang-orang yang peduli dan mendukung dapat membantu seseorang merasa tidak sendirian dan dihargai. Cari teman, keluarga, atau orang lain yang dapat dipercaya untuk berbagi perasaan dan masalah. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika merasa depresi semakin parah atau berisiko bunuh diri.
  • Melakukan aktivitas yang menyenangkan: Melakukan hobi, kesenangan, atau hal-hal yang bermanfaat dapat membantu seseorang merasa lebih bahagia dan berharga. Cobalah untuk melakukan aktivitas yang menantang, kreatif, atau sosial, seperti belajar sesuatu yang baru, membuat karya seni, atau bergabung dengan komunitas. Jangan lupa untuk memberi penghargaan kepada diri sendiri atas pencapaian yang telah dilakukan.
  • Mengelola stres: Stres dapat memperburuk depresi dengan meningkatkan hormon kortisol yang dapat mengganggu keseimbangan zat kimia otak. Cobalah untuk mengidentifikasi dan menghindari sumber stres yang tidak perlu, seperti berita negatif, orang-orang toksik, atau tuntutan yang tidak realistis. Belajarlah teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, atau napas dalam, untuk menenangkan pikiran dan tubuh.

Depresi adalah kondisi yang serius dan membutuhkan penanganan yang tepat. Jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami gejala depresi, jangan ragu untuk mencari bantuan medis secepatnya. Depresi dapat disembuhkan dengan pengobatan yang sesuai dan perubahan gaya hidup yang positif. Ingatlah bahwa Anda tidak sendirian dan Anda berhak untuk merasa bahagia.


Bagikan Artikel Ini