A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: controllers/News.php

Line Number: 453

Backtrace:

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 453
Function: _error_handler

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 378
Function: _userAgent

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 498
Function: browser_user

File: /home/u8068920/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: controllers/News.php

Line Number: 465

Backtrace:

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 465
Function: _error_handler

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 378
Function: _userAgent

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 498
Function: browser_user

File: /home/u8068920/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: controllers/News.php

Line Number: 453

Backtrace:

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 453
Function: _error_handler

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 492
Function: _userAgent

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 499
Function: os_user

File: /home/u8068920/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: controllers/News.php

Line Number: 465

Backtrace:

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 465
Function: _error_handler

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 492
Function: _userAgent

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 499
Function: os_user

File: /home/u8068920/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

Keputihan, karena Penyakit dan Bukan Penyakit | Klinik Keluarga - Rumah Keluarga Sehat

Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Keputihan, karena Penyakit dan Bukan Penyakit

Tips & Tricks - 15 Apr 2017 Oleh Admin

24.247 Kali Dibaca

Keputihan, atau dalam istilah medisnya disebut Fluor albus (fluor=cairan kental, albus=putih) atau Leukorhoea, secara umum adalah: keluarnya cairan kental yang keluar dari vagina/liang kemaluan secara berlebihan.yang bisa saja terasa gatal, rasa panas atau perih, kadang berbau, atau malah tidak merasa apa-apa. Kondisi ini terjadi karena tergangggunya keseimbangan flora normal dalam vagina, dengan berbagai penyebab.

GEJALA KEPUTIHAN
Gejala keputihan dibagi 2 kelompok, yakni: gejala Keputihan yang fisiologis (bukan penyakit), dan gejala keputihan yang patologis (disebabkan penyakit)

Gejala keputihan bukan karena penyakit:

  • Cairan dari vagina berwarna bening (jernih)
  • Tidak berwarna, Tidak berbau, Tidak gatal
  • Jumlah cairan bisa sedikit, bisa cukup banyak
  • Gejala keputihan karena penyakit:

Gejala keputihan karena penyakit:

  • Cairan dari vagina keruh dan kental
  • Warna kekuningan, keabu-abuan, atau kehijauan
  • Berbau busuk, anyir, amis
  • Terasa gatal & rasa panas pada vulva & vagina
  • Jumlah cairan banyak
  • Sakit saat kencing (disuria)
  • Nyeri saat berhubungan intim (dispareunia)
  • Apapun gejalanya, bila kita mengalaminya, kewaspadaan dini dengan cara bertanya kepada dokter, adalah tindakan yang bijaksana.

PENYEBAB KEPUTIHAN

Seperti halnya gejala keputihan, penyebab terjadinya Keputihan dapat disebabkan kondisi fisiologis (bukan penyakit), dan kondisi patologis (karena penyakit)

Penyebab Fisiologis (bukan penyakit):

  • Saat menjelang Menstruasi, atau setelah Menstruasi
  • Rangsangan Seksual,
  • Saat wanita hamil
  • Stress, baik fisik maupun psikologis
  • Penyebab Patologis (karena penyakit):

Infeksi Jamur (kebanyakan jamur Candida albicans )
Bila cairan yang keluar putih seperti susu, encer berbintik bintik banyak, plak warna putih yang melekat di vulva, vagina & serviks. Dijumpai gumpalan seperti keju pada dinding vagina. Berbau apek disertai dengan nyeri saat buang air kecil serta gatal di sekitar kemaluan maka kemungkinan wanita tersebut menderita infeksi yang disebabkan oleh jamur. Candida albicans adalah jamur yang paling sering hinggap di kemaluan seorang wanita. 20-50% penderita Kandidiasis vulvovagina tidak menunjukkan gejala apapun (asimptomatis).

Infeksi bakteri (kuman E. coli, Sthaphilococcos )
Infeksi Parasit jenis Protozoa (umumnya Trichomonas vaginalis )
Bila cairan yang keluar kuning kehijauan, berbusa, merah, sangat banyak, gatal, berbau busuk dan ditemukan nyeri tekan pada sekitar kemaluan serta kemerahan pada vagina, maka kemungkinan telah terjadi infeksi yang disebabkan oleh kuman protozoa Trichomonas vaginalis.

Infeksi Gonorhoe (GO / Kencing nanah ),
Bila cairan yang keluar berwarna kuning, kental, sangat banyak, terasa panas dan gatal pada kemaluan, nyeri tekan pada daerah sekitar kemaluan, nyeri saat buang air kecil, maka kemungkinan infeksi yang disebabkan oleh Nisseria gonorrhoe atau lebih beken disebut GO.

Keganasan, ulkus vagina atau vaginitis
Bila cairan berwarna abu abu dengan garis darah kadang-kadang berwarna coklat akibat perdarahan yang terjadi, encer seperti air, sangat banyak, lembab dan berbau busuk yang keluar dari vagina, maka kemungkinan wanita tersebut menderita ulkus vagina, vaginitis. Kemungkinan lain yang sangat perlu diwaspadai adalah kanker baik ganas maupun jinak.

FAKTOR PENCETUS

  1. Penderita Kencing Manis (DM)
  2. Obat-obatan (kortikosteroid, antibiotik, pil KB dan obat-obat antiseptik vagina yang berpotensi mempengaruhi flora normal vagina)
  3. Celana Dalam terlalu ketat dan ‘hareudang’ (misalnya CD yang terbuat dari nylon)
  4. Rambut yang tak sengaja masuk ke vagina
  5. Kehamilan
  6. Periode sebelum menstruasi
  7. Gendut *maaf … hehehe*
  8. Dan penurunan daya tahan tubuh dengan berbagai sebab.

PENGOBATAN

Pengobatan keputihan sudah barang tentu bergantung kepada penyebabnya.
Untuk keputihan ringan, cukup dengan membersihkan dengan antiseptik vagina sesuai anjuran dokter anda.
Sedangkan keputihan akibat infeksi, mutlak diperlukan anti infeksi. Pemilihan anti infeksi disesuaikan dengan jenis mikro-organisme yang menyebabkan keputihan.

Disini dibutuhkan pemeriksaan laboratorium. Caranya dengan memeriksa cairan vagina untuk mengetahui jenis mikro-organisme. Sedangkan pemeriksaan lebih spesifik dan akurat untuk keputihan karena kuman adalah test kepekaan kuman. Nah, dengan test kepekaan ini dapat ditentukan jenis antibiotikanya.

Jika penyebabnya jamur, maka diberikan pengobatan anti jamur, jika karena bakteri diberikan antibiotik (sesuai jenis kuman), jika penyebabnya protozoa (Trichomonas vaginalis) diberikan obat anti parasit dan seterusnya.

Gimana dengan air rebusan daun sirih ?
Ada juga pasien yang ke praktek sudah diobati dengan beragam ramuan daun dan lain-lain, hasilnya beberapa minggu tetap keputihan. Setelah diperiksa cairan vagina ternyata penyebabnya kuman E. coli (kuman yang biasanya nongkrong di usus).

BEBERAPA TIPS MENGOBATI KEPUTIHAN

  1. Berupaya mencari pengobatan yang tepat dan benar *pergi ke dokterlah…bukan promosi loh*
  2. Tidak mengobati diri sendiri karena kesalahan obat dapat memperberat infeksi
  3. Pemakaian obat antibiotika, hanya atas anjuran dokter.
  4. Patuhi aturan minum obat jika memang sudah terinfeksi Miss V-nya, meskipun sudah merasa lebih baik.
  5. Seringkali Miss V yang terkena infeksi menyebabkan gatal-gatal hebat, dan jika itu terjadi jangan digaruk karena akan memperparah kondisi infeksi Anda *padahal enak menggaruk yang gatal..*
  6. Bersihkan vagina secara teratur dengan menggunakan produk pembersih yang berbahan dasar susu, bukan sabun
  7. Hindari penggunaan produk yang bias mengiritasi vagina seperti produk kesehatan wanita berbentuk bedak, pewangi atau losion
  8. Hindari penggunaan jelly atau minyak pijat sebagai lubrikasi pada vagina.
  9. Memastikan vagina selalu dalam keadaan kering saat berpakaian
  10. Gunakan celana dalam yang kering
  11. Celana dalam yang mudah menyerap keringat layak untuk dijadikan pilihan tepat
  12. Untuk sementara menghindari hubungan badan dan ajak partner anda menjalani pemeriksaan bersama.   Setelah diketahui penyebabnya bukan penyakit, misalnya karena alat kontrasepsi atau sebab lainnya, boleh berhubungan intim, nggak pengaruh koq.
  13. Lha supaya nggak risih, kasih aja tissue atau pembalut tipis untuk menanggulangi keputihan, gampang kan…
  14. Jika Anda mendapatkan menstruasi disaat Anda sedang dalam pengobatan berupa krim vagina ataupun obat yang harus dimasukkan lewat liang vagina, tetap teruskan pengobatan Anda, jangan dihentikan.
  15. Hindari gonta ganti pasangan

Tentu saja yang penting dan jangan dilupakan adalah kebersihan diri sendiri, cukup tidur dan nutrisi yang baik disertai dengan cukup minum sangatlah baik untuk kesehatan dan juga vagina.

Semoga bermanfaat


Bagikan Artikel Ini