A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: controllers/News.php

Line Number: 453

Backtrace:

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 453
Function: _error_handler

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 378
Function: _userAgent

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 498
Function: browser_user

File: /home/u8068920/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: controllers/News.php

Line Number: 465

Backtrace:

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 465
Function: _error_handler

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 378
Function: _userAgent

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 498
Function: browser_user

File: /home/u8068920/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: controllers/News.php

Line Number: 453

Backtrace:

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 453
Function: _error_handler

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 492
Function: _userAgent

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 499
Function: os_user

File: /home/u8068920/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: controllers/News.php

Line Number: 465

Backtrace:

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 465
Function: _error_handler

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 492
Function: _userAgent

File: /home/u8068920/public_html/application/modules/home/controllers/News.php
Line: 499
Function: os_user

File: /home/u8068920/public_html/index.php
Line: 294
Function: require_once

Infeksi Saluran Kemih, Masalah Kesehatan yang Cukup Serius | Klinik Keluarga - Rumah Keluarga Sehat

Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 13.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Infeksi Saluran Kemih, Masalah Kesehatan yang Cukup Serius

Kesehatan - 15 Apr 2017 Oleh Admin

17.390 Kali Dibaca

Seorang wanita masuk ruang praktek dengan wajah memelas, memegangi perutnya sambil meringis menahan sakit. Wajahnya pucat, jalannya agak terbongkok. Langsung naik ke tempat tidur periksa, sambil memelas berkata : “ tolongin, Dok !”.

Menurut penuturannya; perut terasa kaku dan nyeri, disertai anyang-anyangan (bhs jawa, artinya: kencing sedikit-sedikit dan sering). Kencing terasa tidak tuntas, sudah dikencingkan tetapi serasa masih ada sisa, kadang-kadang sakit saat kencing. Pokoknya  nyeri sekali, sulit digambarkan saking nyerinya sampai keringat dingin keluar dan air matapun berlinang.

Ilustrasi di atas dialami oleh seseorang saat menderita: Infeksi Saluran Kemih (ISK). Pada umumnya orang awam mengidentifikasi sebagai penyakit Ginjal.

Anda pernah merasakan sakit yang luar biasa saat kencing? Rasa sakit ini biasanya timbul oleh karena adanya infeksi pada saluran kemih. Selain infeksi, ternyata ada beberapa kelainan atau penyakit lain yang dapat menimbulkan rasa yang tidak nyaman saat berkemih.

Infeksi saluran kemih.

  • Efek samping penggunaan obat obatan tertentu seperti misalnya obat kemotherapi.
  • Kista Ovarium dan iritasi vagina pada perempuan.
  • Alergi terhadap benda benda atau bahan bahan yang digunakan untuk membersihkan alat kelamin pada perempuan.
  • Batu saluran kemih.
  • Trauma.

Segeralah ke dokter bila anda mengalami gejala berupa rasa nyeri saat berkemih karena bisa jadi hal tersebut merupakan gejala penyakit yang serius.

PENGERTIAN
Infeksi Saluran Kemih adalah adanya infeksi oleh mikro-organisme dalam saluran kemih. Mikro-organisme sebagai penyebab ISK kebanyakan bakteri aerob. Selain itu ISK dapat disebabkan oleh virus dan jamur.

Infeksi saluran kencing atau ISK merupakan masalah kesehatan yang cukup serius di bagi jutaan orang tiap tahun. ISK merupakan penyakit infeksi nomor 2 yang paling banyak menyerang manusia di muka bumi. Tidak pandang bulu, dapat menimpa semua umur.  Umumnya penyakit ini menyerang kaum wanita tapi sering juga ditemukan laki laki yang menderita ISK.

ANATOMI
Sistem saluran kencing atau sistem urin terdiri dari ginjal, ureter, kandung kencing dan urethra. Diantara keempat organ tersebut, ginjalah yang paling memegang peranan. Ginjal berfungsi menyaring sampah dari saluran darah, mengatur keseimbangan cairan, dan memproduksi beberapa hormon. Ureter berfungsi mengalirkan cairan hasil penyaringan ginjal ke kandung kemih untuk disimpan sementara dan bila kandung kemih sudah penuh maka akan dikeluarkan ke dunia luar melalui saluran urethra.

PENYEBAB
Secara normal, air kencing atau urine adalah steril alias bebas kuman. Infeksi terjadi bila bakteri atau kuman yang berasal dari saluran cerna jalan jalan ke urethra atau ujung saluran kencing untuk kemudian berkembang biak disana. Maka dari itu Mikro-organisme terbanyak sebagai penyebab ISK adalah Escherichia coli sebanyak 50-90%, lalu berturut-turut disusul Klebsiella atau Enterobacter, Proteus, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus epidermidis, Enterococci, Candida albicans dan Staphylococcus aureus. ( L. Barth Ruller )

Adapun jenis virus yang dapat menyebabkan ISK adalah Adenovirus (diduga sebagai penyebab infeksi kandung kemih)

Pertama tama, bakteri akan menginap di urethra dan berkembang biak disana. Akibatnya, urethra akan terinfeksi yang kemudian disebut dengan nama urethritis. Jika kemudian bakteri naik ke atas menuju saluran kemih dan berkembang biak disana maka saluran kemih akan terinfeksi yang kemudian disebut dengan istilah cystitis. Jika infeksi ini tidak diobati maka bakteri akan naik lagi ke atas menuju ginjal dan menginfeksi ginjal yang dikenal dengan istilah pyelonephritis.

PERJALANAN PENYAKIT
Bagaimana mikro-organisme masuk ke saluran kencing hingga menimbulkan infeksi. Mikro-organisme masuk ke saluran kencing melalui beberapa cara, yakni:

  • Penyebaran langsung dari tempat infeksi terdekat.
  • Penyebaran mikro-organisme melalui aliran darah (hematogen)
  • Penyebaran mikro-organisme melalui saluran getah bening
  • Dari luar, misalnya karena pemakaian kateter, dan lain-lain.
  • Faktor pencetus

Selain beberapa cara penyebaran di atas, ISK mudah terjadi karena kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Bendungan aliran urine
  • Kembalinya urine dari kandung kemih ke saluran kencing bagian atas ( refluks vesiko-ureter)
  • Adanya sisa urine dalam kandung kemih
  • Gangguan metabolisme
  • Peralatan medis, misalnya kateter
  • Wanita hamil, karena bendungan dan ph urine yang tinggi.

Faktor resiko
Beberapa orang memang mempunyai resiko menderita ISK lebih besar dari yang lainnya. Ketidaknormalan fungsi saluran kemih menjadi biang keladinya. Batu saluran kemih, pembesaran prostat akan menghambat pengeluaran urine sehingga mempermudah perkembang biakan kuman.

Orang dengan diabetes juga rentan menderita ISK akibat dari penurunan daya tahan tubuh.

Perempuan lebih rentan menderita ISK bila dibandingkan dengan laki laki mungkin dikarenakan saluran urethra yang lebih pendek dan ujung anus yang letaknya dekat dengan ujung urethra

G E J A L A
Tidak semua penderita merasakan gejala ISK tapi umumnya ada satu gejala yang mereka rasakan walau tidak terlalu menganggu. Biasanya, keluhan yang sering dijumpai antara lain:

  • Nyeri saat kencing (disuria)
  • Kencing sedikit-sedikit dan sering (polakisuria) *bhs jawa: anyang-anyangen*
  • Nyeri di atas tulang kemaluan atau perut bagian bawah (suprapubik)
  • Air kencingnya sendiri bisa berwarna putih, cokelat, kemerahan.
  • Tanda-tanda tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan bagian saluran kencing yang terinfeksi.

ISK bagian bawah: biasanya ditandai dengan keluhan nyeri atau rasa panas saat kencing, kencing sedikit-sedikit dan sering, rasa tidak nyaman di atas tulang kemaluan (suprapubik)
ISK bagian atas: ditandai dengan keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman di pinggang, mual, muntah, lemah, demam, menggigil, sakit kepala.
ISK tidak akan menyebabkan demam selama masih menginfeksi urethra dan kandung kemih, demam muncul bila ginjal sudah kena. Gejala lain saat ginjal terinfeksi adalah adanya rasa sakit pada punggung, mual, atau muntah.

PEMERIKSAAN
Bagi yang mampu (banyak uang cak), bisa jadi pemeriksaan lengkap tidak menjadi masalah berarti. (hiks, tetap masalah kalo terlampau mahal ya) Masalah besar jika ISK menimpa pasien tak mampu, mahal sih, alih-alih mau periksa nan lengkap dengan biaya aduhai, untuk makan saja sudah teramat berat.
Pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang lainnya adalah sebagai berikut:

  • Analisa Urin (urinalisis)
  • Pemeriksaan bakteri (bakteriologis)
  • Pemeriksaan kimia
  • Tes Dip slide
  • Pemeriksaan penunjang lain meliputi: radiologis (rontgen), IVP (pielografi intra vena), USG dan Scanning. Pemeriksaan penunjang ini dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya batu atau kelaianan lainnya.
  • Analisa Urin (urinalisis)

Leukosuria (ditemukannya leukosit dalam urin). Dinyatakan positif jika terdapat 5 atau lebih leukosit (sel darah putih) per lapangan pandang dalam sedimen urine.
Hematuria (ditemukannya eritrosit dalam urin). Merupakan petunjuk adanya ISK jika ditemukan eritrosit (sel darah merah) 5-10 per lapangan pandang sedimen urin. Hematuria bisa juga karena adanya kelainan atau penyakit lain, misalnya batu ginjal dan penyakit ginjal lainnya.
Pemeriksaan bakteri (bakteriologis)
Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan secara mikroskopis dan biakan bakteri.

  • Mikroskopis. Bahan: urin segar (tanpa diputar, tanpa pewarnaan). Positif jika ditemukan 1 bakteri per lapangan pandang.
  • Biakan bakteri. Ditujukan untuk memastikan diagnosa ISK.
  • Pemeriksaan kimia (tes kimiawi)
  • Tes ini dimaksudkan sebagai penyaring adanya bakteri dalam urin. Contoh, tes reduksi griess nitrate, untuk mendeteksi bakteri gram negatif. Tingkat kepekaannya mencapai 90 % dengan spesifisitas 99%.

Tes Dip slide (tes plat-celup)
Berguna untuk menentukan jumlah bakteri per cc urin. Kelemahan cara ini tidak mampu mengetahui jenis bakteri.

PENGOBATAN
Prinsip pengobatan adalah memberantas (eradikasi) bakteri dengan antibiotika dan koreksi terhadap kelainan organ.

Tujuan pengobatan:

  • Menghilangkan bakteri penyebab ISK
  • Menanggulangi keluhan (gejala)
  • Mencegah kemungkinan gangguan organ (terutama ginjal)
  • Upaya di atas dilakukan dengan menggunakan obat yang sensitif, murah, aman, dan efek samping minimal

Tatacara pengobatan:

  • Menggunakan pengobatan dosis tunggal
  • Menggunakan pengobatan jangka pendek antara 10-14 hari
  • Menggunakan pengobatan jangka panjang, 4-6 minggu
  • Menggunakan pengobatan pencegahan (profilaksis) dosis rendah
  • Menggunakan pengobatan supresif, yakni pengobatan lanjutan jika pemberantasan (eradikasi) bakteri belum memberikan hasil, terutama pada kasus ISK yang disertai dengan sumbatan (obstruksi) saluran kencing.

Pencegahan ISK, Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah ISK antara lain :

  • Minumlah banyak cairan setiap hari.
  • Segeralah kencing bila ingin kencing, jangan hobi menahan kencing.
  • Untuk perempuan saat cebok, basuhlah dari depan ke belakang bukan sebaliknya, ini untuk mengurangi masuknya bakteri dari daerah anus je area saluran kencing.
  • Pakailah celana dalam dari bahan cotton (baca : katun) untuk menjaga area V kering (tidak lembab).
  • Hindari memakai celana yang terlalu ketat, membuat panas dan berkeringat, sehingga are V mudah untuk bakteri berkembang?tumbuh
  • Pilihlah shower saat mandi dibandingkan dengan bath tub.
  • Buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan intim serta bersihkan kelamin saat akan berhubungan intim dan sesudahnya,
  • Hindari penggunaan cairan yang tidak jelas manfaatnya pada alat kelamin. Cairan ini dapat mengiritasi urethra.

ANJURAN
Bagi penderita ISK berulang (kambuhan), hendaknya memeriksakan diri secara berkala, setidaknya 1-2 bulan sekali untuk mengetahui kepekaan bakteri terhadap antibiotika dan evaluasi fungsi ginjal.

Tindakan awal
Jika yakin infeksi saluran kencing (kemih) berdasarkan wawancara dan pemeriksaan fisik, maka tindakan awal adalah menanggulangi penderitaan pasien dengan injeksi analgetik (pereda nyeri) dan antispasmodik (mengurangi ketegangan otot polos, misalnya: saluran kencing, saluran cerna)
Nah, barulah setelah rasa nyeri berkurang dapat dilanjutkan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, rontgen atau USG, jika diperlukan.

Keberhasilan penatalaksanaan ISK bergantung kepada pemeriksaan dini para penderita, penilaian laboratorium, ketepatan pemilihan jenis antimikroba (termasuk dosis dan lama pemberian), faktor kondisi penderita dan follow up selama masa pengobatan.

Kendati ISK disyaratkan adanya bakteri dalam urine dalam jumlah bermakna, tidak menutup kemungkinan tanpa bakteri dalam urine. Hal ini dapat terjadi pada keadaan sebagai berikut:

Tempat infeksi tidak dilalui urine sehingga bakteri tidak ditemukan dalam urine
Adanya bendungan pada saluran yang terinfeksi
Pemberian antibiotika, sehingga bakteri dalam urine tersamarkan.
Kondisi lain yang patut diperhatikan dan beberapa istilah yang juga digunakan dalam klinik antara lain:

Asymptomatik Significant Bacteriuria, yakni ISK dengan bakteri dalam urine bermakna tanpa disertai gejala.
Bacterial cystitis, yakni suatu kumpulan gejala yang terdiri dari: sakit waktu kencing dan sering kencing.
Abacterial cystitis (urethra syndrome), yakni suatu kumpulan gejala yang terdiri dari: sakit waktu kencing dan sering kencing tanpa disertai bakteri dalam kandung kemih.
Silahkan berbagi…..


Bagikan Artikel Ini