Jadwal Buka : Setiap Hari Pagi: 06.00 - 12.00, Siang: 14.00 - 20.00

0263 513513

ARTIKEL

Beranda / Artikel

Apa Itu Difteri, Bagaimana Gejalanya, Dan Cara Mengobatinya?

Penyakit - 22 Dec 2017 Oleh Sinta

471 Kali Dibaca

Difteri merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang bernama Corynebacterium Difteriae, bakteri ini menyerang selaput lendir dan juga tenggorokan serta terkadang dapat mempengaruhi kulit. Pada saat sudah terkena penyakit ini bakteri akan mengahalangi jalan pernafasan sehingga akan membuat si penderita kesulitan untuk bernafas .

Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang mengerikan, kenapa? karena penyakit ini mudah menular dan termasuk infeksi serius yang bisa menyebabkan kematian. Bakteri ini akan mudah menginfeksi orang yang kekebalan tubuhnya lemah dan sangat berbahaya pada anak – anak yang berusia dibawah 15 tahun.

 

Penyebab

Difteri disebabkan oleh bakteri yang menyebar melalui udara, atau benda – benda yang telah terkontaminasi. Adapun cara penularan yang harus diwaspadai yaitu :

  • Menghirup udara atau terkena percikan ludah pada saat penderita bersin atau batuk
  • Menyentuh barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, atau bersentuhan langsung dengan luka kulit akibat difteri pada kulit penderita
  • Lemahnya sistem imun tubuh dan terdapat gangguan pada sistem imun, yaitu seperti penderita AIDS.

 

Tanda dan Gejala

Kita harus mengenali seperti apa tanda dan gejala penyakit difteri ini. Difteri memiliki masa inkubasi sebelum mengeluarkan tanda dan gejalanya, masa inkubasi ini bisa mencapai 2 sampai 5 hari sebelum mengeluarkan gejala. Adapun gejala terkena difteri yaitu sebagai berikut :

  • Terbentuknya lapisan-lapisan tipis yang berwarna abu di tengorokan
  • Terjadi demam dan menggigil
  • Timbulya rasa sakit ditenggorokan dan suara serak
  • Gangguan saat bernafas dan sakit saat menelan
  • Keluarnya cairan dari hidung seperti flu
  • Berkurangnya fungsi penglihatan
  • Lemas dan mudah lelah
  • Timbul luka pada kulit seperti borok (ulkus)

 

Itulah tanda dan gejala penyakit difteri, Apabila anda merasakan tanda atau gejala tersebut segeralah periksakan ke dokter.

 

Pencegahan

Pencegahan paling efektif untuk penyakit ini adalah dengan vaksinisasi DPT. Vaksin ini biasanya diberikan lewat imunasi wajib bagi anak -  anak di Indonesia yang meliputi vaksin difteri, tetanus dan pertusis sebanyak lima kali pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 18 bulan dan usia 4-5 tahun.

Untuk usia diatas 7 tahun atau dewasa diberikan vaksin TD atau TDAP. Vaksin ini akan melindungi terhadap tetanus, difteri dan pertusis, vaksin ini harus diulang setiap 10 tahun sekali.

 

Pengobatan

Apabila anda mengalami gejala yang telah disebutkan, tindakan terbaik adalah dengan segera memeriksakan diri ke Dokter atau Rumah Sakit terdekat secepat mungkin untuk menghindari penularan penyakit kepada orang sekitar dan mendapatkan pertolongan medis yang tepat. Lindungi keluarga kita, lakukan imunisasi bagi bayi dan vaksinisasi bagi orang dewasa untuk dapat terhindar dari penyakit ini.


Bagikan Artikel Ini